Example floating
PENDIDIKAN & PENGEMBANGAN SDM

Harlah ke-16 Yayasan Darul Fikri Bongas, Momentum Syiar, Pendidikan, dan Kebersamaan Umat

1239
×

Harlah ke-16 Yayasan Darul Fikri Bongas, Momentum Syiar, Pendidikan, dan Kebersamaan Umat

Sebarkan artikel ini

Bongas – Indramayu # Yayasan Darul Fikri Bongas, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, menggelar rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) ke-16 pada Minggu, 18 Januari 2026. Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan dakwah, pendidikan, serta penguatan nilai keislaman yang tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Area Yayasan Darul Fikri Bongas tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Berdasarkan catatan panitia, acara ini dihadiri ribuan jamaah dan wali santri pondok pesantren, tidak hanya dari Kabupaten Indramayu, tetapi juga dari berbagai kabupaten lain di Jawa Barat.

Ketua Panitia Pelaksana, Tauhid, menyampaikan bahwa Harlah ke-16 ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar Yayasan Darul Fikri dalam menjaga kesinambungan dakwah dan pendidikan Islam yang berlandaskan nilai keilmuan, akhlak, dan kearifan lokal.

Penguatan Dakwah dan Nilai Keumatan

Dalam rangkaian acara tersebut, tausiyah utama disampaikan oleh Drs. KH. Zuhri Ya’qub, MA, Katib Syuriyah NU Jakarta. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya peran lembaga dakwah dan pendidikan dalam menjaga persatuan umat serta merawat harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Selain pengajian dan doa bersama, kegiatan harlah juga dimeriahkan oleh penampilan sejumlah bintang tamu nasional dan daerah, di antaranya Hj. Rita Sugiarto, legenda dangdut Indonesia, bersama Noor Elfathony, Tia Inova, Ayu Karlina, Nunung Alvi, dan Asep Risyantho. Perpaduan dakwah dan seni tersebut menambah semarak acara tanpa menghilangkan nuansa religius.

FOSMA Inbar: Antusiasme Masyarakat Sangat Luar Biasa

Ketua Forum Silaturahmi Masyarakat Indramayu Barat (FOSMA Inbar), H. Abdulrahman, SE., mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Kehadiran ribuan jamaah dan wali santri pondok pesantren dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Yayasan Darul Fikri Bongas memiliki kepercayaan dan tempat tersendiri di hati masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga menyampaikan catatan sosial yang bersifat membangun. Menurutnya, kegiatan keagamaan dan pendidikan berskala besar seperti ini idealnya menjadi ruang kebersamaan yang lebih luas antara masyarakat dan pemerintah.

“Momen seperti ini seharusnya juga mendapat perhatian dan kehadiran pimpinan daerah. Kehadiran pemerintah akan semakin menguatkan sinergi antara ulama, masyarakat, dan umara,” tambahnya.

IAIMA Darul Fikri Tegaskan Peran Pendidikan Berkelanjutan

Rektor Institut Agama Islam Ma’arif (IAIMA) Darul Fikri, Dr. M.A. Heryanto Alfudholli, M.H.I., menegaskan bahwa Harlah ke-16 Yayasan Darul Fikri Bongas memiliki makna strategis bagi penguatan pendidikan Islam.

“IAIMA Darul Fikri merupakan cabang pendidikan dari Yayasan Darul Fikri Bongas. Karena itu, harlah ini bukan hanya peringatan usia lembaga, tetapi juga refleksi atas tanggung jawab besar dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang moderat dan relevan dengan kebutuhan zaman.

PDM Indramayu: Teladan Persatuan dan Moderasi Beragama

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Indramayu, Prof. Dr. Ahmad Junaedi Karso, S.H., M.H., M.Si., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Harlah ke-16 Yayasan Darul Fikri Bongas yang dinilai mencerminkan semangat persatuan umat.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa dakwah dan pendidikan Islam dapat berjalan seiring dengan nilai kebersamaan, moderasi, dan keterbukaan. Ini merupakan teladan yang baik bagi kehidupan keumatan dan kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antarormas Islam, lembaga pendidikan, dan masyarakat merupakan modal sosial penting dalam menjaga harmoni serta memperkuat kontribusi umat Islam bagi pembangunan daerah.

Dekan IAI: Harlah sebagai Spirit Pelayanan Umat

Sementara itu, Dekan IAI Ma’arif Darul Fikri Indramayu, H. Hambali Abas, S.Pd.I., M.M., yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Keagamaan FOSMA Inbar serta Direktur Daurah Umrah dan Haji, menilai bahwa Harlah ke-16 ini memiliki nilai strategis dalam penguatan keagamaan dan pelayanan umat.

“Harlah ini bukan sekadar perayaan, melainkan sarana memperkuat ruh keagamaan, pendidikan, dan pelayanan umat. Sinergi antara yayasan, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat harus terus dijaga,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran spiritual, sosial, dan kebangsaan secara berkelanjutan.

Pengasuh Ponpes: Harlah sebagai Muhasabah dan Penguatan Amanah Dakwah

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fikri, KH. Dun Yadi, menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-16 Yayasan Darul Fikri Bongas memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar perayaan tahunan.

“Harlah ini adalah momentum muhasabah. Bagi kami di pesantren, ini menjadi pengingat bahwa amanah dakwah dan pendidikan harus terus dijaga dengan keikhlasan, kesabaran, dan konsistensi,” tutur KH. Dun Yadi.

Ia menekankan bahwa kehadiran ribuan jamaah dan wali santri merupakan bentuk kepercayaan umat yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas pendidikan, pembinaan akhlak, serta pelayanan keagamaan yang berkelanjutan.

“Pesantren tidak hanya mendidik santri, tetapi juga membangun nilai keumatan. Karena itu, kebersamaan antara pesantren, yayasan, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan dakwah,” tambahnya.

Menurut KH. Dun Yadi, sinergi seluruh elemen umat merupakan kunci agar Pondok Pesantren Darul Fikri dan Yayasan Darul Fikri Bongas tetap istiqamah dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!