INDRAMAYU # Keamanan lingkungan tumbuh dari kepedulian sederhana: menghormati sesama, menjaga kerukunan, dan berani mengambil peran dalam melindungi lingkungan sekitar. Semangat inilah yang disampaikan Kapolsek Kandanghaur, AKP Joni, S.H., saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid At-Taubah, Blok Cilet, Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).
Melalui khutbah bertema “Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Menjaga Keharmonisan Kehidupan Sehari-hari”, AKP Joni mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan, menghormati perbedaan, serta membangun lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan semata-mata tugas kepolisian. Partisipasi warga, komunikasi yang baik, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan fondasi penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Meneladani Rasulullah untuk Memperkuat Persaudaraan
Dalam khutbahnya, AKP Joni,S.H., menekankan pentingnya menerapkan keteladanan Rasulullah SAW, terutama nilai kasih sayang, toleransi, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan beragama, tetapi juga dapat diterapkan untuk membangun hubungan sosial yang sehat. Menghargai tetangga, menghindari perselisihan, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog merupakan langkah sederhana yang berdampak nyata bagi keharmonisan lingkungan.
Suasana yang aman dan tenteram akan lebih mudah terwujud ketika masyarakat mampu mengendalikan emosi, menjaga komunikasi, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.
Pendekatan keagamaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketertiban sosial berawal dari sikap setiap individu dalam memperlakukan orang lain.
AKP Joni,S.H., Ingatkan Warga Tidak Mudah Terprovokasi
Usai shalat Jumat, AKP Joni,S.H., menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para jamaah. Ia mengajak masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama menyikapi kabar mengenai aksi unjuk rasa di sejumlah daerah yang berujung anarkis.
Menurut pesan yang disampaikannya, situasi keamanan yang kondusif membutuhkan lebih dari sekadar penegakan hukum. Kepercayaan masyarakat, komunikasi terbuka, dan kerja sama antara kepolisian dengan warga juga berperan penting dalam mencegah gangguan keamanan.
Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus penegak hukum. Karena itu, warga didorong untuk membangun komunikasi dengan kepolisian apabila mengetahui potensi gangguan keamanan, menemukan dugaan tindak kejahatan, atau membutuhkan bantuan.
Penyampaian informasi secara cepat dan bertanggung jawab dapat membantu aparat melakukan langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Bijak Bermedia Sosial, Cegah Kesalahpahaman
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat juga perlu meningkatkan kecermatan dalam menerima dan menyebarkan kabar melalui media sosial.
Informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memperkeruh suasana, bahkan memicu konflik. Karena itu, warga perlu memeriksa sumber informasi, memahami konteks pemberitaan, dan memastikan kebenarannya sebelum membagikannya kepada orang lain.
Sikap bijak bermedia sosial juga berarti tidak mudah terpancing oleh konten provokatif yang mengeksploitasi perbedaan pandangan, suku, agama, maupun kepentingan.
Ketika menghadapi persoalan, masyarakat diharapkan mengutamakan dialog dan musyawarah serta menggunakan jalur penyelesaian yang tepat. Langkah ini penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi permusuhan yang merugikan banyak pihak.
Literasi digital dengan demikian bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kesadaran menjaga tanggung jawab sosial dalam setiap informasi yang disebarkan.
Aktifkan Pos Kamling, Bangun Keamanan dari Lingkungan
Selain mengajak masyarakat menjaga kerukunan, Kapolsek Kandanghaur AKP Joni,S.H., mendorong pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan (pos kamling) sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah.
Pos kamling tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ronda, tetapi juga ruang bagi warga untuk mempererat hubungan, meningkatkan kepedulian, dan mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan keadaan yang mencurigakan.
Kegiatan ronda yang terkoordinasi memungkinkan warga saling mengenal dan bersama-sama mengenali potensi gangguan di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut dapat diperkuat melalui koordinasi dengan perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Meski demikian, warga tetap harus mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ketika menemukan dugaan tindak pidana. Penanganan persoalan perlu diserahkan kepada aparat berwenang agar berjalan sesuai aturan.
Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan bukan berarti mengambil alih tugas aparat, melainkan membangun kerja sama yang saling mendukung dan bertanggung jawab.
Sinergi Polisi dan Warga untuk Kandanghaur yang Kondusif
Kegiatan keagamaan tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Komunikasi langsung dengan jamaah diharapkan dapat membangun kepercayaan, memperkuat kedekatan, serta membuka ruang dialog mengenai persoalan keamanan di lingkungan warga.
Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan kepolisian yang responsif sekaligus masyarakat yang peduli. Polisi menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani, sementara masyarakat berperan menjaga ketertiban, mematuhi aturan, serta menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab.
Kedua peran tersebut saling melengkapi. Ketika komunikasi berjalan baik dan kepercayaan terus tumbuh, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih dini dan penyelesaian masalah bisa dilakukan secara lebih efektif.
Melalui kegiatan ini, Polsek Kandanghaur AKP Joni,S.H., berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kamtibmas dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti menghormati tetangga, mengendalikan emosi, tidak menyebarkan informasi palsu, menjaga kerukunan, dan berpartisipasi dalam kegiatan keamanan lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.30 WIB dengan situasi terpantau aman dan kondusif.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperkuat nilai keagamaan, literasi digital, kepedulian sosial, dan sinergi antara kepolisian dengan masyarakat, Kecamatan Kandanghaur diharapkan semakin menjadi lingkungan yang harmonis, damai, dan aman bagi seluruh warganya.
Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya.















