INDRAMAYU # Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Aula Kantor Kecamatan Patrol dan Masjid Al Abror, Rabu (29/7/2026). Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-56 Tingkat Kecamatan Patrol Tahun 2026, sebuah ajang yang tidak hanya menjadi perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkuat karakter religius masyarakat sekaligus menyiapkan generasi Qurani sebagai investasi masa depan Kabupaten Indramayu.
Penyelenggaraan MTQH menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak serta spiritual masyarakatnya.
MTQH Menjadi Komitmen Pembinaan Generasi Qurani
Pelaksanaan MTQH ke-56 merupakan tindak lanjut dari surat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Indramayu Nomor 07/LPTQ-IM/VII/2026, sekaligus hasil rapat pembentukan panitia yang digelar pada 12 Juni 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimcam, KUA, MUI, para kuwu, Ketua BPD, TP PKK Kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga peserta dari desa-desa se-Kecamatan Patrol. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama.
Puluhan Peserta Berkompetisi dalam Enam Cabang Musabaqah
Sebanyak 68 peserta mengikuti MTQH yang terbagi ke dalam enam cabang perlombaan, yakni Murottal, Tilawah Anak, Tilawah Remaja, Hifdzil Qur’an 1 Juz, Fahmil Qur’an, dan Syarhil Qur’an.
Para peserta merupakan hasil seleksi dari berbagai desa di Kecamatan Patrol yang telah menjalani pembinaan di lingkungan masing-masing. Mereka tidak hanya berlomba menampilkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil, tetapi juga menghafal, memahami, serta menyampaikan kandungan Al-Qur’an secara ilmiah dan komunikatif.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menunjuk 3 orang Dewan Hakim dan 5 orang Panitera yang berasal dari unsur KUA, UPZ, dan Pemerintah Kecamatan Patrol.
Adapun para juara yang berhasil meraih prestasi di antaranya:
- Cabang Murottal
- Juara I: Daenzy Seyhan (Sukahaji)
- Juara II: Nasya Azzahra (Patrol Lor)
- Juara III: Faiqoh Zihni A. (Sukahaji)
- Tilawah Anak
- Juara I: Ibrahim Al Khadafi (Sukahaji)
- Juara II: Nabilah (Sukahaji)
- Juara III: Mustofa Al Pawwar (Patrol Lor)
- Tilawah Remaja Putri
- Juara I: Farah Nur Fauziah (Sukahaji)
- Juara II: Sherina (Sukahaji)
- Juara III: Kanaya Anindya (Patrol)
- Tilawah Remaja Putra
- Juara I: Bagus Ahmad Evan (Sukahaji)
- Juara II: Fattan Albar (Sukahaji)
- Juara III: Teddy Fadilah (Sukahaji)
- Hifdzil Qur’an 1 Juz Putra
- Juara I: Faiz Hamy (Patrol Lor)
- Juara II: Brahma (Patrol)
- Juara III: Digdhaya (Patrol)
- Hifdzil Qur’an 1 Juz Putri
- Juara I: Mufi Datul (Patrol Baru)
- Juara II: Keiko (Bugel)
- Juara III: Anindhita (Sukahaji)
Sementara cabang Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an turut menghadirkan semangat kolaborasi melalui kemampuan peserta dalam memahami dan menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an kepada masyarakat.
Membangun Peradaban Dimulai dari Nilai-Nilai Al-Qur’an
Camat Patrol Bagus Asep Trisnadi, S.E. menegaskan bahwa MTQH bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun karakter masyarakat yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQH merupakan implementasi nyata Program REANG yang menjadi visi dan misi Bupati Indramayu, yakni Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.
“MTQH ini merupakan salah satu implementasi nyata dari visi dan misi Bupati Indramayu melalui Program REANG, khususnya pada pilar Religius. Kami ingin nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti di arena perlombaan, tetapi benar-benar membumi dan menjadi pedoman hidup masyarakat. Ketika masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an, akan lahir pribadi-pribadi yang jujur, amanah, disiplin, saling menghormati, serta memiliki kepedulian sosial. Inilah fondasi penting dalam membangun Indramayu yang lebih maju dan bermartabat,” ujar Bagus Asep Trisnadi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan religius tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah menghadirkan budaya membaca, memahami, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi mampu menjadi duta-duta Al-Qur’an di lingkungan masing-masing. Prestasi tentu membanggakan, namun yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an tercermin dalam akhlak, perilaku, dan kepedulian terhadap sesama. Dari sinilah akan lahir generasi Qurani yang mampu menjadi teladan bagi keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” katanya.
Bagus Asep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pembinaan Al-Qur’an sebagai gerakan bersama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Patrol untuk bersama-sama membudayakan membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jika nilai-nilai Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat, maka semangat gotong royong akan tumbuh, rasa aman dan nyaman akan tercipta, ekonomi kerakyatan berkembang melalui kejujuran dan keberkahan, sehingga cita-cita Program REANG dapat terwujud secara utuh,” ungkapnya.
MTQH Bukan Sekadar Mencari Juara, Tetapi Menanamkan Nilai Kehidupan
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pembinaan karakter menjadi tantangan yang tidak ringan. MTQH memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membentuk akhlak yang mulia.
Nilai-nilai yang dipelajari dalam Al-Qur’an seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, serta semangat gotong royong merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Karena itu, keberhasilan MTQH sejatinya tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi dari semakin banyaknya masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Cahaya Pembangunan Daerah
Pemerintah Kecamatan Patrol berharap para juara dapat terus meningkatkan kemampuan untuk mewakili Kecamatan Patrol pada MTQH tingkat Kabupaten Indramayu.
Lebih dari itu, semangat MTQH diharapkan mampu menginspirasi masyarakat agar membudayakan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ketika nilai-nilai agama tumbuh menjadi budaya, maka cita-cita mewujudkan Indramayu REANG bukan hanya menjadi slogan, melainkan menjadi gerakan nyata yang menghadirkan masyarakat religius, harmonis, berdaya saing, dan penuh kepedulian sosial.















