NUSANTARA

499 Tahun Indramayu: Bunda SWH Dorong Lompatan Besar Menuju Usia 500 Tahun

Avatar photo
17780
×

499 Tahun Indramayu: Bunda SWH Dorong Lompatan Besar Menuju Usia 500 Tahun

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU # Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-499 pada 7 Oktober 2026 menjadi momentum untuk tidak sekadar mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga melihat kembali arah pembangunan dan masa depan daerah. Menjelang usia lima abad, pertanyaan pentingnya bukan hanya seberapa panjang perjalanan Indramayu, melainkan seberapa besar perjalanan tersebut telah menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST. (Bunda SWH), menilai usia 499 tahun seharusnya menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan lompatan baru bagi Indramayu.

“Bagi saya, 499 tahun bukan hanya angka usia. Ini adalah kesempatan untuk melihat kembali perjalanan Indramayu, apa yang sudah kita capai, apa yang masih menjadi pekerjaan rumah, dan yang paling penting, apa yang ingin kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Bunda SWH.

Pembangunan Harus Kembali kepada Kesejahteraan Masyarakat

Menurut Bunda SWH, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran, banyaknya proyek, atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Pertanyaan seperti apakah petani semakin sejahtera, nelayan memperoleh kehidupan yang lebih baik, anak-anak mendapatkan pendidikan berkualitas, lapangan pekerjaan semakin terbuka, UMKM semakin kuat, serta pembangunan menjangkau desa-desa menjadi bagian penting dari refleksi 499 tahun Indramayu.

Perspektif tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan. Dengan demikian, momentum hari jadi tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.

Potensi Besar Indramayu Harus Menghasilkan Manfaat yang Lebih Merata

Indramayu memiliki beragam modal pembangunan, mulai dari pertanian, perikanan, industri, energi, perdagangan, UMKM, pariwisata hingga kekayaan sosial dan budaya.

Namun, potensi tersebut perlu dihubungkan dalam sebuah ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Bunda SWH menilai berbagai sektor tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling memperkuat.

Investasi, misalnya, diharapkan tidak hanya menghadirkan aktivitas industri, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat lokal. Industri perlu memiliki keterkaitan dengan UMKM dan dunia usaha daerah, sementara sektor pertanian membutuhkan dukungan teknologi, akses pasar dan perlindungan yang memadai.

Dengan pola tersebut, investasi dan pembangunan diharapkan menciptakan rantai manfaat ekonomi yang lebih panjang di dalam daerah.

Petani dan Nelayan Harus Menjadi Pelaku Utama Ekonomi

Sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam sektor pangan, pertanian menjadi bagian strategis dari masa depan Indramayu.

Bunda SWH menekankan bahwa petani tidak seharusnya hanya berada pada posisi sebagai penghasil bahan mentah. Mereka perlu didorong menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih besar, melalui penguatan teknologi pertanian, pembiayaan, pengolahan hasil, pengemasan, pemasaran hingga pemanfaatan platform digital.

Hal serupa berlaku bagi nelayan dan masyarakat pesisir. Besarnya potensi kelautan Indramayu perlu dikembangkan melalui perikanan, budi daya, pengolahan hasil laut, wisata pesisir dan ekonomi kreatif, dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Jangan sampai kita hanya mengambil hasil dari alam, tetapi lupa menjaga alamnya. Indramayu memiliki garis pantai yang panjang dan kekayaan laut yang besar. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus dijaga keberlanjutannya,” tutur Bunda SWH.

Pendidikan dan SDM Menjadi Investasi Menuju Lima Abad

Menjelang usia lima abad, pembangunan manusia dinilai tidak kalah penting dari pembangunan fisik.

Bunda SWH melihat perlunya membangun ekosistem yang menghubungkan pendidikan formal, pendidikan vokasi, pesantren, perguruan tinggi dan dunia industri. Anak-anak Indramayu perlu memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Tantangan tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang turut mengubah kebutuhan tenaga kerja.

“Anak-anak Indramayu jangan hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Kita harus menyiapkan mereka dengan pendidikan, keterampilan dan karakter yang kuat,” tegasnya.

Infrastruktur Harus Membuka Akses bagi Masyarakat

Sebagai wakil masyarakat Indramayu di DPRD Jawa Barat, Bunda SWH juga menyoroti pentingnya konektivitas pembangunan antara Indramayu dan wilayah lain di Jawa Barat.

Jalan, irigasi, transportasi, konektivitas digital dan fasilitas publik perlu dipandang sebagai instrumen untuk membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pasar, pekerjaan dan pelayanan pemerintah.

Pembangunan juga perlu memperhatikan wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses agar masyarakat di pusat kota, desa maupun kawasan pesisir memperoleh kesempatan yang lebih setara untuk berkembang.

Lima Agenda Menuju Indramayu Usia 500 Tahun

Bunda SWH memandang tahun ke-499 sebagai masa untuk memperkuat fondasi sebelum memasuki usia lima abad.

Setidaknya terdapat lima agenda yang dinilai perlu diperkuat bersama, yakni:

  1. Memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
  2. Mengembangkan industri dan investasi yang memiliki keterkaitan dengan ekonomi masyarakat lokal.
  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, vokasi, pesantren dan keterampilan digital.
  4. Mengembangkan ekonomi pesisir dan kelautan dengan tetap menjaga lingkungan.
  5. Memperkuat UMKM dan ekonomi kreatif sebagai bagian penting ekonomi daerah.

Agenda tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, organisasi masyarakat, petani, nelayan, pelaku UMKM dan generasi muda.

Membawa Aspirasi Masyarakat ke Tingkat Provinsi

Bagi Bunda SWH, menjadi wakil rakyat bukan sekadar menjalankan fungsi representasi, tetapi memastikan aspirasi masyarakat memperoleh ruang dalam kebijakan dan pembangunan yang menjadi kewenangan provinsi.

Ia menilai komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus dibangun. Aspirasi dari bawah menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan arah pembangunan sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Lima Abad Harus Menjadi Lompatan Baru

Pada akhirnya, Hari Jadi Indramayu ke-499 menjadi pertanyaan bersama tentang daerah seperti apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.

Indramayu memiliki sejarah panjang, kekayaan alam, sumber daya manusia, budaya dan posisi strategis. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang nyata dan semakin merata.

Bunda SWH memilih melihat usia 499 tahun sebagai titik persiapan menuju lompatan besar.

“Lima abad bukan sekadar perayaan. Lima abad harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa Indramayu semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, pendidikannya semakin baik, ekonominya semakin kuat, dan budayanya tetap hidup,” ungkapnya.

Dengan demikian, Hari Jadi ke-499 tidak semestinya berhenti sebagai seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa sejarah telah memberikan fondasi, sementara masa depan membutuhkan keberanian untuk melanjutkan perjuangan.

499 tahun adalah warisan.
500 tahun adalah tantangan.
Dan masa depan Indramayu adalah tanggung jawab bersama.

 

Oleh :

Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST. (Bunda SWH)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai NasDem – Dapil Jabar XII

Jangan Lupa Bahagia
Bahagia bersama eSWeHa
Follow : @sriwahyuni.herman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!