NUSANTARA

Sidang Isbat Hari Ini! Ini Prediksi Lebaran Versi Muhammadiyah, BMKG, dan BRIN

Avatar photo
1051
×

Sidang Isbat Hari Ini! Ini Prediksi Lebaran Versi Muhammadiyah, BMKG, dan BRIN

Sebarkan artikel ini

Jakarta  #Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Indonesia berpotensi kembali mengalami perbedaan. Sejumlah organisasi Islam dan lembaga telah mengeluarkan prediksi masing-masing, sementara pemerintah akan menetapkan secara resmi melalui Sidang Isbat pada Kamis (19/3/2026) malam.

Sidang Isbat akan digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Jadwal Lengkap Sidang Isbat Lebaran 2026

Rangkaian Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H berlangsung sebagai berikut:

  • 16.30 WIB: Seminar posisi hilal (live streaming Bimas Islam TV dan media sosial)

  • 18.45 WIB: Sidang Isbat (tertutup)

  • 19.25 WIB: Konferensi pers penetapan (live streaming)

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 dan didasarkan pada metode hisab dengan Parameter Kalender Global (PKG).

Secara astronomi, saat Matahari terbenam pada hari ijtimak, telah terdapat wilayah di bumi yang memenuhi kriteria tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. Salah satu wilayah tersebut berada di koordinat 64° LU dan 42° BT, dengan tinggi bulan sekitar 6° 29′ dan elongasi 8°.

BMKG: Hilal di Indonesia Masih di Batas Minimum

Berdasarkan perhitungan BMKG, posisi hilal di Indonesia saat Magrib 19 Maret 2026 masih relatif rendah.

  • Ketinggian hilal: 0,91° (Merauke) – 3,13° (Sabang)

  • Elongasi: 4,54° – 6,1°

  • Umur bulan: 7,41 – 10,44 jam

Data ini menunjukkan bahwa hilal berada di sekitar ambang batas visibilitas, sehingga hasil rukyatul hilal (pengamatan langsung) akan sangat menentukan.

BRIN Prediksi Lebaran Jatuh 21 Maret 2026

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa secara astronomi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS di wilayah Asia Tenggara saat Magrib 19 Maret 2026.

“Fakta astronomi menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, BRIN memprediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, menunggu keputusan resmi sidang isbat.

Persis dan Pemerintah Cenderung 21 Maret 2026

Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) juga menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan metode hisab imkan rukyat yang menggabungkan perhitungan astronomi dan kemungkinan terlihatnya hilal.

Sementara itu, pemerintah melalui Kemenag akan menetapkan secara resmi melalui sidang isbat yang melibatkan BMKG, BRIN, observatorium, serta ormas Islam termasuk Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kemenag, Idulfitri juga diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Penentuan Akhir Menunggu Hasil Rukyat

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa keputusan akhir tetap mengacu pada kombinasi hisab dan rukyat.

Jika hilal tidak terlihat pada petang ini, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga Idulfitri jatuh pada Sabtu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!