Hukum Itu Tidak Jauh dari Kehidupan Kita
Bagi sebagian masyarakat, kata hukum sering terasa menakutkan. Seolah-olah selalu berkaitan dengan pengadilan, kasus besar, proses rumit, dan biaya mahal. Padahal, tanpa kita sadari, hukum hadir dalam kehidupan sehari-hari warga Indramayu bahkan dalam hal-hal yang sangat sederhana.
Ketika seorang petani menyewakan sawah, itu sudah masuk ranah hukum.
Saat pedagang meminjam uang dari saudara, itu pun terkait aturan hukum.
Pembagian warisan, membeli motor kredit, hingga memakai pinjaman online—semuanya diatur oleh hukum.
Sayangnya, banyak warga tidak memahami aturan dasarnya bukan karena mereka salah, tetapi karena tidak pernah mendapatkan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Masalah Hukum yang Sering Ditemui di Indramayu
Beberapa persoalan hukum yang paling sering muncul di masyarakat antara lain:
-
Sengketa tanah dan pembagian warisan
-
Hutang–piutang, pinjol, dan kredit bermasalah
-
Masalah ketenagakerjaan dan keberangkatan kerja ke luar negeri
-
Perselisihan dalam keluarga hingga perceraian
-
Persoalan kontrak kerja dan PHK
Banyak masalah sebenarnya bisa dicegah sejak awal apabila masyarakat paham hak dan kewajibannya.
Contoh Kasus Sehari-hari yang Sering Terjadi
1. Penjualan Tanah Warisan Tanpa Kesepakatan
Misalnya, seseorang menjual tanah warisan tanpa sepengetahuan saudara yang lain. Bagi pelaku, ini mungkin dianggap jual beli biasa. Namun secara hukum, tanah warisan harus dibagi atau disepakati dulu secara sah sebelum dijual.
Hal kecil seperti ini sering berujung menjadi konflik keluarga.
2. Terjebak Pinjaman “Bank Emok”
Banyak warga yang meminjam uang tanpa perjanjian tertulis. Awalnya ringan, lama-lama bunga membengkak. Ketika terlambat membayar, muncul tekanan bahkan sampai ke tetangga.
Padahal, masyarakat perlu tahu bahwa:
-
Penagihan tidak boleh disertai ancaman
-
Penyebaran data pribadi bisa dipidana
-
Debitur juga memiliki hak, bukan hanya kewajiban
Kenapa Literasi Hukum Itu Penting?
Literasi hukum bukan untuk menjadikan semua orang sebagai advokat.
Tetapi agar masyarakat:
✔ Paham hak dasar mereka
✔ Tahu kewajiban yang harus dipenuhi
✔ Mengerti batas perlakuan orang lain terhadap mereka
✔ Mampu melindungi diri secara hukum
Orang yang memahami hukum, walau sedikit, biasanya lebih berhati-hati saat menandatangani dokumen, tidak mudah ditipu, dan tahu ke mana harus mengadu ketika dirugikan.
Hukum Tidak Harus Rumit
Selama ini hukum sering disampaikan dengan bahasa akademis yang jauh dari keseharian masyarakat. Lewat kolom ini, hukum dihadirkan dalam bahasa yang sederhana, dekat dengan kehidupan warga Indramayu: sawah, tambak, pasar, teras rumah, hingga warung kopi.
Tujuannya satu: menjadikan hukum sebagai alat perlindungan bagi masyarakat, bukan hal yang menakutkan.
Masyarakat yang melek hukum bukan masyarakat yang suka berperkara, tetapi masyarakat yang tahu cara menghindari masalah sejak awal.
Hukum seharusnya melindungi, bukan menakutkan.
Dan kolom ini hadir untuk mendekatkan bahasa hukum kepada warga, dengan cara yang santai, jelas, dan mudah dipahami.
Oleh : Muhammad Sholeh, S.H.
Advokat & Konsultan Hukum
Founder : NSR Law Firm
Sukra – Indramayu
















