EKONOMI & UMKM

Apa Itu Kawasan Rebana? Peluang dan Tantangan bagi Indramayu

1152
×

Apa Itu Kawasan Rebana? Peluang dan Tantangan bagi Indramayu

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU  # Indramayu Kawasan Rebana kembali menjadi sorotan dalam konteks pembangunan Jawa Barat setelah pemerintah daerah dan provinsi menegaskan sinergi strategi perencanaan dan kebijakan. Kawasan Rebana  yang meliputi tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat  diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Apa Itu Kawasan Rebana

Kawasan Rebana adalah kawasan perencanaan ekonomi besar yang mencakup Indramayu, Subang, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Kawasan ini dirumuskan sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021, yang bertujuan mempercepat pembangunan industri, logistik, dan konektivitas wilayah. Dukungan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Kertajati menjadi tulang punggung pertumbuhan kawasan ini.

Pandangan Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Kawasan Rebana memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan yang perlu disikapi secara realistis dan bertahap.

Ia mengakui bahwa kontribusi investasi Kawasan Rebana terhadap total investasi Jawa Barat masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan kawasan industri yang lebih dulu berkembang.

“Rebana kita siapkan sebagai pusat pertumbuhan baru. Potensinya besar, tetapi memang masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” ujar Dedi Mulyadi dalam salah satu forum pembangunan daerah.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dasar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan minat investor. Akses jalan, konektivitas antarwilayah, serta dukungan layanan dasar perlu terus diperkuat agar pembangunan kawasan berjalan lebih optimal.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong pengembangan Kawasan Rebana, di antaranya melalui peningkatan koordinasi lintas daerah, percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, serta upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Pantura Jawa Barat, termasuk Kabupaten Indramayu.

Kesiapan Indramayu Menyambut Kawasan Rebana

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan bahwa Indramayu Kawasan Rebana merupakan kesempatan besar bagi daerah untuk meningkatkan investasi dan mempercepat pembangunan ekonomi lokal. Dalam forum Regional Summit 2025 di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Bupati mengatakan bahwa Indramayu telah menyiapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas lebih dari 14.110 hektare untuk mendukung investasi dan industrialisasi.

Menurut Bupati, dari total KPI tersebut, sekitar 3.340 hektare sudah dimanfaatkan, sementara lebih dari 10.770 hektare masih tersedia untuk investor potensial. Ia menyebut ini sebagai “kesempatan emas bagi investor untuk berperan dalam industrialisasi dan hilirisasi ekonomi Indramayu.”

Bupati Lucky juga memaparkan bahwa Indramayu memiliki potensi besar tidak hanya dari sisi industri, tetapi juga sektor pertanian. Ia menekankan bahwa produk pertanian Indramayu layak dikembangkan menjadi industri berbasis pertanian dalam Kawasan Rebana, sembari menjaga keseimbangan antara industrialisasi dan ketahanan pangan daerah.

Kepala Bappeda Litbang Indramayu, Dra. CH. Iin Indrayati, melalui Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan, Sukasa, Kawasan Rebana menjadi momentum penting dalam arah pembangunan daerah. Dengan perencanaan yang terukur dan kolaborasi lintas pemerintahan, Rebana diharapkan tidak hanya menjadi proyek pembangunan kawasan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Bappeda Indramayu menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kepentingan masyarakat lokal agar manfaat Kawasan Rebana benar-benar dapat dirasakan secara luas.

Secara internal, peran ini penting untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan daerah selaras dengan strategi kawasan Rebana, termasuk kebutuhan tata ruang, kesiapan infrastruktur lokal, dan penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan daya serap investasi.

Sebagai bagian dari Kawasan Rebana, Kabupaten Indramayu menatap masa depan pembangunan dengan semangat sinergi perencanaan, kebijakan yang tepat, dan komitmen bersama antara Bappeda, pemerintah daerah, dan provinsi. Jika dilaksanakan secara hati-hati dan berkelanjutan, Indramayu Kawasan Rebana berpotensi besar menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!