INDRAMAYU # Pertumbuhan kawasan industri akan memberikan manfaat lebih besar ketika masyarakat di sekitarnya memiliki kesempatan untuk ikut berkembang. Bukan hanya melalui lapangan kerja baru, tetapi juga lewat pendidikan yang lebih relevan, peningkatan keterampilan, dan terbukanya peluang usaha bagi masyarakat lokal.
Semangat tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Kawasan Industri Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (16/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan kawasan industri sekaligus memastikan masyarakat setempat memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi daerah.
Transformasi Indramayu menuju kawasan industri modern tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi. Kesiapan sumber daya manusia (SDM), pemerataan akses pendidikan, serta sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha juga menjadi faktor penting agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
Penyelesaian Administrasi Investasi dan Sinergi Wilayah Jadi Perhatian
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyoroti pentingnya memastikan kesiapan kawasan industri serta menyelesaikan persoalan yang berpotensi menghambat pengembangan investasi.
Salah satu perhatian ialah penyelesaian administrasi, termasuk Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang belum tuntas. Tertib administrasi diperlukan agar pelaksanaan investasi berjalan sesuai ketentuan dan pengembangan kawasan dapat berlangsung lebih terarah.
Selain itu, hubungan antara pengelola kawasan industri dengan pemerintah desa dan kecamatan perlu diperkuat. Komunikasi yang baik akan membantu menyelaraskan kebutuhan perusahaan dengan kondisi masyarakat sekitar, termasuk dalam hal tenaga kerja, akses infrastruktur, dan peluang ekonomi lokal.
Dengan koordinasi lintas sektor, kawasan industri diharapkan tidak berkembang secara terpisah dari wilayah sekitarnya, melainkan menjadi bagian dari pembangunan daerah yang inklusif.
Pendidikan Vokasi Disiapkan untuk Menjawab Kebutuhan Industri 2027
Indramayu selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan kelautan. Kehadiran kawasan industri membuka peluang baru, sekaligus menuntut kesiapan generasi muda untuk menghadapi kebutuhan pekerjaan yang semakin beragam.
Dedi Mulyadi mendorong penguatan pendidikan vokasi, khususnya melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Ia juga meminta kepala sekolah SMK meningkatkan rekrutmen peserta didik serta memperluas kerja sama dengan kuwu atau kepala desa, pemerintah kecamatan, dan pengelola kawasan industri. Langkah tersebut diarahkan untuk menyongsong kebutuhan tenaga kerja pada 2027.
“Masyarakat Indramayu yang selama ini didominasi oleh sektor pertanian dan kelautan kini kita dorong untuk beradaptasi dengan pola hidup dan pendidikan yang baru sebagai masyarakat industri. Kepala sekolah SMK diminta meningkatkan rekrutmen siswa dan memperluas kerja sama dengan pihak kuwu, kecamatan, serta pengelola kawasan industri guna menyongsong kebutuhan tenaga kerja tahun 2027,” ujar Dedi Mulyadi.
Penguatan pendidikan vokasi bukan berarti meninggalkan sektor pertanian dan kelautan. Kedua sektor tersebut tetap menjadi bagian penting perekonomian Indramayu. Sebaliknya, pengembangan industri dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan baru sekaligus memperkuat usaha yang telah menjadi sumber penghidupan mereka.
Selain pekerjaan di perusahaan, peluang juga dapat tumbuh pada sektor pendukung, seperti transportasi, perdagangan, jasa, penyediaan makanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendataan Pendidikan yang Akurat agar Tidak Ada Anak Tertinggal
Di tengah peluang industrialisasi, keberlanjutan pendidikan menjadi persoalan penting. Anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah berisiko menghadapi keterbatasan pilihan pekerjaan apabila tidak memperoleh akses terhadap pendidikan alternatif atau pelatihan keterampilan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa pendidikan pada jenjang SMP, SMA, dan SMK negeri digratiskan melalui kebijakan yang berlaku. Namun, keberlanjutan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh biaya sekolah. Dukungan keluarga, kondisi sosial ekonomi, jarak ke sekolah, dan kesesuaian pilihan pendidikan turut memengaruhi keputusan anak untuk melanjutkan belajar.
Dedi Mulyadi menekankan perlunya pendataan faktual agar anak yang tidak tercatat melanjutkan sekolah formal di Jawa Barat tidak langsung dikategorikan sebagai putus sekolah.
“Berdasarkan data lapangan, banyak anak lulusan SMP yang tidak terdata melanjutkan sekolah di Jawa Barat ternyata menempuh pendidikan di pesantren di Jawa Tengah, Jawa Timur, atau di lembaga pendidikan Islam lainnya. Oleh karena itu, pendataan terkait status pendidikan warga harus dibuat secara faktual,” tutur Dedi Mulayadi.
