PROFILE TOKOH

Di Balik Pasokan Energi Nasional, Ada Perjuangan Kapten Maman Mengarungi Laut demi Kilang Balongan

Avatar photo
16919
×

Di Balik Pasokan Energi Nasional, Ada Perjuangan Kapten Maman Mengarungi Laut demi Kilang Balongan

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU # Tidak semua perjuangan menjaga ketahanan energi nasional berlangsung di daratan. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, para pelaut bekerja di tengah luasnya lautan, memastikan kapal tanker dapat bersandar, minyak mentah tersalurkan, dan operasional kilang tetap berjalan.

Salah satu sosok di balik pekerjaan penting tersebut adalah Maman Suherman (57), seorang nakhoda kapal tunda Transko Dara 3218 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Dengan pengalaman panjang di dunia pelayaran, pria asal Kuningan, Jawa Barat, ini menjadi bagian dari mata rantai penting distribusi energi di kawasan Kilang Balongan, Indramayu.

Mengawal Infrastruktur Energi dari Tengah Laut

Pada Kamis (22/10), Maman menjalankan tugas meninjau fasilitas Single Point Mooring (SPM) 35.000 DWT yang berada di perairan lepas pantai Balongan.

Dengan mengendalikan kapal tunda, ia mengarahkan pelayaran menuju fasilitas tersebut. Kapal Transko Dara 3218 memiliki panjang 33,36 meter, lebar 11 meter, dan tonase kotor 465 GT. Kapal ini dilengkapi teknologi azimuth stern drive (ASD), yang memungkinkan unit pendorong berputar hingga 360 derajat sehingga lebih mudah bermanuver.

Selain membantu kapal tanker bersandar dan bertolak, kapal tunda juga mengangkut personel menuju fasilitas lepas pantai untuk mendukung pemeriksaan dan kegiatan operasional.

Di kawasan tersebut, aktivitas kapal berlangsung silih berganti. Kapal tanker PIS Cinta, misalnya, terlihat melakukan pemuatan avtur berkapasitas 2.000 metrik ton untuk memenuhi kebutuhan penerbangan.

Kapten Maman, Pengabdian yang Ditempa Pengalaman

Bagi Maman, dunia pelayaran bukan sekadar pekerjaan, melainkan perjalanan panjang yang membentuk kemampuan dan ketangguhan.

Ia telah mengarungi berbagai perairan Nusantara, terlibat dalam kegiatan survei seismik dan eksplorasi minyak dan gas, hingga menjalani pelayaran internasional ke Sri Lanka.

Maman juga menyandang sertifikasi master mariner, sebuah kualifikasi profesional yang menjadi pencapaian penting dalam karier pelaut niaga.

Pengalamannya tidak selalu berlangsung dalam kondisi bersahabat. Ia pernah menghadapi gelombang setinggi delapan meter di Blok Masela, Laut Arafura. Situasi tersebut menuntut ketenangan, kecermatan, dan kemampuan mengambil keputusan.

Menariknya, Maman merupakan sosok pionir pemegang sertifikasi master mariner di perusahaan tempatnya bertugas sekarang.

Namun, di balik pencapaian profesional itu, terdapat pengorbanan pribadi yang tidak kecil. Selama enam bulan bertugas di laut, ia harus rela melewatkan berbagai momen bersama keluarga, termasuk Lebaran dan proses persalinan istrinya.

Masa tugasnya sebenarnya telah berakhir pada 1 Oktober 2026. Namun, karena belum tersedia nakhoda pengganti dan kebutuhan operasional, ia bersedia memperpanjang masa tugas demi memastikan kelancaran pelayanan energi.

“Biasa saja, tidak pulang karena sedang bertugas di laut,” tuturnya.

Kerja Senyap Awak Kapal Menjadi Kekuatan Operasional

Kelancaran pelayaran tidak hanya bergantung pada nakhoda. Ada awak kapal yang bekerja memastikan seluruh kebutuhan operasional terpenuhi.

Salah satunya Sri Hardoko, Chief Officer Transko Dara 3218, yang telah berkarier di dunia pelayaran sejak 1999.

Sebagai orang kedua dalam struktur komando kapal, Hardoko bertanggung jawab membantu navigasi, memastikan kelaiklautan kapal, memantau kesiapan awak, serta mengawasi pekerjaan pemasangan selang muat bersama para hose man.

Pekerjaan tersebut membutuhkan koordinasi dan ketelitian tinggi, terutama untuk memastikan sambungan selang terpasang dengan benar dan tidak terjadi kebocoran.

Keselamatan menjadi prinsip utama dalam setiap kegiatan. Prosedur Safety First diterapkan secara ketat, termasuk pemeriksaan perlengkapan keselamatan, kesiapan personel, serta sistem pemadam kebakaran.

Transko Dara 3218 diawaki sekitar sembilan hingga sepuluh orang yang bertugas di bagian dek dan mesin. Jadwal kerja dibagi dalam sistem pergantian sif untuk menjaga kesiapan dan mengurangi kelelahan.

Di tengah rutinitas tersebut, para awak kapal tetap berusaha menjaga kebersamaan. Menikmati kopi hangat, bermain gaple, menonton televisi, hingga menggunakan gawai saat mendapatkan sinyal menjadi kegiatan sederhana untuk melepas penat.

SPM, Simpul Penting Distribusi Energi Nasional

Di balik aktivitas para pelaut, terdapat infrastruktur maritim yang memiliki peran strategis bagi operasional Kilang Balongan.

