INDRAMAYU # Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen di sawah, tetapi juga oleh kemampuan mengolah, menjaga kualitas, dan menyalurkan hasil pertanian hingga sampai ke meja makan masyarakat. Di tengah pentingnya ketersediaan beras sebagai kebutuhan pokok, H. Kastari, pengusaha muda asal Karangsinom, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menekuni sektor tersebut melalui usaha penggilingan padi dan perusahaan beras CV Mizan Amanah.
Momentum Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 menjadi pengingat bahwa kontribusi generasi muda bagi bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk kewirausahaan pangan. Usaha pengolahan beras merupakan salah satu ruang produktif yang mempertemukan potensi pertanian daerah, kegiatan ekonomi, dan kebutuhan dasar masyarakat.
H. Kastari Menekuni Usaha Beras dari Karangsinom
H. Kastari, sektor beras memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Melalui CV Mizan Amanah, ia menekuni usaha penggilingan padi dan beras yang menjadi bagian dari proses pengolahan gabah hasil panen menjadi beras siap dipasarkan.
“Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, usaha di sektor ini bukan hanya tentang bagaimana menjalankan bisnis, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen,” ujar H. Kastari.
Dalam prosesnya, usaha penggilingan padi membutuhkan perhatian terhadap kualitas bahan baku, pengolahan, penyimpanan, dan penanganan produk. Setiap tahapan berpengaruh terhadap mutu beras yang dipasarkan.
Bagi pelaku usaha, pengelolaan yang cermat menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus mempertahankan keberlangsungan bisnis di tengah perubahan kondisi pasar.
Penggilingan Padi Memiliki Peran dalam Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang jumlah produksi padi. Ketersediaan pangan juga dipengaruhi oleh penanganan pascapanen, penyimpanan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan akses masyarakat terhadap bahan pangan.
Pengusaha penggilingan padi dan beras menjadi salah satu penghubung antara petani dan konsumen. Pengolahan yang baik dapat membantu mempertahankan mutu hasil panen, sedangkan distribusi yang efisien mendukung kelancaran pasokan.
“Menurut saya, ketahanan pangan perlu didukung oleh kerja sama semua pihak. Petani menghasilkan gabah, penggilingan mengolahnya menjadi beras, dan pelaku usaha membantu menyalurkan produk kepada masyarakat. Setiap bagian memiliki peran yang saling berkaitan,” kata H. Kastari ke iqronews.click
Pandangan tersebut menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Petani, pengusaha, pemerintah, pelaku distribusi, dan konsumen memiliki peran dalam membangun sistem pangan yang lebih kuat.
Di sisi lain, pelaku usaha perlu menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan harga gabah, biaya produksi, kebutuhan modal, mutu bahan baku, dan persaingan pasar. Pengelolaan risiko, efisiensi operasional, serta kemitraan yang sehat menjadi bagian penting dari keberlanjutan usaha.
Potensi Pertanian Indramayu Membuka Peluang Kewirausahaan
Indramayu dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi penting di Jawa Barat. Potensi tersebut membuka kesempatan bagi tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari budidaya, penggilingan, perdagangan, penyimpanan, transportasi, hingga pemasaran hasil pertanian.
Kehadiran CV Mizan Amanah di Karangsinom menjadi bagian dari ekosistem usaha pengolahan hasil pertanian di daerah. Melalui pengelolaan yang profesional, usaha penggilingan padi dapat berperan dalam proses peningkatan nilai tambah gabah menjadi beras.
“Indramayu memiliki potensi pertanian yang besar. Potensi ini perlu dijaga dan dikembangkan agar hasil pertanian tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat. Menurut saya, sektor pangan masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan,” tambah H. Kastari.
Peluang tersebut dapat diperkuat melalui peningkatan kualitas pengolahan, manajemen usaha, inovasi pengemasan, pemasaran digital, dan efisiensi distribusi. Dengan demikian, bisnis beras tidak hanya mengandalkan pola perdagangan konvensional, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan konsumen.
