KEBIJAKAN

DPRD Soroti Kinerja PDAM, Transparansi & Solusi Air 2026 Jadi Sorotan Publik

Avatar photo
927
×

DPRD Soroti Kinerja PDAM, Transparansi & Solusi Air 2026 Jadi Sorotan Publik

Sebarkan artikel ini

Raker  Pansus III DPRD – LKPJ 2025: Transparansi PDAM Dibuka, Publik Ikut Mengawasi

Air bersih adalah kebutuhan dasar. Ketika distribusinya tersendat atau keruh, masyarakat langsung merasakan dampaknya. Karena itu, rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Indramayu dalam pembahasan LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025 menjadi momen penting.

Bertempat di Ruang Rapat Komisi III DPRD Indramayu, jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perumdam Tirta Darma Ayu hadir memberikan pemaparan terbuka. Forum ini bukan sekadar formalitas tahunan, tetapi ruang evaluasi bersama demi pelayanan air yang lebih baik. Jumat, 17 April 2026.

Ketua Pansus III DPRD Indramayu, Suhendri, SH., secara lugas mempertanyakan setoran ke kas daerah tahun 2025, realisasi tahun sebelumnya, hingga penggunaan mobil tangki untuk Embarkasi Haji 2026. Sikap kritis ini menunjukkan fungsi pengawasan berjalan aktif.

Kapasitas 1.350 Liter per Detik, Tapi Jaringan Masih Jadi Tantangan

Dalam paparannya, PDAM menyampaikan bahwa kapasitas suplai air saat ini mencapai 1.350 liter per detik. Angka ini bahkan disebut mencapai indikator 124 persen dalam laporan LKPJ.

Namun, PDAM menegaskan bahwa angka tersebut adalah indikator kapasitas produksi, bukan capaian menyeluruh layanan. Artinya, tantangan belum selesai.

Saat musim hujan pasca Lebaran, kualitas air sempat keruh. Penyebabnya bukan produksi, tetapi kondisi jaringan perpipaan yang belum sepenuhnya memadai. Ini menjadi catatan penting yang harus dibenahi.

Sebagai solusi, PDAM merencanakan pembangunan reservoir di tiga titik zona merah untuk memperkuat tekanan dan distribusi air. Langkah ini diapresiasi karena menunjukkan arah perbaikan yang konkret.

       Baca juga

Kerja Sama Regional & Industri, Peluang PAD Meningkat

Anggota Pansus III, H. Nico Antonio, ST., menyoroti kerja sama dengan PDAM Kuningan. Pasokan air yang sebelumnya 100 liter per detik direncanakan meningkat menjadi 300 liter per detik.

PDAM menjelaskan, teknis kerja sama masih dalam tahap lanjutan dan ketersediaan sumber air harus dipastikan agar tidak menimbulkan risiko baru.

Tak hanya itu, PDAM juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta seperti perusahaan pelayaran, PT BWI, hingga PT Polytama untuk kebutuhan industri. Wakil Ketua Pansus III, Kiki Arindi, ST., mempertanyakan skema investasi dan kepemilikan aset.

Jawaban PDAM cukup melegakan: aset nantinya akan menjadi milik PDAM, sementara durasi kerja sama masih dalam perhitungan matang.

Target PAD tahun 2025 disebut telah terpenuhi dan 2026 direncanakan meningkat. Ini tentu menjadi kabar baik bagi pendapatan daerah.

Manfaat Nyata bagi Masyarakat: Harapan Distribusi Lebih Stabil

Bagi masyarakat, yang terpenting bukan angka, tetapi air yang mengalir lancar dan jernih di rumah.

Jika reservoir terealisasi dan jaringan diperbaiki, wilayah yang selama ini masuk “zona merah” berpotensi menikmati distribusi yang lebih stabil. Tekanan air meningkat, keluhan berkurang.

Usulan tera ulang meteran oleh H. Tatang Sutardi, S.Sos., M.Si. juga menjadi langkah edukatif. Banyak keluhan muncul akibat meteran rusak atau tidak akurat. Jika pengamanan water meter diperkuat, potensi kehilangan air (non-revenue water) bisa ditekan.

Namun, masyarakat tentu berharap rencana ini tidak berhenti di atas kertas. Transparansi dan pengawasan harus berjalan konsisten.

Komitmen Pengawasan & Evaluasi 2026

Wakil Ketua Pansus III, Kiki Arindi, ST., juga menyoroti dugaan pencemaran bahan kimia yang perlu dibuktikan melalui uji laboratorium. Sikap ini menunjukkan kehati-hatian agar isu tidak berkembang tanpa dasar ilmiah.

Dewan Pengawas PDAM diminta memperkuat pengawasan internal agar kinerja lebih optimal dari tahun sebelumnya.

Evaluasi terhadap kendala 2025 diharapkan menjadi bahan pembelajaran serius untuk 2026. Bukan mencari kesalahan, tetapi memperbaiki sistem.

Air adalah Hak Dasar, Pelayanan Harus Terus Ditingkatkan

Rapat ini memberi pesan jelas: pelayanan air bukan sekadar bisnis, tetapi pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Langkah PDAM membangun reservoir, memperluas kerja sama, dan meningkatkan PAD patut diapresiasi. Namun perlu diingat, ekspansi ke sektor industri harus tetap memastikan kebutuhan rumah tangga terpenuhi lebih dulu.

Jika perencanaan matang dan pengawasan konsisten, masyarakat Indramayu bisa merasa lebih tenang. Air bersih mengalir, pelayanan transparan, dan kepercayaan publik tumbuh.

   Baca Fakta, Edukasi Berita

   Recap:

  • Kapasitas produksi air: 1.350 liter/detik
  • Rencana pembangunan 3 reservoir di zona merah
  • Kerja sama PDAM Kuningan: target pasokan 300 liter/detik
  • Target PAD 2025 terpenuhi, 2026 ditingkatkan
  • Usulan tera ulang meteran & penguatan pengawasan

     Transparansi dibuka, solusi dipaparkan, pengawasan diperkuat. Kini publik menunggu realisasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!