Kroya, Indramayu #Upaya mewujudkan kawasan hijau sekaligus destinasi wisata edukatif di wilayah Indramayu Barat mulai digerakkan. Forum Sinergitas Rakyat Indramayu Barat (Fosmainbar) menginisiasi kegiatan penanaman pohon di kawasan Monumen Tugu Titik Nol, Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Indramayu untuk menata lokasi tersebut menjadi kawasan Hutan Kota.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perguruan tinggi, instansi kehutanan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga mahasiswa. Mahasiswa KKNM Universitas Padjadjaran (UNPAD) serta mahasiswa IAI Ma’arif Darul Fikri Indramayu turut berpartisipasi aktif dalam gerakan penghijauan tersebut.
Ketua Fosmainbar, H. Abdul Rahman, SE, menjelaskan bahwa penataan kawasan Titik Nol bukan sekadar memperindah lingkungan, tetapi juga menghadirkan ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi edukatif bagi masyarakat.
“Titik Nol ini akan kita dorong menjadi kawasan Hutan Kota. Bukan hanya indah dipandang, tapi menjadi ruang belajar lingkungan bagi generasi muda serta paru-paru hijau bagi Indramayu Barat,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Wilayah
Camat Kroya, H. A. Syafruddin, AS., MM, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis membangun kesadaran lingkungan di tingkat lokal.
“Kami sangat mendukung penataan Titik Nol sebagai Hutan Kota. Ini bukan hanya program penghijauan, tetapi investasi lingkungan untuk masa depan anak cucu kita. Pemerintah kecamatan siap bersinergi agar kawasan ini terawat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kuwu Desa Sukaslamet, Rajudin, juga menyampaikan kebanggaannya karena wilayahnya menjadi pusat kegiatan lingkungan berskala kolaboratif.
“Kami bersyukur Desa Sukaslamet dipercaya menjadi lokasi awal pengembangan Hutan Kota. Masyarakat desa siap ikut menjaga dan merawat pohon-pohon yang ditanam hari ini,” ucapnya.
Penguatan dari Sektor Kehutanan
Perwakilan Balai Pengelolaan DAS Cimanuk–Citanduy Bandung, Susriyanto, S.Hut, yang turut membantu secara teknis, menekankan pentingnya teknik penanaman yang benar.
“Penanaman pohon bukan hanya menaruh bibit ke tanah. Teknik tanam, kedalaman, kondisi tanah, hingga perawatan sangat menentukan. Jika dilakukan dengan benar, pohon ini akan memberi manfaat ekologis jangka panjang, seperti menjaga tata air dan mencegah erosi,” jelasnya.
Sementara itu, Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Jawa Barat, H. Yayat Hidayat, A.Md, menyalurkan 235 bibit pohon untuk kegiatan ini.
“Kolaborasi masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan instansi kehutanan sangat penting untuk memperluas ruang terbuka hijau dan memperkuat ketahanan lingkungan daerah. Yang terpenting setelah penanaman adalah perawatan bersama,” katanya.
Peran Dunia Pendidikan
Rektor IAI Ma’arif Darul Fikri Indramayu menilai penanaman pohon sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Menanam pohon adalah pelajaran tentang tanggung jawab kepada alam. Mahasiswa perlu belajar langsung di lapangan agar memiliki kepedulian sosial dan lingkungan,” tuturnya.
Perwakilan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan wujud tanggung jawab akademik terhadap isu lingkungan.
“ Kegiatan penanaman pohon di kawasan Titik Nol ini adalah bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung pelestarian alam sekaligus edukasi lingkungan. Kami berharap mahasiswa yang terlibat dapat membawa nilai kepedulian ini ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa KKNM UNPAD yang bertugas di Desa Sukaslamet juga mengaku bangga dapat terlibat.
“Ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tapi pengalaman nyata bagaimana kolaborasi masyarakat dan pemerintah bisa menghasilkan aksi positif untuk lingkungan,” ujar salah satu mahasiswa.
Hutan Kota sebagai Laboratorium Alam
Konsep Hutan Kota di kawasan Titik Nol dirancang tidak hanya sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai ruang edukasi terbuka. Ke depan, kawasan ini diharapkan berfungsi sebagai:
-
Penyerap karbon dan penghasil oksigen
-
Pengurang polusi udara
-
Area resapan air untuk mencegah genangan
-
Ruang belajar terbuka tentang lingkungan
-
Destinasi wisata edukasi berbasis alam
Dengan pendekatan ini, Titik Nol tidak hanya menjadi ikon geografis, tetapi juga pusat pembelajaran ekologi bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.
Gerakan Kolektif Peduli Lingkungan
Fosmainbar menegaskan bahwa penanaman pohon ini adalah awal dari gerakan berkelanjutan untuk merawat ruang publik hijau. Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi mampu melahirkan aksi nyata bagi masa depan lingkungan Indramayu.
Penghijauan di Titik Nol diharapkan menjadi warisan hijau jangka panjang, menghadirkan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam bagi generasi mendatang.















