Example floating
LINGKUNGAN & KEMASYARAKATAN

Banjir Rob di Eretan: Mengapa Sinergi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci?

452
×

Banjir Rob di Eretan: Mengapa Sinergi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci?

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. H. Wawan Ridwan, MM.

Recap :

  • Banjir rob kembali melanda Eretan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan.
  • Pemerintah dan masyarakat berkolaborasi dalam penanganan darurat.
  • Peningkatan akses layanan kesehatan menjadi langkah strategis.
  • Pencegahan penyakit pasca banjir harus dilakukan secara kolektif.
  • Dibutuhkan solusi infrastruktur dan edukasi berkelanjutan untuk mengatasi banjir rob di masa depan.

Indramayu # Banjir rob yang kembali melanda wilayah pesisir Eretan, Indramayu, pada akhir Januari 2025, menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tidak hanya pemerintah yang berperan, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dalam menangani dampak banjir.

Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, bersama dengan perangkat desa dan relawan setempat, mendirikan posko kesehatan darurat di Balai Desa Kertawinangun selama tiga hari (29-31 Januari 2025). Posko ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak, tetapi juga memberikan edukasi tentang langkah pencegahan penyakit pasca banjir.

Setelah kondisi mulai membaik, layanan kesehatan dipindahkan ke Eretan Wetan guna menjangkau warga yang masih membutuhkan bantuan medis. Prinsip pendekatan jemput bola menjadi kunci dalam memastikan layanan kesehatan dapat diakses secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kesiapsiagaan sebagai Kunci Ketahanan Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. H. Wawan Ridwan, MM., menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih siap dalam menghadapi potensi bencana. Edukasi tentang pencegahan penyakit dan mitigasi banjir sangat penting agar masyarakat dapat lebih mandiri dalam menghadapi situasi ini,” ungkapnya. (03/02/2025)

Sebagai bagian dari program transformasi kesehatan, peningkatan akses layanan primer melalui puskesmas pembantu dan posyandu menjadi salah satu langkah strategis yang terus dikembangkan. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang lebih dekat, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan optimal.

Pencegahan Penyakit Pasca Banjir: Tanggung Jawab Bersama

Pasca banjir, ancaman kesehatan meningkat akibat buruknya kondisi lingkungan. Penumpukan sampah dan genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk menerapkan program 2M Plus:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin,
  • Menutup wadah penyimpanan air agar tidak menjadi sarang nyamuk,
  • Memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, membersihkan lingkungan sekitar dan memastikan tidak ada genangan air juga menjadi langkah preventif yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga : DPRD Jabar dan Bupati Terpilih Indramayu Tinjau Lokasi Banjir Rob, Siap Tindak Lanjut Penanggulangan!

Mencari Solusi Jangka Panjang: Apa yang Bisa Dilakukan?

Banjir rob yang terus terjadi menuntut adanya langkah-langkah strategis untuk mengurangi dampaknya di masa mendatang. Beberapa solusi yang bisa dilakukan meliputi:

  • Peningkatan infrastruktur drainase agar aliran air lebih lancar dan tidak menyebabkan genangan,
  • Pembangunan tanggul penahan air laut untuk mencegah air pasang masuk ke pemukiman warga,
  • Edukasi mitigasi bencana secara berkelanjutan agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi ekstrem.

Kepala Desa Eretan Wetan, H. Edi Suhedi, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana ini.

“Banjir rob bukan hal baru bagi kami. Yang bisa kita lakukan adalah terus beradaptasi, memperkuat kesadaran akan mitigasi bencana, dan bekerja sama dengan pemerintah dalam mencari solusi terbaik untuk jangka panjang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!