Anjatan, Indramayu # Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Anjatan, Sukanto, S.Pd., M.M., melakukan monitoring langsung ke sejumlah area persawahan yang terdampak banjir pada Sabtu, 24 Januari 2026. Monitoring ini dilakukan menyusul tingginya curah hujan yang terjadi selama dua hari berturut-turut dan menyebabkan genangan di beberapa wilayah pertanian.
Adapun lokasi yang ditinjau meliputi area persawahan Lempuyang Mas, Desa Kopyah Blok Kura dengan luasan sekitar 25 hektare, Kedung Wungu sekitar 5 hektare, Anjatan Baru kurang lebih 10 hektare, serta Desa Wanguk di sepanjang bantaran sungai dan saluran pembuangan dengan estimasi terdampak sekitar 3 hektare.
Plt. Camat Anjatan, Sukanto, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang tidak diimbangi dengan kapasitas saluran pembuang.
“Hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi selama dua hari berturut-turut. Akibatnya, debit air meningkat dan saluran pembuang tidak mampu menampung, sehingga air meluap ke area persawahan,” ujar Sukanto saat monitoring di lapangan.
Menurutnya, sebagian besar sawah yang terdampak berada di wilayah yang dilalui saluran pembuangan air. Kondisi tersebut membuat genangan air lebih lama surut dibandingkan area lainnya.
“Rata-rata sawah yang terdampak berada di jalur aliran pembuang. Ini yang menjadi perhatian kita bersama, karena ketika hujan deras terjadi terus-menerus, air sulit cepat surut,” tambahnya.
Dampak bagi Petani
Genangan air yang terjadi cukup berpengaruh terhadap aktivitas pertanian. Tanaman padi yang terendam berisiko mengalami penurunan kualitas, sementara petani terpaksa menunda perawatan dan pemupukan. Selain itu, lumpur dan material yang terbawa arus air juga menyebabkan penyumbatan saluran, sehingga memperparah kondisi banjir.
Sukanto menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga fungsi saluran air.
“Kami mengimbau agar ke depan perawatan saluran pembuang dan irigasi bisa dilakukan secara rutin, melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat. Ini penting untuk mengurangi dampak banjir terhadap pertanian,” katanya ke iqronews.click.
Pemerintah Kecamatan Anjatan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyampaikan laporan hasil monitoring serta mendorong upaya penanganan jangka menengah dan panjang.
“Hasil monitoring ini akan kami laporkan dan koordinasikan lebih lanjut. Harapannya, ada langkah nyata agar ke depan petani tidak terlalu terdampak ketika curah hujan tinggi terjadi,” pungkas Sukanto.

