Namun, potensi usaha tetap perlu ditopang perencanaan yang matang, pengelolaan keuangan yang sehat, dan pemahaman terhadap dinamika pasar. Keberhasilan bisnis pangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya permintaan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kualitas dan mengelola biaya secara berkelanjutan.
Sumpah Pemuda 2026, Momentum Generasi Muda Terjun ke Sektor Pangan
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa semangat kepemudaan perlu diwujudkan melalui karya, keberanian berusaha, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sektor pangan layak menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda. Selain berkaitan dengan kebutuhan dasar, bidang ini menawarkan peluang pengembangan usaha melalui teknologi pengolahan, pencatatan produksi, pengemasan, pemasaran digital, dan penguatan rantai pasok.
“Saya berharap generasi muda tidak ragu untuk belajar dan mencoba usaha di sektor pertanian maupun pangan. Peluangnya perlu dipelajari dengan serius, dikelola dengan baik, dan dikembangkan melalui inovasi. Anak muda bisa ikut berkontribusi membangun ekonomi daerah sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat,” kata H. Kastari.
Regenerasi pelaku usaha penting agar sektor pangan terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Perpaduan pengalaman di lapangan dengan kemampuan manajerial dan pemanfaatan teknologi dapat membantu meningkatkan daya saing usaha.
Bagi generasi muda yang ingin masuk ke sektor ini, langkah awal dapat dilakukan melalui pembelajaran mengenai rantai pasok pertanian, pengelolaan modal, standar mutu, pemasaran, serta pembangunan kemitraan dengan petani dan pelaku usaha lainnya.
Kolaborasi Menjadi Kunci Penguatan Rantai Pangan
Ketahanan pangan yang berkelanjutan membutuhkan kerja bersama. Petani berperan menghasilkan gabah, penggilingan padi mengolah hasil panen, pelaku distribusi menyalurkan produk, sedangkan pemerintah berperan membangun kebijakan dan infrastruktur pendukung.
Hubungan usaha yang transparan, informasi harga yang memadai, penanganan pascapanen yang baik, serta distribusi yang efisien dapat mendukung ekosistem pangan yang lebih sehat.
“Ke depan, saya berharap hubungan antara petani dan pelaku usaha bisa terus diperkuat. Kerja sama yang baik dan saling menguntungkan penting agar usaha dapat berjalan berkelanjutan dan sektor pangan daerah semakin berkembang,” ujar H. Kastari.
Kemitraan yang baik perlu diwujudkan melalui komunikasi terbuka, kesepakatan yang jelas, perhatian terhadap mutu hasil pertanian, dan pengelolaan usaha yang bertanggung jawab. Dengan pendekatan tersebut, penguatan bisnis dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan rantai pangan.
Dari Karangsinom untuk Indonesia, Semangat Pemuda dalam Ketahanan Pangan
Melalui usaha penggilingan padi dan perusahaan beras CV Mizan Amanah, H. Kastari menekuni bidang usaha yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kiprahnya menjadi pintu masuk untuk melihat peluang kewirausahaan di sektor pangan yang memiliki arti penting bagi perekonomian daerah dan kehidupan sehari-hari.
Momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa kontribusi bagi bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai profesi dan bidang usaha. Generasi muda dapat mengambil bagian melalui inovasi, profesionalisme, kemitraan yang bertanggung jawab, serta komitmen terhadap kualitas produk.
Dari Karangsinom, Indramayu, semangat membangun ketahanan pangan dapat tumbuh melalui kerja sama petani, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan keberanian untuk terus belajar, sektor pangan diharapkan semakin mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketersediaan bahan pangan yang bermutu dan terjangkau.
Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, melainkan juga tentang mengambil bagian dalam membangun masa depan. Salah satunya melalui kewirausahaan pangan yang produktif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.













