Example floating
MERAH PUTIH

Kebijakan Baru Usai Lebaran: WFH Seminggu Sekali untuk Tekan Harga Energi

Avatar photo
1136
×

Kebijakan Baru Usai Lebaran: WFH Seminggu Sekali untuk Tekan Harga Energi

Sebarkan artikel ini
Foto: Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Instagram/sekretariat.kabinet)

Jakarta # Pemerintah mulai menggeser cara pandang terhadap kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH). Jika sebelumnya identik dengan fleksibilitas kerja, kini WFH diposisikan sebagai bagian dari strategi besar negara dalam menjaga ketahanan energi di tengah gejolak global.

Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah antisipatif dengan mendorong efisiensi energi lintas sektor. Langkah ini dibahas dalam rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

“Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 19 Maret 2026,” tulis @sekretariat.kabinet.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Kabinet yang dilansir dari Detik.com, pertemuan tersebut secara khusus membahas langkah strategis pemerintah dalam merespons dinamika global yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan harga energi.

WFH: Dari Solusi Pandemi Jadi Strategi Energi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa skema WFH satu hari dalam sepekan sedang dimatangkan sebagai salah satu solusi konkret.

Menurutnya, pengurangan mobilitas harian masyarakat berpotensi menekan konsumsi BBM secara signifikan. Bahkan, penghematan bisa mencapai sekitar seperlima dari penggunaan normal, terutama dari sektor transportasi.

“Karena itu ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” kata Airlangga, dilansir dari Detik.com usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Tidak Hanya ASN, Swasta Juga Didorong Ikut

Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diikuti oleh sektor swasta serta pemerintah daerah.

Pemerintah saat ini masih menyusun skema teknis implementasi agar kebijakan ini dapat berjalan efektif tanpa mengganggu produktivitas kerja.

“Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga Pemda-Pemda,” ujarnya.

Langkah Moderat di Tengah Tekanan Global

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, pemerintah memilih langkah yang lebih moderat namun strategis.

WFH dinilai sebagai solusi yang tidak hanya menekan konsumsi energi, tetapi juga memberi dampak positif lain seperti mengurangi kemacetan dan biaya logistik.

Rencana penerapan kebijakan ini akan dimulai setelah Lebaran 2026, meski waktu pastinya masih menunggu finalisasi pemerintah.

“Pasca lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” kata Airlangga, dilansir dari Detik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!