Example floating
RAMADAN MUBARAK

Ingin Hati Lebih Tenang? Saatnya Dekat dengan Al-Qur’an

Avatar photo
945
×

Ingin Hati Lebih Tenang? Saatnya Dekat dengan Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

Ramadan dan Al-Qur’an: Dua yang Tak Terpisahkan

Memasuki hari kedelapan Ramadan, semangat ibadah umat Islam semakin menemukan ritmenya. Setelah melewati fase adaptasi fisik dan emosional di pekan pertama, kini saatnya memperkuat dimensi spiritual melalui kebiasaan tadarus Al-Qur’an.

Ramadan memiliki hubungan istimewa dengan Al-Qur’an. Di bulan inilah kitab suci umat Islam diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Karena itu, membaca, memahami, dan menghayati Al-Qur’an menjadi salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan selama Ramadan.

Tadarus bukan sekadar membaca. Ia adalah proses mendekatkan hati kepada firman Ilahi.

Mengapa Hari ke-8 Penting untuk Memulai Konsisten Tadarus?

Di hari kedelapan, pola ibadah biasanya mulai lebih stabil. Waktu sahur dan berbuka sudah terbiasa, ritme tidur mulai menyesuaikan, dan tubuh tidak lagi terlalu kaget dengan perubahan jadwal.

Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk membangun konsistensi membaca Al-Qur’an setiap hari.

Banyak orang memiliki niat mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan, namun sering kali terkendala oleh kesibukan atau kurangnya manajemen waktu. Padahal, jika dibagi secara sederhana, satu hari cukup membaca sekitar satu juz untuk bisa khatam dalam 30 hari.

Bahkan bagi yang belum mampu membaca satu juz, beberapa halaman setiap hari pun sudah menjadi langkah awal yang sangat berarti.

Manfaat Tadarus bagi Jiwa dan Pikiran

Membiasakan tadarus membawa banyak manfaat, di antaranya:

  • Menenangkan hati dan mengurangi stres.

  • Meningkatkan fokus dan ketenangan batin.

  • Memperkuat keimanan dan pemahaman agama.

  • Membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.

Di tengah kesibukan dunia modern, meluangkan waktu 15–30 menit untuk membaca Al-Qur’an dapat menjadi ruang refleksi yang menyejukkan jiwa.

Tidak Hanya Membaca, Tapi Memahami

Tadarus idealnya tidak berhenti pada membaca, tetapi juga mencoba memahami makna ayat-ayat yang dibaca. Saat ini tersedia banyak terjemahan dan tafsir yang mudah diakses, sehingga kedekatan dengan Al-Qur’an bisa semakin mendalam.

Ramadan adalah waktu terbaik untuk memulai. Bukan soal seberapa banyak halaman yang dibaca, tetapi seberapa dalam pesan yang meresap dalam kehidupan sehari-hari.

Hari kedelapan menjadi pengingat bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an bukan hanya target Ramadan, melainkan bekal sepanjang hayat.

Semoga kita tidak hanya memperbanyak bacaan, tetapi juga memperkuat hubungan hati dengan Al-Qur’an.

oleh : Dra. Hj. NURHAYATI, M.Pd.I

Ketua DPRD Kabupaten Indramayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!