EKOSOSIAL

KKN Unpad di Anjatan Resmi Ditutup,Plt. Camat Anjatan Sukanto, S.Pd., M.M. : Ini Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi

Avatar photo
987
×

KKN Unpad di Anjatan Resmi Ditutup,Plt. Camat Anjatan Sukanto, S.Pd., M.M. : Ini Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini

Anjatan # Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (UNPAD) resmi menuntaskan masa pengabdian mereka di Kecamatan Anjatan. Penutupan kegiatan menandai berakhirnya kebersamaan mahasiswa dengan masyarakat desa dalam berbagai program pengabdian.

Acara penutupan KKN digelar di Aula Kantor Kecamatan Anjatan, Senin (09/02/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Camat Anjatan Sukanto, S.Pd., M.M., dosen pembimbing Dr. Darto, S.IP., M.Si., perwakilan Koramil dan Polsek, para kuwu, serta perwakilan mahasiswa KKN Unpad.

Mahasiswa KKN Disiapkan di 10 Desa

Selama masa pengabdian, mahasiswa KKN Unpad disebar di 10 desa wilayah Kecamatan Anjatan, meliputi:
Desa Anjatan, Anjatan Baru, Anjatan Utara, Bugis, Bugistua, Cilandak, Cilandak Lor, Kedungwungu, Mangunjaya, dan Wanguk.

Dalam forum penutupan, masing-masing perwakilan mahasiswa memaparkan hasil program kerja yang telah dijalankan selama pengabdian. Paparan tersebut menjadi refleksi sekaligus evaluasi atas peran mahasiswa di tengah masyarakat desa.

Fokus Tiga Program Terintegrasi

Meski bergerak di bidang yang berbeda, seluruh kelompok KKN sepakat menjalankan tiga program utama yang terintegrasi, yakni:

  1. Pengentasan kemiskinan, melalui pendampingan UMKM, literasi ekonomi keluarga, dan penguatan potensi lokal.

  2. Pengelolaan sampah, dengan edukasi pemilahan sampah, bank sampah, serta kampanye lingkungan berbasis partisipasi warga.

  3. Edukasi ketahanan pangan, melalui pemanfaatan pekarangan, kebun rumah tangga, dan penyadaran pentingnya kemandirian pangan desa.

Pendekatan integratif ini dinilai mampu menyentuh kebutuhan riil masyarakat desa secara berkelanjutan.

Hasil Kajian Jadi Bahan Musrenbang

Tak berhenti pada kegiatan lapangan, mahasiswa KKN Unpad juga melakukan kajian sosial dan lingkungan di masing-masing desa. Seluruh hasil kajian tersebut akan disusun dalam bentuk laporan resmi yang akan diserahkan kepada pemerintah desa dan Kecamatan Anjatan.

Selanjutnya, pihak kecamatan akan meneruskan laporan tersebut ke tingkat kabupaten agar dapat menjadi wacana dan bahan pertimbangan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Camat Anjatan: Ini Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi

Plt. Camat Anjatan Sukanto, S.Pd., M.M. menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN Unpad telah memberi nilai strategis bagi pembangunan desa.

“Mahasiswa telah melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, secara nyata dan terukur. Program-program yang dijalankan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan kecamatan,” tegas Sukanto.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kecamatan, agar hasil KKN tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat bertransformasi menjadi kebijakan dan program pembangunan.

Apresiasi dari Kuwu dan Mahasiswa

Salah satu kuwu  yang wilayahnya menjadi lokasi KKN turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa.

“Kami merasakan langsung dampaknya, terutama dalam edukasi masyarakat. Mahasiswa mampu membangun komunikasi yang baik dengan warga dan menghadirkan gagasan baru yang bermanfaat bagi desa,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN Unpad mengaku pengalaman pengabdian di Kecamatan Anjatan menjadi pembelajaran berharga.

“KKN di Anjatan mengajarkan kami bahwa pembangunan tidak hanya soal teori, tetapi soal memahami masyarakat, berkolaborasi, dan mencari solusi bersama,” tuturnya.

Dari Kampus ke Desa, Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Penutupan KKN ini menjadi penanda bahwa peran mahasiswa tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Kecamatan Anjatan pun berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!