FOKUS

Misteri Hilangnya Si “Pencatat Air”: Tips Aman Hindari Denda Ilegal!

Avatar photo
3877
×

Misteri Hilangnya Si “Pencatat Air”: Tips Aman Hindari Denda Ilegal!

Sebarkan artikel ini

Waspada Pencurian Meteran di Indramayu

Warga Indramayu, terutama di wilayah Jatibarang, Lohbener, hingga Kandanghaur, sepertinya harus mulai sering-sering melongok ke depan rumah. Fenomena “hilang misterius” bukan lagi soal mistis, melainkan puluhan unit meteran air (water meter) milik Perumdam Tirta Darma Ayu yang raib digondol maling. Kejadian ini bukan sekadar kehilangan barang, tapi punya efek domino yang bikin pusing tujuh keliling jika kita tidak tanggap.

Langkah Cepat Perumdam dan Investigasi Mandiri

Investigasi di lapangan menunjukkan para pelaku mengincar kuningan atau material meteran yang punya nilai jual.

Manajer Humas Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Budhi Suprihatin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini laporan kehilangan datang dari sejumlah wilayah.

“Untuk sementara sudah ada beberapa wilayah yang melapor seperti di Jatibarang itu ada 18 buah, Lohbener juga melaporkan ada lebih dari 5 buah, terus Kandanghaur juga, tapi kalau totalnya saat ini belum tahu karena sekarang masih berjalan pendataan dan belum masuk ke kita,” kata Budhi saat ditemui di kantornya, Senin (13/4/2026). dilansir dari FB #Indramayu Update

Namun, yang patut diapresiasi adalah gerak cepat unit wilayah yang langsung berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk memutus rantai pencurian ini sebelum meluas ke wilayah lain.

Dampak Nyata: Air Putus, Dompet Bisa Terkuras

Bagi kita sebagai pelanggan, hilangnya meteran ini adalah kerugian ganda. Pertama, aliran air ke rumah otomatis terputus bayangkan susahnya mandi atau memasak saat air mampet. Kedua, air dari pipa yang dipotong paksa akan terbuang percuma, menciptakan genangan yang sia-sia. Perlu diingat, meteran adalah aset yang dititipkan kepada kita, sehingga menjaganya adalah bagian dari tanggung jawab bersama agar layanan tetap prima.

Pentingnya Lapor Polisi dan Hindari Jalur Belakang

Satu edukasi penting: Jika Anda menjadi korban, jangan sekali-kali menyambung pipa sendiri tanpa meteran resmi. Niatnya mungkin biar cepat dapat air, tapi secara aturan, itu dianggap “pemakaian air ilegal” dan ada sanksi denda yang menanti.

Solusi terbaik adalah segera lapor ke Kepolisian. Surat laporan tersebut bukan cuma buat formalitas, tapi syarat utama agar Perumdam bisa segera memasang meteran pengganti secara legal dan aman.

Membangun Kewaspadaan Kolektif Warga

Pihak Perumdam pusat kini sedang menyiapkan langkah konsultasi dengan Polres Indramayu untuk pengamanan yang lebih masif. Namun, keamanan terbaik dimulai dari pagar rumah kita sendiri. Menutup kotak meteran dengan gembok atau memberikan pengaman tambahan bisa menjadi solusi kecil yang berdampak besar. Mari kita jaga aset publik ini agar distribusi air bersih untuk keluarga tidak terganggu oleh tangan-tangan jahil.

Kunci dari masalah ini adalah transparansi dan kecepatan lapor. Kita berharap Perumdam terus mempermudah prosedur penggantian bagi korban dan polisi segera mengungkap penadahnya.

Namun ingat, jika kita abai dan mendiamkan pipa bocor tanpa laporan, kerugian distribusi air ini akan dibebankan pada kualitas layanan secara keseluruhan. Waktunya kita lebih peduli pada hal kecil di depan rumah sebelum menjadi masalah besar di meja administrasi.

     

    Baca Fakta Edukasi Berita

     Recap:

  • Status Kejadian: Pencurian masif terjadi di wilayah Jatibarang (18 unit), Lohbener (>5 unit), dan Kandanghaur.

  • Status Hukum: Meteran air adalah aset Perumdam yang dipinjamkan kepada pelanggan; tanggung jawab penjagaan ada di pihak pelanggan.

  • Larangan Keras: Dilarang menyambung pipa secara mandiri (bypass) karena masuk kategori pemakaian air ilegal (berisiko sanksi/denda).

  • Prosedur Solusi: Segera lapor Polsek terdekat → Dapatkan surat kehilangan → Hubungi kantor Perumdam untuk penggantian resmi.

  • Langkah Antisipasi: Meningkatkan kewaspadaan lingkungan dan memberikan pengaman tambahan pada kotak meteran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!