INDRAMAYU # Harapan Naliah, warga RT 003 RW 002, Desa Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci kembali terbuka. Setelah hampir satu tahun menunggu akibat tertundanya keberangkatan karena persoalan biro perjalanan, ia kini dijadwalkan mengikuti program umroh pada Desember 2026.
Kabar tersebut membawa kebahagiaan bagi Naliah dan keluarganya. Penantian yang sempat diwarnai kebingungan dan kesedihan kini mendapat titik terang melalui upaya penyiapan program keberangkatan pengganti oleh DPD Partai NasDem Kabupaten Indramayu.
Di balik kisah tersebut, tersimpan pelajaran penting bagi masyarakat tentang menjaga amanah, memulihkan kepercayaan, dan memastikan perjalanan ibadah diselenggarakan melalui biro perjalanan yang legal serta dapat dipertanggungjawabkan.
Persoalan Travel Membuat Puluhan Jamaah Menunggu Kepastian
Naliah sebelumnya memperoleh undian umroh. Namun, rencana keberangkatannya tidak berjalan sesuai harapan karena persoalan dengan biro perjalanan yang menjadi rekanan penyelenggara.
Berdasarkan keterangan pihak DPD Partai NasDem Kabupaten Indramayu, persoalan tersebut turut berdampak pada puluhan jamaah. Pihak travel yang berdomisili di Jakarta disebut sulit dihubungi dan keberadaannya belum diketahui secara jelas sehingga keberangkatan para jamaah mengalami hambatan.
Kondisi itu membuat para calon jamaah harus menunggu lebih lama dari jadwal yang diharapkan. Bagi mereka, penundaan bukan sekadar persoalan waktu, melainkan juga menyangkut kepastian dalam mempersiapkan ibadah yang telah lama dinantikan.
Di tengah situasi tersebut, pihak DPD Partai NasDem Kabupaten Indramayu menyiapkan skema keberangkatan pengganti pada Desember 2026 dengan rencana menggunakan biro perjalanan lain yang dinyatakan lebih kredibel dan telah diverifikasi.
Meski demikian, kepastian jadwal dan pelaksanaan keberangkatan tetap perlu didukung dokumen serta informasi tertulis mengenai penyelenggara, fasilitas, biaya jika ada, dan ketentuan perjalanan.
Bunda SWH: Jamaah Terdampak Menjadi Prioritas
Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Indramayu, Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, S.T., yang akrab disapa Bunda SWH, sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, menyampaikan permohonan maaf atas tertundanya keberangkatan para jamaah.
Ia mengatakan pihaknya berupaya mencari jalan keluar agar jamaah yang telah terdaftar tetap memperoleh kesempatan untuk berangkat.
“Benar, ada kendala dengan travel rekanan kami dari Jakarta yang sampai saat ini keberadaannya tidak jelas. Ada puluhan jamaah yang terdampak, salah satunya Ibu Naliah dari Paoman. Kami mohon maaf atas penundaan yang hampir satu tahun ini,” ujar Bunda SWH.
Menurutnya, program umroh yang direncanakan pada Desember 2026 disiapkan sebagai solusi bagi jamaah yang terdampak. Mereka akan menjadi prioritas dalam skema keberangkatan tersebut.
“Untuk itu, kami sudah siapkan paket pengganti di bulan Desember 2026. Semua jamaah yang tertunda akan kami prioritaskan. Kami pastikan menggunakan travel yang resmi, berizin Kemenag, dan memiliki rekam jejak yang jelas agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat memulihkan kepercayaan jamaah. Namun, komitmen itu juga perlu diwujudkan melalui kepastian legalitas penyelenggara, transparansi layanan, dan kejelasan jadwal hingga keberangkatan terlaksana.
Taufik Hadi Sutrisno Ingatkan Masyarakat Cermat Memilih Travel
Bendahara DPD Partai NasDem Kabupaten Indramayu, H. Taufik Hadi Sutrisno, yang juga menjadi panitia program umroh tersebut, membenarkan adanya penundaan keberangkatan jamaah akibat persoalan dengan biro perjalanan rekanan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu itu menyatakan pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk mengupayakan penyelesaian bagi jamaah yang telah terdaftar.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya tergiur harga murah atau janji keberangkatan cepat ketika memilih biro perjalanan umroh.
Calon jamaah perlu memeriksa legalitas penyelenggara, membaca perjanjian secara saksama, memahami fasilitas yang dijanjikan, serta memastikan hak dan kewajibannya sebelum melakukan pembayaran.
Langkah tersebut penting karena perjalanan umroh bukan hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga perencanaan administratif dan finansial yang matang. Keputusan memilih penyelenggara sebaiknya didasarkan pada informasi yang dapat diperiksa, bukan semata-mata promosi atau kepercayaan personal.
Air Mata Haru Naliah Setelah Hampir Setahun Menanti
Saat disambangi H. Taufik Hadi Sutrisno bersama Ustaz Rudi, Naliah mengungkapkan rasa haru setelah mendapat kabar mengenai rencana keberangkatannya.
Ia mengaku sempat merasa sedih dan bingung karena jadwal keberangkatan tak kunjung mendapat kepastian. Meski demikian, ia tetap berdoa dan berharap dapat menunaikan ibadah di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Akhirnya saya jadi berangkat umroh di bulan Desember nanti. Sudah hampir setahun saya menunggu, sempat bingung dan sedih karena travel yang dulu tidak jelas,” ujar Naliah.
Bersama keluarganya, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bunda SWH, H. Taufik Hadi Sutrisno, serta jajaran DPD Partai NasDem Kabupaten Indramayu yang telah mengupayakan solusi atas penundaan tersebut.
“Saya bersama keluarga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Ibu Dewan SWH dan Pak Dewan Taufik, juga kepada DPD Partai NasDem Indramayu yang sudah memberi rezeki untuk saya menghadap ke rumah Allah SWT. Semoga Allah membalas kebaikan bapak ibu panitia,” tuturnya.
Menjelang rencana keberangkatan, Naliah berharap dapat mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun mental, agar bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan khusyuk.
Menjaga Harapan, Memastikan Keberangkatan
Rencana keberangkatan Naliah pada Desember 2026 menjadi titik terang setelah penantian panjang. Meski demikian, keberangkatan tersebut masih perlu dipastikan melalui kesiapan administrasi, kejelasan penyelenggara, dan realisasi jadwal perjalanan.
Bagi Naliah, kesempatan kembali menatap Tanah Suci merupakan kabar yang disambut dengan rasa syukur. Bagi masyarakat, kisahnya menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap jamaah harus berjalan seiring dengan keterbukaan informasi, tanggung jawab pelayanan, dan kehati-hatian dalam memilih biro perjalanan.
Semoga rencana keberangkatan Naliah dan jamaah lainnya berjalan lancar, diberikan kesehatan, serta dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan memperoleh umroh yang mabrur.