Single Point Mooring merupakan fasilitas tambat kapal tanker untuk melakukan bongkar muat minyak mentah dan produk minyak melalui jaringan pipa bawah laut menuju daratan.

Di perairan Balongan terdapat tiga unit SPM dengan kapasitas berbeda, yakni 165.000 DWT untuk kapal tanker minyak mentah, 35.000 DWT untuk nafta dan minyak ringan, serta 17.500 DWT untuk produk lainnya.

Keberadaan fasilitas tersebut mendukung penerimaan bahan baku maupun penyaluran produk dari kilang yang memiliki kapasitas pengolahan 150.000 barel per hari.

Port Supervisor II Port Balongan PTK, Rema Prajanto, menjelaskan bahwa pelayanan kepelabuhanan dimulai sejak informasi kedatangan kapal diterima melalui radio, dilanjutkan pencatatan laporan, penentuan lokasi labuh, hingga penyiapan fasilitas penyandaran.

Menurutnya, ketepatan pelayanan sangat menentukan kelangsungan operasional kilang.

“Dari hulu ke hilir, kami ini pendukung awalnya. Ketika kapal tidak bisa disandarkan, otomatis tidak ada pembongkaran di sisi kilang, sehingga produksi bisa terdampak,” ujarnya.

Sepanjang Januari hingga September 2026, aktivitas kapal di kawasan tersebut tercatat mencapai 337 kunjungan atau rata-rata 40–45 kunjungan setiap bulan.

Untuk menunjang pelayanan, PTK mengoperasikan 12 kapal tunda. Delapan kapal melayani Refinery Unit Balongan, sementara empat lainnya mendukung Integrated Terminal Balongan. Kegiatan operasional darat juga melibatkan 130 tenaga alih daya.

Keselamatan Laut, Komitmen yang Tidak Bisa Ditawar

Selain kelancaran pelayanan, keselamatan menjadi aspek yang terus dijaga dalam setiap aktivitas bongkar muat.

Marine Terminal Safety Inspector PTK, Handri Setiawan, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebelum kegiatan dimulai. Pemeriksaan mencakup kapal dan fasilitas darat menggunakan daftar periksa yang mengacu pada International Safety Guide for Oil Tankers and Terminals (ISGOTT).

Pemeriksaan juga dilakukan secara berkala setiap dua atau empat jam sesuai kesepakatan.

Sementara itu, kesiapan menghadapi risiko pencemaran laut menjadi perhatian tersendiri. Oil Spill Response & Marine Compliance PTK, Mohamad Faried Ma’ruf, menjelaskan bahwa perusahaan menyiapkan sejumlah peralatan penanggulangan tumpahan minyak.

Peralatan tersebut meliputi oil boom untuk membatasi penyebaran minyak, oil skimmer untuk mengangkat minyak dari permukaan air, serta oil sorbent pad untuk menyerap tumpahan dalam skala kecil.

Menurut Faried, penanganan dilakukan berdasarkan identifikasi sumber kebocoran, jenis dan volume minyak, serta kondisi perairan. Selama sekitar sepuluh tahun terakhir, menurut keterangannya, tidak terjadi tumpahan besar di wilayah tersebut.

Pengabdian Pelaut, Bagian dari Ketahanan Energi Indonesia

Aktivitas di perairan Balongan memperlihatkan bahwa ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas kilang dan ketersediaan minyak mentah. Di dalamnya terdapat keterhubungan antara infrastruktur, teknologi, keselamatan, dan sumber daya manusia.

Para nakhoda, awak kapal, petugas tambat, hose man, hingga petugas keselamatan memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi.

Kisah Maman Suherman menjadi gambaran bahwa di balik energi yang digunakan masyarakat setiap hari, ada pengabdian para pekerja yang sering kali tidak terlihat.

Mereka bekerja jauh dari keluarga, menghadapi dinamika laut, sekaligus menjaga agar rantai pasokan energi tetap berjalan.

Dari tengah laut Balongan, dedikasi para pelaut memberikan pelajaran bahwa kekuatan energi nasional juga bertumpu pada profesionalisme, kedisiplinan, keselamatan, dan semangat pengabdian manusia di baliknya.

Baca Fakta Edukasi Berita

1. Sosok inspiratif

  • Maman Suherman, 57 tahun, berasal dari Kuningan.

  • Nakhoda kapal tunda Transko Dara 3218.

  • Pemegang sertifikasi master mariner dan pionir di perusahaan tempatnya bertugas.

  • Memiliki pengalaman pelayaran nasional dan internasional.

2. Pengorbanan dan dedikasi

  • Bertugas hingga enam bulan di laut.

  • Rela melewatkan Lebaran dan momen kelahiran anak.

  • Memperpanjang masa tugas karena belum tersedia nakhoda pengganti.

3. Infrastruktur strategis

  • Tiga fasilitas SPM di perairan Balongan.

  • Kapasitas pengolahan Kilang Balongan 150.000 barel per hari.

  • Kapal tunda membantu manuver tanker dan transportasi personel.

4. Aktivitas kepelabuhanan

  • 337 kunjungan kapal selama Januari–September 2026.

  • PTK mengoperasikan 12 kapal tunda.

  • Delapan kapal melayani RU Balongan dan empat mendukung Integrated Terminal Balongan.

5. Keselamatan dan lingkungan

  • Pemeriksaan mengacu pada ISGOTT.

  • Pemeriksaan berkala setiap dua atau empat jam.

  • Kesiapan oil boom, oil skimmer, dan oil sorbent pad untuk penanganan tumpahan minyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!