Profil Jejak Kebijakan: Mengintip Strategi Sandiaga Uno Memacu Mesin Ekonomi Kreatif Indonesia
Di bawah kepemimpinan Sandiaga Salahuddin Uno, arah ekonomi Indonesia mulai bergeser secara signifikan. Jika dahulu kita sangat bergantung pada pengerukan Sumber Daya Alam (ekonomi ekstraktif), kini fokus utama beralih pada “tambang” yang tidak akan pernah habis: ide, bakat, dan kreativitas manusia.
Sandiaga Uno membawa napas baru ke dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan pendekatan yang lebih teknokratis namun tetap lincah. Berikut adalah bedah kebijakan yang menjadi tonggak transformasi ekonomi kreatif di tanah air:
Filosofi 3G: Mesin Penggerak di Tengah Tantangan
Sandiaga tidak bekerja dengan tempo biasa. Ia memperkenalkan etos kerja 3G yang kini menjadi identitas kinerjanya:
-
Gercep (Gerak Cepat): Memangkas birokrasi agar bantuan dan kebijakan tepat sasaran, terutama saat krisis global menghantam.
-
Geber (Gerak Bersama): Mengedepankan kolaborasi pentahelix—menyatukan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media.
-
Gaspol (Garap Semua Potensi Lapangan Kerja): Targetnya ambisius, yakni menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru pada tahun 2024.
Desa Wisata: Kekuatan Baru dari Akar Rumput
Salah satu warisan kebijakan yang paling dirasakan dampaknya adalah pergeseran fokus ke Desa Wisata. Melalui program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Sandiaga membuktikan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya milik warga kota besar. Dengan menyulap kriya, kuliner, dan budaya lokal menjadi produk bernilai tinggi, kebijakan ini berhasil menekan angka urbanisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara mandiri.
Revolusi Finansial: HKI sebagai Jaminan Utang
Mungkin terobosan yang paling revolusioner adalah lahirnya PP Nomor 24 Tahun 2022. Melalui regulasi ini, Sandiaga menjawab keluhan klasik para kreator: “Punya ide tapi tak punya modal.” Kini, sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak cipta lagu, film, hingga desain grafis dapat dijadikan agunan di bank. Ini adalah pengakuan negara bahwa kekayaan intelektual memiliki nilai ekonomi yang setara dengan aset fisik seperti tanah.
Digitalisasi UMKM dan Fokus 17 Subsektor
Di era digital, Sandiaga mendorong gerakan Go Digital secara masif. Lewat kampanye Bangga Buatan Indonesia, pelaku ekonomi kreatif di pelosok kini memiliki akses pasar yang sama dengan pengusaha di kota besar. Fokusnya tajam pada 17 subsektor, mulai dari kuliner yang menyumbang PDB terbesar, hingga gim dan animasi yang menjadi ujung tombak ekspor digital Indonesia.
Membangun Masa Depan Berbasis Inovasi
Target Sandiaga sangat jelas: membawa kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional melampaui angka 7%. Dengan visi menjembatani kreativitas dan komersialisasi, ia tidak hanya sekadar memimpin kementerian, tetapi sedang membangun ekosistem di mana setiap anak muda Indonesia berani bermimpi dan hidup layak dari karya mereka sendiri.















