VITALITAS

HUT Klinik Gunungsari, Lebih dari 150 Warga Manfaatkan Pemeriksaan Mata Gratis

Avatar photo
15949
×

HUT Klinik Gunungsari, Lebih dari 150 Warga Manfaatkan Pemeriksaan Mata Gratis

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU # Bagi sebagian orang, gangguan penglihatan mungkin baru terasa penting ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu. Namun, lebih dari 150 warga Gunungsari dan sekitarnya memilih memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi mata secara gratis dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Klinik Gunungsari, Senin (28/9/2026).

Sejak pukul 09.00 WIB, warga berdatangan ke Klinik Gunungsari untuk mengikuti pemeriksaan mata dan berkonsultasi mengenai berbagai keluhan penglihatan. Pelayanan tersebut menghadirkan dr. Widiyana bersama tim dokter mata dari Klinik Indera Cirebon.

Masyarakat cukup membawa KTP untuk mengikuti pemeriksaan. Antusiasme warga menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan tidak berbiaya masih menjadi kebutuhan penting, terutama bagi masyarakat yang selama ini mungkin menunda pemeriksaan karena pertimbangan biaya maupun karena menganggap gangguan penglihatan sebagai persoalan biasa.

HUT Klinik Gunungsari Hadirkan Layanan yang Dirasakan Langsung Warga

Peringatan HUT Klinik Gunungsari tahun ini tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Owner Klinik Gunungsari, Tamrin, SE., M.Si., mengatakan pemeriksaan mata gratis merupakan bentuk kepedulian klinik terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan.

Menurut Tamrin, kesehatan mata masih belum selalu menjadi perhatian utama sebagian masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Padahal, mata merupakan salah satu pancaindra yang sangat vital dalam menunjang berbagai aktivitas kehidupan.

“Kami ingin HUT Klinik Gunungsari ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kami mengadakan pemeriksaan mata gratis, terutama untuk membantu masyarakat yang mungkin selama ini belum sempat atau belum terlalu memperhatikan kesehatan matanya,” ujar Tamrin.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan sebelum gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih menghambat aktivitas.

“Mata itu sangat penting dalam aktivitas sehari-hari. Jadi kalau sudah mulai ada keluhan atau perubahan penglihatan, sebaiknya diperiksa. Jangan sampai menunggu kondisinya semakin mengganggu baru kita peduli,” katanya.

Bagi Klinik Gunungsari, pelayanan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan manfaat nyata.

Lebih dari 150 Warga Antusias Memeriksakan Mata

Pelaksanaan pemeriksaan mata gratis mendapat sambutan positif dari masyarakat. Lebih dari 150 warga tercatat memanfaatkan layanan yang digelar dalam rangka HUT Klinik Gunungsari tersebut.

Warga datang dengan kebutuhan yang beragam. Sebagian ingin mengetahui kondisi penglihatannya, sementara lainnya datang karena mulai merasakan keluhan tertentu ketika membaca, bekerja atau menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada warga untuk berkomunikasi langsung dengan tenaga medis mengenai kondisi mata yang mereka alami.

Salah seorang peserta mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan mata gratis tersebut.

“Saya senang ada pemeriksaan gratis seperti ini. Kebetulan memang ingin memeriksakan mata, jadi ketika ada kegiatan di sini saya langsung ikut. Selain diperiksa, kita juga bisa bertanya langsung kepada dokter,” ungkapnya.

Peserta lainnya juga menilai kegiatan semacam itu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mulai memperhatikan kesehatan mata.

“Kalau ada kegiatan seperti ini masyarakat tentu terbantu. Kita bisa memeriksakan mata dan mengetahui kondisinya. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa ada lagi ke depannya,” ujarnya.

Antusiasme tersebut memperlihatkan bahwa akses terhadap pemeriksaan kesehatan preventif tetap memiliki arti penting. Kesempatan memperoleh pemeriksaan secara gratis dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih mengenali kondisi kesehatan dirinya.

dr. Widiyana,MM.: Jangan Abaikan Perubahan Penglihatan

Dalam kegiatan tersebut, dr. Widiyana,MM. bersama tim dokter mata dari Klinik Indera Cirebon memberikan pelayanan sekaligus edukasi kepada warga.

Menurut dr. Widiyana, MM. pemeriksaan mata penting dilakukan ketika seseorang mulai merasakan adanya perubahan pada kemampuan melihat. Tidak semua gangguan penglihatan langsung menimbulkan keluhan yang berat sehingga seseorang terkadang memilih membiarkannya.

Warga perlu lebih memperhatikan apabila mulai mengalami pandangan yang kurang jelas, mata mudah lelah, kesulitan membaca, sering menyipitkan mata ketika melihat atau merasakan perubahan dibandingkan kondisi penglihatan sebelumnya.

“Yang penting masyarakat jangan mengabaikan kalau sudah ada perubahan pada penglihatan. Kalau ada keluhan, lebih baik diperiksa supaya kita bisa mengetahui kondisi matanya dan menentukan langkah selanjutnya,” ujar dr. Widiyana,MM.

Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan mata tidak seharusnya baru muncul ketika gangguan penglihatan sudah menghambat aktivitas.

Pemeriksaan juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih tepat mengenai kondisi penglihatannya, sekaligus mengetahui apakah diperlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan Gratis Menjadi Pintu Masuk Edukasi Kesehatan

Kegiatan pemeriksaan mata gratis memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar pelayanan kesehatan dalam satu hari.

Bagi masyarakat yang selama ini belum sempat memeriksakan mata, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi penglihatannya. Sementara bagi penyelenggara, kegiatan ini menjadi sarana menyampaikan pesan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala ketika terdapat keluhan.

Mata digunakan hampir dalam seluruh aktivitas manusia. Membaca, belajar, bekerja, mengemudi, menggunakan telepon seluler, melihat lingkungan sekitar hingga menjalankan pekerjaan rumah tangga semuanya membutuhkan fungsi penglihatan.

Karena itu, perubahan kemampuan melihat sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai sesuatu yang wajar atau harus ditahan.

Keluhan seperti pandangan kabur, mata mudah lelah, kesulitan membaca tulisan, sering menyipitkan mata atau kesulitan melihat objek dari jarak tertentu dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dengan pemeriksaan yang tepat, masyarakat dapat memperoleh informasi lebih jelas mengenai kondisi matanya dan menentukan langkah berikutnya sesuai kebutuhan.

Menjaga Mata Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Kesehatan mata tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan ketika muncul keluhan. Kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran dalam menjaga kenyamanan dan fungsi penglihatan.

Masyarakat dapat memberikan waktu istirahat bagi mata ketika melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penglihatan dalam waktu lama. Pencahayaan yang memadai saat membaca maupun bekerja juga perlu diperhatikan.

Penggunaan perangkat digital secara bijak, menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata serta tidak menggunakan obat mata secara sembarangan juga penting diperhatikan.

Apabila keluhan menetap atau kemampuan penglihatan mengalami perubahan, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar memperoleh pemeriksaan yang sesuai.

Pesan utamanya sederhana: jangan menunggu gangguan semakin berat untuk mulai peduli terhadap kesehatan mata.

Klinik dan Masyarakat Membangun Kesadaran Kesehatan Bersama

Lebih dari 150 warga yang hadir dalam pemeriksaan mata gratis menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat masih memiliki ruang besar untuk memberikan manfaat.

Kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan warga dengan tenaga kesehatan, tetapi juga menciptakan ruang edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.

Bagi Klinik Gunungsari, HUT menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memiliki nilai sosial dan kesehatan.

Sementara bagi warga, pemeriksaan gratis memberikan kesempatan untuk lebih peduli terhadap kondisi penglihatannya.

Kegiatan semacam ini juga memperlihatkan bahwa upaya membangun masyarakat yang sehat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Edukasi sederhana, akses pemeriksaan dan kesempatan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan hidup sehat.

Dari Pemeriksaan Gratis Menuju Kesadaran Hidup Sehat

Tamrin berharap semangat kepedulian terhadap kesehatan dapat terus tumbuh dan tidak berhenti pada momentum HUT Klinik Gunungsari.

Keberadaan fasilitas kesehatan di tengah masyarakat diharapkan bukan hanya menjadi tempat yang didatangi ketika seseorang sudah sakit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pemeliharaan kesehatan.

Pemeriksaan mata gratis yang diikuti lebih dari 150 warga menjadi salah satu contoh bahwa pelayanan kesehatan dan kepedulian sosial dapat berjalan bersama.

Pada akhirnya, kesehatan mata bukan sekadar persoalan kemampuan melihat dengan jelas. Penglihatan yang terjaga turut mendukung seseorang untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, bergerak dan menjalankan berbagai aktivitas secara optimal.

HUT Klinik Gunungsari tahun ini pun membawa pesan yang sederhana namun penting: jangan menunggu mata bermasalah untuk mulai peduli. Ketika muncul keluhan atau perubahan penglihatan, manfaatkan layanan kesehatan dan lakukan pemeriksaan agar kondisi mata dapat diketahui dengan lebih baik.

Baca Fakta Edukasi Berita
  • Lebih dari 150 warga mengikuti pemeriksaan mata gratis.
  • Kegiatan digelar dalam rangka HUT Klinik Gunungsari.
  • Pemeriksaan berlangsung Senin, 28 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB.
  • Pelayanan menghadirkan dr. Widiyana dan tim dokter mata Klinik Indera Cirebon.
  • Peserta cukup membawa KTP.
  • Kegiatan menyasar masyarakat yang membutuhkan akses pemeriksaan mata.
  • Owner Klinik Gunungsari Tamrin, SE., M.Si., menekankan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mata.
  • dr. Widiyana,MM.  mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan penglihatan.
  • Pemeriksaan mata menjadi sarana pelayanan sekaligus edukasi kesehatan preventif.
  • Masyarakat didorong membangun kebiasaan menjaga kesehatan mata dalam aktivitas sehari-hari.
  • HUT Klinik Gunungsari diarahkan tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!