Example floating
INVESTIGASI & PERISTIWA

Bunda SWH Dampingi Bupati Tinjau Banjir Indramayu, Dengarkan Langsung Keluhan Warga

Avatar photo
361
×

Bunda SWH Dampingi Bupati Tinjau Banjir Indramayu, Dengarkan Langsung Keluhan Warga

Sebarkan artikel ini

Pasekan, Indramayu # Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan legislatif Provinsi Jawa Barat. Luapan sungai, pasang air laut, curah hujan tinggi, serta sistem drainase yang belum optimal menyebabkan genangan air di berbagai titik permukiman warga.

Sebagai bentuk respons cepat, Bupati Indramayu Lucky Hakim turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir pada Minggu (25/1/26). Peninjauan tersebut turut didampingi Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Utami Herman, yang akrab disapa Bunda SWH.

Camat Pasekan Ungkap Minimnya Jalur Pembuangan Air di Pabean Ilir

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan. Di wilayah ini, banjir mulai menggenangi permukiman warga sejak Sabtu malam dan berdampak pada sejumlah RT.

Camat Pasekan, Taryadi, menjelaskan bahwa kondisi geografis wilayah tersebut membuat genangan air sulit surut dengan cepat.

“Di Pabean Ilir ini tidak memiliki jalur pembuangan air alami. Ketika hujan deras bersamaan dengan pasang air laut, air mudah masuk ke permukiman warga. Kami terus berkoordinasi dengan desa dan BPBD untuk penanganan darurat,” ujar Taryadi.

Ia menambahkan, pihak kecamatan bersama aparat desa dan masyarakat telah melakukan pembersihan saluran air serta membantu warga terdampak sembari menunggu bantuan pompa air dari pemerintah daerah.

Pompa Air dan Perbaikan Drainase Jadi Langkah Cepat Pemkab Indramayu

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lucky Hakim memastikan bahwa pompa penyedot air akan segera didatangkan guna mempercepat surutnya genangan, mengingat wilayah tersebut tidak memiliki aliran pembuangan alami.

“Kita usahakan secepat mungkin pompa air bisa bekerja. Selain itu, pemerintah daerah akan melakukan perbaikan drainase, pembuatan saluran air, serta penambahan pompa berkapasitas lebih besar agar banjir tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Bupati Lucky juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena dapat memperparah genangan air.

Bunda SWH Soroti Kondisi Tanggul dan Sistem Pengendalian Air

Peninjauan dilanjutkan ke Pintu Air Bendungan Karet di Kecamatan Lohbener. Dalam kesempatan tersebut, Bunda SWH menyoroti kondisi tanggul dan pintu air yang dinilai sudah membutuhkan perhatian serius.

“Indramayu ini wilayah hilir, sehingga sangat rentan banjir. Ada pengaruh kiriman air dari hulu dan juga banjir rob. Maka penanganan banjir tidak cukup hanya darurat, tetapi harus terencana dan berkelanjutan,” ujar Bunda SWH.

Ia menegaskan, Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat akan mendorong koordinasi lintas instansi, termasuk dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung, agar perbaikan infrastruktur pengendali banjir dapat menjadi prioritas.

“Kami akan mengawal agar perbaikan tanggul dan saluran air ini benar-benar terealisasi. Masyarakat tidak boleh terus menjadi korban setiap musim hujan,” tegasnya.

Perbaikan Permanen Tanggul Mulai Dikerjakan Tahun Ini

Sementara itu, Bupati Lucky Hakim menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah bersama kecamatan dan desa tengah bergotong royong melakukan penanganan darurat, termasuk menambal tanggul yang rawan jebol.

“Perbaikan permanen sudah dikontrakkan dan direncanakan dikerjakan pada Februari hingga Maret, dengan pemasangan pancang sepanjang kurang lebih 13 kilometer,” jelasnya.

Penanganan Banjir Butuh Peran Bersama Pemerintah dan Masyarakat

Selain Desa Pabean Ilir dan Kecamatan Lohbener, rombongan juga meninjau Desa Rambatan Kulon serta Desa Bugel, Kecamatan Patrol. Di setiap lokasi, Bupati Lucky Hakim dan Bunda SWH berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan keluhan dan memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi.

Dalam kunjungan tersebut, bantuan sembako diserahkan secara simbolis kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril. Pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Jawa Barat juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak menutup saluran air.

Kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah bersama agar banjir di Indramayu dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!