Pendataan yang akurat membantu pemerintah membedakan anak yang benar-benar berhenti sekolah dengan mereka yang melanjutkan pendidikan melalui jalur lain. Hasil pendataan tersebut dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Pemerintah desa, sekolah, dan orang tua juga perlu berkolaborasi untuk memantau keberlanjutan pendidikan anak. Dengan pendekatan langsung kepada keluarga, hambatan pendidikan dapat dikenali lebih awal dan dicarikan solusi sesuai kebutuhan.
Kursus Bahasa Asing dan Keterampilan Membuka Peluang Lebih Luas
Selain pendidikan formal dan vokasi, Pemprov Jabar merencanakan pengembangan desa binaan yang menyediakan kursus bahasa asing. Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang menjadi beberapa bahasa yang direncanakan untuk dikembangkan sesuai kebutuhan.
Penguasaan bahasa asing dapat menjadi nilai tambah bagi calon tenaga kerja, terutama ketika perusahaan membutuhkan kemampuan komunikasi dengan tenaga ahli, mitra usaha, maupun jaringan bisnis internasional.
Meski demikian, program kursus perlu diselaraskan dengan kebutuhan industri dan peluang kerja yang tersedia. Pelatihan bahasa akan lebih bermanfaat apabila disertai keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, pembekalan etos kerja, serta informasi rekrutmen yang transparan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing memperoleh pekerjaan.
Lucky Hakim: Investasi Harus Membuka Peluang bagi Warga Lokal
Bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu, pengembangan kawasan industri menjadi momentum untuk memperluas kesempatan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menekankan pentingnya memastikan masyarakat lokal memiliki kesempatan untuk terlibat dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan industri.
“Pengembangan kawasan industri di Indramayu harus menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, kesiapan tenaga kerja, pendidikan, dan pelatihan keterampilan perlu menjadi perhatian bersama. Kami ingin masyarakat Indramayu tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan industri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat dan mengambil manfaat dari hadirnya investasi,” ujar Lucky Hakim.
Ia juga menyoroti pentingnya mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan potensi tenaga kerja lokal sejak dini. Pemetaan keterampilan lulusan SMA dan SMK, penyampaian informasi kebutuhan rekrutmen, serta pelatihan berbasis kompetensi dapat membantu mengurangi kesenjangan antara kualifikasi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.
“Koordinasi antara pemerintah, sekolah, pemerintah desa, dan pihak industri perlu diperkuat. Dengan mengetahui kebutuhan tenaga kerja sejak awal, program pendidikan dan pelatihan bisa diarahkan secara lebih tepat. Harapannya, anak-anak Indramayu mempunyai kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak tanpa harus selalu mencari peluang ke luar daerah,” ungkap Lucky Hakim.
Pertumbuhan Industri Perlu Berjalan Seiring dengan Kesejahteraan Warga
Transformasi menuju kawasan industri modern perlu memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Selain lapangan kerja, masyarakat membutuhkan akses terhadap pelatihan, peluang usaha, infrastruktur yang memadai, serta informasi yang jelas mengenai perkembangan kawasan.
Pemerintah daerah dan pengelola industri perlu membuka ruang dialog dengan masyarakat sekitar. Persoalan lingkungan, akses jalan, fasilitas umum, dan peluang bagi UMKM perlu menjadi bagian dari perencanaan seiring dengan berkembangnya kegiatan industri.
Sekolah juga perlu membangun hubungan yang lebih dekat dengan dunia usaha agar pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori. Sementara itu, masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan dan mendorong generasi muda untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat serta potensi yang dimiliki.
Keberhasilan industrialisasi tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi atau luasnya kawasan yang dibangun. Indikator lainnya adalah meningkatnya kesempatan kerja bagi warga lokal, membaiknya kualitas pendidikan, berkembangnya usaha masyarakat, serta terjaganya kualitas hidup di sekitar kawasan.
Kunjungan Gubernur Jawa Barat ke Kawasan Industri Losarang menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari penyelesaian administrasi investasi, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, penguatan SMK, hingga peningkatan akurasi pendataan pendidikan.
Pada akhirnya, masa depan industri Indramayu akan semakin kuat apabila pembangunan ekonomi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusia. Dengan pendidikan yang relevan, keterampilan yang memadai, dan kerja sama yang berkelanjutan, masyarakat lokal berpeluang menjadi pelaku utama dalam perjalanan Indramayu menuju kawasan industri modern.















