Example floating
SOSIAL & BUDAYA

Sedekah Laut Nadran Kaligawe, Doa Nelayan Desa Bulak Mengalir Bersama Ombak

1252
×

Sedekah Laut Nadran Kaligawe, Doa Nelayan Desa Bulak Mengalir Bersama Ombak

Sebarkan artikel ini

Kandanghaur – Indramayu  #  Masyarakat nelayan di sekitar Muara Kaligawe, Desa Bulak, Kecamatan Kandanghaur, akan menggelar Sedekah Laut Nadran Kaligawe pada Minggu, 28 Desember 2025. Tradisi ini menjadi momentum spiritual bagi masyarakat pesisir sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas rezeki laut yang telah menghidupi mereka selama satu tahun penuh.

Makna Nadran dalam Tradisi Nelayan Pesisir

Nadran merupakan upacara adat yang telah mengakar kuat di kalangan nelayan pesisir pantai utara Jawa. Dalam tradisi masyarakat Desa Bulak, nadran juga dikenal sebagai Pesta Laut atau Sedekah Laut, yakni bentuk sukuran dan slametan yang dilandasi doa bersama sebagai wujud penghambaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Tradisi ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan refleksi spiritual bahwa setiap hasil laut yang diperoleh merupakan rezeki atas izin Allah yang patut disyukuri dengan penuh keikhlasan.

Doa Bersama sebagai Inti Sedekah Laut

Seluruh rangkaian Sedekah Laut Nadran Kaligawe berpusat pada doa dan munajat kepada Allah. Nelayan muara, nelayan pinggiran, hingga para petambak berkumpul dalam kebersamaan untuk memanjatkan harapan agar diberikan keselamatan saat melaut, hasil tangkapan yang halal dan berkah, serta dijauhkan dari berbagai musibah.

Harapan Rezeki Berkah dan Keselamatan Melaut

Melalui nadran, masyarakat memohon agar pada tahun mendatang Allah SWT. melapangkan rezeki, menjaga keluarga para nelayan, serta meniadakan segala aral melintang yang dapat mengganggu aktivitas melaut dan kehidupan sehari-hari.

Kebersamaan Nelayan Muara Kaligawe

Sedekah Laut Nadran Kaligawe melibatkan seluruh elemen masyarakat pesisir di Desa Bulak, mulai dari nelayan tradisional, nelayan pinggiran, hingga para petambak. Tradisi ini menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat persaudaraan dan semangat gotong royong antarwarga.

Ketua Panitia Sakidin bersama H. Dariman menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga laut sebagai amanah dari Allah.

Pelestarian Tradisi yang Bernilai Ibadah

Selain menjaga warisan budaya leluhur, nadran dipahami masyarakat sebagai bagian dari ibadah sosial. Nilai sedekah, doa bersama, dan kepedulian terhadap sesama menjadi ruh utama dalam setiap pelaksanaannya.

Laut sebagai Amanah dari Allah

Masyarakat pesisir Desa Bulak meyakini bahwa laut bukan sekadar sumber penghidupan, tetapi juga amanah dari Allah yang harus dijaga keseimbangannya agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Sedekah Laut Nadran Kaligawe sebagai Kearifan Lokal

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Sedekah Laut Nadran Kaligawe menjadi simbol kearifan lokal masyarakat pesisir Indramayu yang memadukan nilai budaya dan nilai Islam dalam satu kesatuan hidup yang harmonis.

Rasa syukur, doa, dan kebersamaan terus dirawat oleh masyarakat Desa Bulak sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan nelayan yang penuh ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!