inspirasi jumat # Di tengah derasnya arus informasi yang melaju tanpa batas, dakwah kini hadir dalam wajah baru. Media sosial menjadi ruang bertemunya gagasan, nasihat, hingga debat panjang yang kadang tak berujung. Karena itu, penting bagi umat Islam untuk menghadirkan dakwah dengan cara yang lembut, santun, dan penuh kebijaksanaan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Dakwah bukan hanya tentang menyampaikan, tetapi juga tentang mengajak dengan hati yang tenang, bahasa yang menenangkan, serta sikap yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Di era digital saat ini, dakwah lembut menjadi kebutuhan. Kita dihadapkan pada komentar, unggahan, dan perbincangan yang kadang memancing emosi. Namun justru di ruang seperti inilah dakwah harus hadir sebagai penyejuk.
Bijak dalam Menyampaikan Pesan
Rasulullah SAW. mengajarkan bahwa perkataan yang baik adalah sedekah. Maka dalam dunia digital, setiap tulisan, komentar, atau unggahan adalah cerminan akhlak. Menyampaikan nasihat dengan bahasa lembut dapat membuka pintu kebaikan, sementara sikap kasar justru menutup hati pendengar.
Mengajak bukan berarti menggurui. Menegur bukan berarti mempermalukan. Di sinilah seni dakwah lembut mengambil peran: kata-kata baik yang diiringi ketulusan mampu menyentuh jiwa lebih dalam daripada seribu kalimat yang menghakimi.
Menjaga Etika dalam Berinteraksi Online
Dalam bermedia sosial, adab menjadi hal utama. Islam mengajarkan adab sebelum ilmu. Maka sebelum menulis komentar atau mengunggah pendapat, penting untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: Apakah ini bermanfaat? Apakah ini menyakiti? Apakah ini membawa kebaikan?
Tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi juga menjadi bagian dari dakwah. Di tengah maraknya hoaks, fitnah, dan provokasi, sikap hati-hati adalah bentuk ibadah yang memiliki nilai besar. Menahan diri dari menebar keburukan juga merupakan dakwah.
Menebar Kedamaian di Dunia Maya
Era digital memberi kesempatan luas untuk berbagi inspirasi, ilmu, dan pengingat kebaikan. Dakwah lembut dapat hadir dalam bentuk apa pun: tulisan singkat, video, ilustrasi, bahkan sekadar senyuman melalui kata-kata.
Ya Allah, jadikan setiap kata yang kami tulis sebagai jalan menuju kebaikan. Bimbing hati kami agar tetap lembut dalam menyampaikan, tenang dalam mengajak, dan sabar dalam menghadapi perbedaan.
Semoga dakwah lembut di era digital menjadi ruang baru bagi umat untuk saling menebar kedamaian dan memperkokoh ukhuwah.

















