Indramayu,05/08/2025 # Institut Agama Islam Ma’arif (IAIMA) Darul Fikri Bongas – Indramayu yang di kenal dengan kampus Toska kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kampus yang responsif terhadap dinamika zaman. Melalui gelaran Seminar Pendidikan Nasional bertema “Santri dan Mahasiswa antara Dunia Kerja, Usaha, dan Investasi di Era Digital”, IAIMA mengajak generasi muda untuk siap menghadapi masa depan global dengan Berakhlak, Berilmu, dan Berkemajuan untuk menuju kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini dihadiri mahasiswa, pelajar, alumni SLTA, serta masyarakat umum yang antusias mendengar paparan dari dua pembicara nasional, yakni Wahyu Maramis, S.Kom., praktisi usaha dan bisnis nasional, serta Drs. Ade Erlangga Masdian, M.Si., Widyaprada Senior Utama di Ditjen Vokasi Kemendikbudristek. Senin, 04/08/2025.
Menggagas Kolaborasi Agama, Ilmu, dan Arah Global
Drs. Ade Erlangga Masdian menekankan pentingnya lulusan perguruan tinggi agama untuk tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri.
“Kalau bekerja di luar negeri, mahasiswa bisa menjadi juru dakwah melalui perilaku, memberi teladan nilai-nilai keislaman dalam konteks global walaupun dalam dunia industri. Magang luar negeri bisa difasilitasi, asal lembaganya resmi dan jalurnya benar.” ujarnya
Ia juga menyampaikan bahwa peluang magang mahasiswa ke luar negeri kini semakin terbuka, asalkan ada koordinasi yang baik dengan lembaga dan pihak-pihak yang berkompeten seperti Kampus Institut Agama Islam Ma’arif (IAIMA) Darul Fikri Bongas – Indramayu .
“Yang penting kita kritis memilih lembaga pelatihan kerja (LPK) yang legal, memiliki jalur nyata dan tidak hanya sekadar melatih, tapi betul-betul memfasilitasi sampai ke tahap penempatan ke luar negeri,” tambahnya.
Edukasi Investasi untuk Mahasiswa
Wahyu Maramis, S.Kom. berbagi pengalaman tentang dunia investasi dan bisnis digital. Ia menyampaikan bahwa banyak anak muda masih ragu terhadap investasi karena trauma dengan kasus-kasus penipuan investasi bodong.
“Investasi itu sebenarnya tidak semenakutkan yang dibayangkan. Kalau diberi edukasi yang tepat, mahasiswa bisa membedakan mana yang legal dan mana yang tidak,” katanya.
Menurutnya, mahasiswa adalah kelompok paling potensial untuk membangun pondasi kebebasan finansial sejak dini melalui disiplin berinvestasi.
“Mahasiswa harus tahu: berinvestasi bukan soal besar kecilnya modal, tapi soal mindset dan konsistensi,” jelasnya.
Kampus Inklusif & Adaptif: Visi Rektor IAIMA
Rektor Institut Agama Islam Ma’arif (IAIMA) Darul Fikri , Dr. M.A. Heryanto Alfudholli, M.H.I., mengatakan kampus IAIMA Bongas -Indramayu sebagai kampus yang “nyentrik” karena menjangkau semua lapisan masyarakat.
“Di sini yang kerja wajib kuliah, yang kuliah wajib kerja. Tidak ada batas usia dan tidak ada alasan untuk tidak kuliah. Bisa offline maupun online,” ungkapnya.
Peran Strategis Para Wakil Rektor
Irwanto, M.Pd., Wakil Rektor I Bidang Akademik, Perencanaan, dan Sumber Daya Manusia, menyampaikan bahwa IAIMA Bongas -Indramayu berpegang pada tiga pilar: Berakhlak ( Landasan semua aktivitas kampus), Berilmu (Menjunjung tinggi ilmu yang bermanfaat), Berkemajuan ( Siap mengikuti perkembangan zaman, termasuk teknologi).
“Akhlak adalah fondasi utama. Ilmu tanpa akhlak bisa kehilangan arah. Seminar ini bagian dari berkemajuan dan ikhtiar mencetak lulusan yang bermanfaat bagi umat,” ucapnya.
Masjaya, S.Sos.I., M.M., Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Umum, dan Kepegawaian, mengajak masyarakat untuk tidak khawatir dengan masalah biaya kuliah.
“Jangan takut soal pembiayaan. IAIMA Bongas -Indramayu terbuka bagi siapa pun yang ingin kuliah. Bahkan yang tidak mampu pun bisa kami bantu. Kuliah adalah hak semua orang,” tegasnya.
Hambali Abbas, S.Pd.I., M.M., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, menjelaskan peran strategis program Prima Magang dari Kementerian Agama.
“Mahasiswa tidak hanya bisa kuliah, tapi juga bisa magang profesional ke dunia industri, bahkan ke luar negeri. Lewat Prima Magang, mereka dapat pelatihan intensif termasuk AI Engineering, agar siap bersaing dalam pasar kerja modern,” jelasnya.
Respons Mahasiswa: Momentum untuk Bergerak
Aisyah, Ketua DEMA ( Dewan Eksekutif Mahasiswa ) IAIMA Darul Fikri Bongas -Indramayu, mengaku seminar ini membuka pandangan baru bagi mahasiswa.
“Kami belajar bahwa kuliah bisa sambil magang, usaha, bahkan investasi. Dan sekarang adalah waktu emas untuk memulai,” ujarnya.
Seminar ini menjadi bukti nyata komitmen IAIMA Darul Fikri untuk membentuk mahasiswa dan santri yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan pendidikan berbasis akhlak, ilmu, dan kemajuan, Institut Agama Islam Ma’arif (IAIMA) Darul Fikri Bongas – Indramayu . bertekad menjadi pionir transformasi pendidikan Islam di wilayah Indramayu Barat.

















