Langkah Baru Digital Pajak Bikin Warga Penasaran
Upaya memperkuat kemandirian fiskal di Indramayu mulai terasa makin konkret. Lewat kegiatan transformasi digital layanan pajak yang digelar di Swiss-Belinn Indramayu, Rabu (08/04/2026). Pemerintah daerah memberi sinyal kuat: urusan pajak kini ingin dibuat lebih mudah, transparan, dan minim celah kebocoran.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, secara tegas menyebut digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Harapannya sederhana tapi penting: uang pajak benar-benar masuk ke kas daerah, bukan “bocor” di tengah jalan.
Transformasi Digital Jadi Senjata Baru Tingkatkan PAD
Program ini fokus pada digitalisasi layanan PBB-P2 dan integrasi dengan layanan Samsat. Pemerintah daerah menggandeng banyak pihak, mulai dari provinsi hingga perbankan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Indramayu, Amrullah menyampaikan, transformasi digital merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menjelaskan, sektor pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD, terutama dari PBB-P2 dan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dalam lima tahun terakhir, penerimaan PBB-P2 mengalami peningkatan signifikan hingga 160 persen atau hampir Rp60 miliar.
“Pada tahun 2025, penerimaan PBB-P2 mencapai Rp 97,2 miliar atau naik sebesar 12,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Amrullah mengungkapkan, pada tahun 2026 ini telah didistribusikan sebanyak 681.537 SPPT kepada masyarakat. Selain itu, berbagai inovasi terus dilakukan, mulai dari pemutakhiran data hingga penerapan sistem digital untuk mempermudah akses layanan.
Fakta menariknya, penerimaan PBB-P2 di Indramayu naik hingga 160 persen dalam lima tahun terakhir. Bahkan di 2025, angkanya menyentuh Rp97,2 miliar. Ini menunjukkan bahwa ketika sistem diperbaiki, hasilnya bisa langsung terasa.
Beberapa inovasi yang mulai diperkenalkan:
- Penggunaan barcode pada SPPT untuk akses data real-time
- Pemutakhiran data pajak secara berkala
- Integrasi layanan digital seperti SAMBARA, e-Samsat, dan SIGNAL
- Distribusi lebih dari 681 ribu SPPT ke masyarakat
Langkah ini jadi bukti bahwa pelayanan pajak mulai bergerak ke arah yang lebih modern dan terbuka.
Bayar Pajak Lebih Mudah, Risiko “Main Belakang” Berkurang
Bagi masyarakat, perubahan ini bukan sekadar urusan teknis. Dampaknya cukup terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan sistem digital:
- Warga bisa lebih mudah mengecek dan membayar pajak
- Risiko pungutan liar atau kesalahan data bisa ditekan
- Informasi pajak jadi lebih transparan dan bisa diakses langsung
- Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berpotensi meningkat
Bahkan, dengan adanya barcode di SPPT, warga tak perlu lagi bingung atau khawatir soal kejelasan tagihan.
Arah Baru: Kolaborasi Jadi Kunci
Yang patut diapresiasi, program ini tidak berjalan sendiri. Ada sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga sektor perbankan seperti Bank bjb.
Ini penting, karena optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) memang tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Apalagi di tengah kondisi berkurangnya transfer dari pemerintah pusat, daerah dituntut lebih mandiri.
Semangat kolaborasi ini memberi harapan bahwa sistem ke depan bisa lebih solid dan berkelanjutan.
Harapan Besar, Tapi Tetap Perlu Dikawal
Transformasi digital ini jelas langkah maju yang layak diapresiasi. Transparansi meningkat, layanan dipermudah, dan potensi kebocoran mulai ditekan.
Namun, harapan masyarakat tentu tidak berhenti di seremoni atau sosialisasi saja. Implementasi di lapangan harus benar-benar konsisten, mudah digunakan, dan tidak menyulitkan warga yang belum terbiasa dengan teknologi.
Jika tidak dijalankan dengan serius, inovasi yang bagus ini bisa saja hanya jadi formalitas tanpa dampak nyata. Di sinilah pentingnya pengawasan bersama, agar digitalisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indramayu.














