INDRAMAYU # Pelantikan pengurus bukan sekadar pergantian kepemimpinan atau pengesahan struktur organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi awal pembuktian komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, membangun kepedulian, dan menghadirkan manfaat melalui kerja nyata.
Semangat itulah yang diharapkan mewarnai kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Indramayu masa bakti 2026–2031 yang resmi dilantik di Aula Gedung Juang 45 Kabupaten Indramayu, Senin (19/10/2026).
Pelantikan dipimpin Ketua DPD PSIB Provinsi Jawa Barat, Brigadir Jenderal H. Kemal Hendrayadi, S.I.P. (Purn.), didampingi Sekretaris DPD PSIB Jawa Barat, Drs. H. M. Ichsan Said, M.M. Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Indramayu, Winaryo, S.STP., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
H. Tarjono dipercaya memimpin DPC PSIB Kabupaten Indramayu. Ia didampingi Raswanta sebagai Wakil Ketua, Aal Hamaludin sebagai Sekretaris, Dion Soeparman sebagai Wakil Sekretaris, Kurni bin Sagi sebagai Bendahara, serta Daenah binti Darpan sebagai Wakil Bendahara.
Dengan kepengurusan baru ini, PSIB diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun kemitraan yang produktif bersama pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Brigjen H. Kemal Hendrayadi,S.Ip., Dorong Organisasi Bergerak dengan Program Nyata
Ketua DPD PSIB Jawa Barat, Brigadir Jenderal H. Kemal Hendrayadi, S.I.P. (Purn.), diharapkan mendorong pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah organisasi secara konsisten, menjaga kekompakan, dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Brigadir Jenderal H. Kemal Hendrayadi, S.I.P. (Purn.), menekankan pentingnya sinergi organisasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
“Pengurus yang telah dilantik harus mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik, menjaga kekompakan, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Kami berharap PSIB dapat mengambil bagian dalam mendukung program pembangunan, khususnya ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar H. Kemal Hendrayadi, S.I.P.
Pesan tersebut menempatkan organisasi kemasyarakatan bukan hanya sebagai wadah berkumpul, melainkan juga sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan anggota dan memperluas partisipasi warga dalam pembangunan.
Ukuran keberhasilan organisasi pada akhirnya tidak cukup dilihat dari jumlah pengurus atau kegiatan seremonial. Keberhasilan juga perlu tercermin dalam kesinambungan program, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta kemampuan membangun kerja sama yang terbuka dan bertanggung jawab.
H. Tarjono: Semangat Kebersamaan Menjadi Modal Pengabdian
Bagi Ketua DPC PSIB Kabupaten Indramayu, H. Tarjono, kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan dan menumbuhkan semangat pengabdian seluruh anggota.
Draf pernyataan berikut masih perlu dikonfirmasi kepada Tarjono sebelum digunakan sebagai kutipan langsung.
“Setelah pelantikan ini, kami berharap seluruh pengurus dan anggota semakin kompak, saling mendukung, dan bekerja bersama untuk membesarkan organisasi. Kami ingin PSIB hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan pemerintah daerah, serta ikut mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indramayu.” ujar H. Tarjomo
Semangat tersebut sejalan dengan filosofi Sunda Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh yang menjadi nilai penting dalam membangun kehidupan bersama.
Silih asah mengajarkan pentingnya saling mencerdaskan, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan. Silih asih menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan solidaritas. Sementara silih asuh mengandung makna saling membimbing, menjaga, serta mengayomi.
Ketiga nilai itu dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi, mulai dari menghargai perbedaan pendapat dan menyelesaikan persoalan melalui dialog hingga membangun kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dukungan.
Dengan demikian, filosofi tersebut tidak berhenti sebagai semboyan, tetapi menjadi pedoman perilaku dalam menjalankan organisasi dan berinteraksi dengan masyarakat.
Winaryo, S.STP. Harapkan PSIB Menjadi Mitra Pembangunan Daerah
Kehadiran Kepala Dinas Kesbangpol Kabupaten Indramayu, Winaryo, S.STP., dalam pelantikan tersebut menjadi bagian dari momentum membangun komunikasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah.
Winaryo, S.STP., PSIB diharapkan dapat menjadi mitra yang konstruktif dalam menjaga persatuan, mendukung kondusivitas daerah, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan kemitraan dengan pemerintah daerah.
Kemitraan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan akan lebih bermanfaat apabila dibangun melalui komunikasi terbuka, pembagian peran yang jelas, dan program yang menjawab kebutuhan warga.
Organisasi dapat membantu menyerap aspirasi masyarakat, mengembangkan potensi lokal, serta menggerakkan kegiatan sosial dan ekonomi. Di sisi lain, pemerintah daerah dapat memberikan arahan, fasilitasi, dan ruang kolaborasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketahanan Pangan Membuka Ruang Kontribusi PSIB
Salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan PSIB di Indramayu adalah ketahanan pangan. Sebagai daerah yang memiliki potensi pertanian, perikanan, dan peternakan, Indramayu mempunyai ruang luas untuk mengembangkan kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat.
Kepengurusan PSIB memiliki bidang yang relevan untuk mendukung upaya tersebut, di antaranya pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan, ekonomi dan koperasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Kontribusi organisasi dapat dimulai dari langkah yang realistis, seperti mempertemukan anggota dengan kelompok tani dan nelayan, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, menjajaki kemitraan koperasi, serta mendorong kegiatan ekonomi produktif sesuai kapasitas anggota.
Namun, gagasan tersebut perlu diterjemahkan menjadi program kerja yang terukur. Penentuan sasaran, pemetaan kebutuhan masyarakat, pembagian tanggung jawab, dan evaluasi hasil menjadi penting agar kegiatan tidak berhenti pada wacana.
Ketahanan pangan juga tidak hanya menyangkut ketersediaan hasil produksi. Aspek keberlanjutan usaha petani dan nelayan, akses masyarakat terhadap pangan, serta kesejahteraan pelaku usaha pangan perlu menjadi bagian dari perhatian bersama.
Pelantikan Menjadi Awal Pembuktian Komitmen
Pelantikan pengurus DPC PSIB Kabupaten Indramayu masa bakti 2026–2031 membuka kesempatan bagi organisasi untuk memperkuat peran sosialnya sekaligus membangun kemitraan yang lebih produktif.
Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan amanah organisasi menjadi program yang jelas, berkelanjutan, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan menjadikan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh sebagai pedoman, PSIB diharapkan tumbuh sebagai organisasi yang solid, terbuka terhadap kolaborasi, dan mampu mengembangkan potensi anggotanya untuk kepentingan bersama.
Pada akhirnya, nilai sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin atau berapa banyak pengurus yang dilantik, tetapi juga oleh seberapa konsisten organisasi tersebut menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Bagi PSIB Indramayu, periode 2026–2031 menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa semangat persatuan dapat diwujudkan melalui pengabdian, pemberdayaan ekonomi, dan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.















