Sukra-Indramayu # Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, semakin menguat posisinya sebagai kawasan strategis pengembangan industri yang menjanjikan.
Dengan ketersediaan lahan yang masih sangat luas serta dukungan kebijakan tata ruang yang jelas, Sukra diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak investasi di wilayah Indramayu Barat, sejalan dengan visi pembangunan Bupati Indramayu Lucky Hakim yang menekankan pemerataan pertumbuhan ekonomi antarwilayah.
Berdasarkan Kesesuaian Kegiatan Penataan Ruang (KKPR) yang telah diterbitkan Pemerintah Kabupaten Indramayu, total lahan Kawasan Industri Sukra mencapai 2.112 hektare. Hingga saat ini, pemanfaatan lahan baru sekitar 598,41 hektare atau 28 persen, sementara lebih dari 1.500 hektare masih tersedia dan terbuka luas bagi pengembangan investasi baru.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Sukra tidak hanya siap, tetapi juga memberikan ruang ekspansi jangka panjang bagi pelaku usaha yang ingin bertumbuh bersama Indramayu.
Kawasan Industri yang Tumbuh Bertahap dan Terukur
Sejumlah industri telah lebih dahulu beroperasi di wilayah ini, mulai dari sektor energi hingga jasa penunjang industri, seperti PLTU, PT Tesco Indomaritim, PT Mitra Korin World, PT Jasa Global Binakarya, sumur Pertamina, serta CV Plentong Prima.
Keberadaan industri-industri tersebut menjadi indikator bahwa Sukra memiliki kesiapan dasar infrastruktur dan lingkungan usaha yang kondusif. Pemerintah daerah pun mendorong agar pengembangan dilakukan secara bertahap, terukur, dan sesuai regulasi, sehingga menciptakan iklim investasi yang aman dan berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah Kecamatan dan Kepastian Regulasi
Camat Sukra, Sigit Widiyanto, menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap mengawal dan mendukung penuh pengembangan Kawasan Industri Sukra. Menurutnya, peluang investasi masih terbuka sangat lebar mengingat sebagian besar lahan belum dimanfaatkan.
“Masih ada sekitar 72 persen lahan yang siap dikembangkan. Ini merupakan peluang besar bagi investor. Pemerintah kecamatan siap mengamankan dan menyukseskan program strategis ini demi kemajuan Indramayu, khususnya wilayah barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat menjadi kunci agar pengembangan kawasan industri berjalan lancar, tertib, dan memberi manfaat jangka panjang.
Selaras dengan Visi dan Misi Indramayu Reang
Pengembangan Kawasan Industri Sukra dinilai sejalan dengan visi dan misi Bupati Indramayu Lucky Hakim, yang menekankan pentingnya pembangunan berkeadilan dan merata, khususnya di wilayah Indramayu Barat yang selama ini memiliki potensi besar namun belum sepenuhnya tergarap.
Melalui penguatan kawasan industri, pemerintah daerah berharap tercipta:
-
pertumbuhan ekonomi baru,
-
perluasan lapangan kerja bagi masyarakat lokal,
-
peningkatan nilai tambah sumber daya wilayah,
-
serta tumbuhnya sektor pendukung seperti UMKM, jasa, dan logistik.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun Indramayu tidak hanya sebagai daerah agraris, tetapi juga sebagai kawasan industri dan logistik yang kompetitif.
Dekat Pelabuhan Patimban, Nilai Tambah bagi Investor
Keunggulan lain Kecamatan Sukra adalah posisi geografisnya yang strategis. Selain berbatasan langsung dengan Laut Jawa, wilayah ini juga berada relatif dekat dengan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, yang kini menjadi salah satu simpul logistik nasional.
Kedekatan tersebut memberikan efisiensi biaya distribusi dan kemudahan akses ekspor-impor, sehingga menjadi nilai tambah penting bagi investor yang berorientasi pada pasar nasional maupun global.
“Akses ke Pelabuhan Patimban menjadi keunggulan kompetitif Sukra. Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk berinvestasi, dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi dan keberlanjutan,” pungkas Sigit ke iqronews.click.
Menuju Indramayu Barat yang Lebih Progresif
Dengan kombinasi lahan luas, regulasi yang jelas, dukungan pemerintah, dan visi pembangunan daerah yang kuat, Kawasan Industri Sukra diharapkan menjadi simbol transformasi ekonomi Indramayu Barat. Bukan hanya sebagai lokasi investasi, tetapi sebagai kawasan yang tumbuh bersama masyarakat dan membawa manfaat jangka panjang bagi daerah.

















