NUSANTARA

OJK Tegaskan PNM Resmi, UMKM Aman dari Rentenir?

Avatar photo
615
×

OJK Tegaskan PNM Resmi, UMKM Aman dari Rentenir?

Sebarkan artikel ini

OJK Hadir, Literasi Keuangan Jadi Sorotan

Indramayu, Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi sorotan dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Indramayu, Jumat (24/4/2026), di Gedung PGRI Indramayu.

Di tengah semangat “Menjadi Kartini Cerdas Finansial, Berkilau Luar Dalam,” Lebih dari 250 nasabah, mayoritas perempuan pelaku UMKM, mendapatkan edukasi penting: bagaimana memilih layanan keuangan yang aman dan terpercaya.

OJK Tegaskan: PNM Mekaar Bukan Bank Emok

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang salah memahami lembaga pembiayaan seperti PNM.

“PNM Mekaar adalah lembaga resmi milik pemerintah yang berada dalam ekosistem BUMN, bukan bank emok. Ini penting dipahami agar masyarakat tidak salah persepsi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa OJK memiliki fungsi mengatur, mengawasi, dan melindungi sektor jasa keuangan agar tetap sehat dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Lawan Rentenir dengan Literasi

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik rentenir atau pinjaman ilegal yang kerap merugikan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi praktik rentenir. Jangan sampai masyarakat terjebak dalam pinjaman yang memberatkan dan tidak memiliki perlindungan hukum,” ujar Agus Muntholib.

Pesan ini menjadi sangat relevan, terutama bagi pelaku UMKM yang sering membutuhkan akses modal cepat, namun berisiko jika tidak melalui jalur resmi.

    Baca Juga :

PKU Akbar Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan

Kegiatan PKU Akbar ini bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga edukasi keuangan yang menyeluruh. PNM menghadirkan berbagai program pendampingan, mulai dari pelatihan usaha hingga fasilitasi legalitas seperti NIB dan sertifikasi halal.

Tak hanya itu, acara juga diramaikan dengan stand pameran produk unggulan nasabah serta kelas binaan seperti kerajinan, kecantikan, memasak, photography, dan mini ruang pintar.

Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya belajar mengembangkan usaha, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.

Sinergi Jadi Kunci Perlindungan Masyarakat

Peran OJK dalam kegiatan ini memberi dampak penting: membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan resmi.

Pelaku UMKM kini tidak hanya fokus pada usaha, tetapi juga mulai memahami risiko dan pentingnya memilih lembaga keuangan yang legal.

Namun, tantangan tetap ada. Tanpa edukasi yang berkelanjutan, praktik rentenir masih berpotensi tumbuh di tengah kebutuhan ekonomi masyarakat.

Kehadiran OJK dalam PKU Akbar menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat itu sendiri.

Dengan sinergi yang kuat, literasi keuangan dapat terus ditingkatkan dan praktik keuangan ilegal bisa ditekan.

Kartini Cerdas Finansial Butuh Akses yang Aman

Semangat Kartini dalam kegiatan ini tidak hanya tentang keberanian berusaha, tetapi juga kecerdasan dalam mengelola keuangan.

OJK menegaskan bahwa perempuan pelaku UMKM harus menjadi “Kartini Cerdas finansial” yang tidak hanya mandiri, tetapi juga bijak dalam memilih akses pembiayaan.

Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut. Karena tanpa penguatan literasi, peluang besar UMKM bisa terganggu oleh risiko keuangan yang tidak sehat.

   Baca Fakta, Edukasi Berita

  • 250 nasabah hadir dalam PKU Akbar PNM
  • OJK tegaskan PNM Mekaar lembaga resmi milik pemerintah
  • PNM bukan bank emok, berbeda dari rentenir
  • Edukasi literasi keuangan jadi fokus utama
  • UMKM didorong lebih aman dan berdaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!