Example floating
INVESTIGASI & PERISTIWA

Dugaan Kejanggalan Nilai Tes Akademik Pilwu Desa Patrol, Publik Minta Unwir dan Panitia Kabupaten Transparansi Penilaian

2302
×

Dugaan Kejanggalan Nilai Tes Akademik Pilwu Desa Patrol, Publik Minta Unwir dan Panitia Kabupaten Transparansi Penilaian

Sebarkan artikel ini

Patrol-Indramayu # Proses penjaringan Calon Kuwu (Pilwu) di Desa Patrol kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan kejanggalan dalam hasil tes akademik yang diselenggarakan oleh pihak Kabupaten Indramayu bekerja sama dengan Universitas Wiralodra (Unwir).

Salah satu Bakal Calon Kuwu (Balon Kuwu) Desa Patrol, Akhmad Zaenuri, SE. atau yang akrab disapa Kang Jay Kresna, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah keanehan dalam hasil penilaian yang diterimanya.

Menurut data hasil tes tingkat kabupaten, Kang Jay memperoleh:

  • Nilai tes tertulis: 73,33

  • Persentase: 17,60

Sementara dua peserta lain mendapatkan:

  • Sujiat, SE.: nilai 80,00 (19,20%)

  • Turiah: nilai 42,67 (10,24%)

Namun kejanggalan mencuat pada nilai wawancara, karena yang ditampilkan hanya berupa persentase tanpa keterangan nilai angkanya.
Dalam hasil tersebut:

  • Turiah: 33,96%

  • Sujiat, SE.: 31,26%

  • Akhmad Zaenuri, SE.: 22,24%

Kang Jay mempertanyakan dasar perhitungan persentase tersebut, terutama karena dirinya selama ini dikenal sebagai figur komunikatif, motivator aktif, pembicara publik, dan terbiasa menyusun gagasan secara terstruktur.

“Saya menghormati seluruh proses Pilwu. Namun ketika angka yang muncul tidak sesuai dengan logika kemampuan komunikasi dan pengalaman saya dalam dunia motivasi dan penyusunan ide kreatif, tentu patut kami tanya bagaimana standar penilaiannya,” ujar Kang Jay dengan nada hati-hati ke iqronews.click.Jumat,21/11/2025.

Masyarakat Desa Patrol yang mengikuti perkembangan proses Pilwu juga menilai bahwa keanehan dalam penilaian ini harus diluruskan agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi demokrasi tingkat desa.

Publik Minta Keterbukaan Unwir Sebagai Pihak Penguji

Universitas Wiralodra (Unwir) yang menjadi lembaga penguji disebut bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan terhadap mekanisme penilaian, terutama bagian wawancara yang dianggap tidak transparan.

Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan bahwa publik membutuhkan keterbukaan informasi dari tim penguji, termasuk dari Dr. Ismanudin, Drs., M.Si., yang memimpin jajaran akademisi pada pelaksanaan tes tersebut.

“Unwir adalah institusi akademik yang dihormati. Justru karena itulah masyarakat berharap transparansi penuh agar tidak ada kecurigaan dan semua pihak merasa adil,” ujar salah satu warga Patrol.

Penyelenggara Kabupaten Diminta Bertanggung Jawab

Masyarakat juga menyoroti pihak penyelenggara di tingkat Kabupaten Indramayu, karena hasil penilaian tes akademik dituangkan dalam Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Indramayu, Aep Surahman.

Dengan munculnya kejanggalan ini, publik meminta pihak kabupaten ikut bertanggung jawab memberikan klarifikasi.

“Ketika hasil tes menjadi dasar penetapan calon kuwu, maka setiap angka harus dapat dipertanggungjawabkan. Pihak kabupaten wajib memberi penjelasan, karena keputusan ini ditandatangani oleh pejabat tertinggi di jajaran sekretariat daerah,” ungkap salah seorang pemerhati kebijakan desa.

Harapan: Pilwu yang Bersih, Jujur, dan Menenangkan

Kang Jay menegaskan bahwa dirinya tidak menuduh ataupun menyudutkan pihak manapun. Ia hanya menginginkan proses yang adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya dan masyarakat Patrol hanya ingin Pilwu berjalan jernih, bersih, jujur dan menenangkan tanpa ada unsur tendensi dari pihak lain. Kita ingin demokrasi desa menjadi contoh keberadaban, bukan menimbulkan polemik,” tuturnya dengan penuh harapan.

Masyarakat berharap kejelasan segera diberikan, agar tidak terjadi keresahan dan proses Pilwu tetap berlangsung damai sesuai aturan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!