RAMADAN MUBARAK

Bukan Mengurangi, Ini Alasan Logis Kenapa Zakat Justru Bikin Harta Makin ‘Gemuk’ dan Berkah.

Avatar photo
1129
×

Bukan Mengurangi, Ini Alasan Logis Kenapa Zakat Justru Bikin Harta Makin ‘Gemuk’ dan Berkah.

Sebarkan artikel ini

Hari ke-25 Ramadhan: Menyempurnakan Kemenangan dengan Zakat dan Sedekah Penyuci Jiwa

Seiring berjalannya waktu menuju garis finish Ramadhan, fokus umat Muslim kini mulai bergeser dari sekadar menahan lapar menuju kepedulian sosial yang nyata. Memasuki hari ke-25, seruan untuk menunaikan Zakat Fitrah, Zakat Mal, dan memperbanyak sedekah semakin menggema. Bukan tanpa alasan, ibadah harta ini merupakan instrumen “pembersihan” terakhir agar puasa yang dijalankan diterima dengan sempurna oleh Allah SWT.

Zakat: Jembatan Keseimbangan Sosial

Secara edukatif, zakat bukan sekadar kewajiban administratif. Ia adalah mekanisme distribusi kekayaan agar tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja. Di malam-malam ganjil seperti malam ke-25 ini, setiap rupiah yang dikeluarkan sebagai sedekah memiliki nilai yang berlipat ganda, seiring dengan pengejaran kemuliaan Lailatul Qadar.

Zakat Fitrah khususnya, berfungsi sebagai penebus kekhilafan selama berpuasa seperti lisan yang tak sengaja berucap buruk sekaligus memberikan kegembiraan bagi kaum dhuafa agar mereka bisa tersenyum di hari raya nanti.

Landasan Al-Qur’an: Harta yang Bersih Adalah Harta yang Tumbuh

Perintah untuk mengambil sebagian harta sebagai penyuci ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah At-Taubah (9: 103):

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”

Selain itu, Allah menjanjikan bahwa sedekah tidak akan membuat seseorang jatuh miskin, melainkan akan diganti dengan berlipat ganda, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah (2: 261):

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”

Langkah Praktis di Hari ke-25

Agar ibadah harta Anda maksimal di penghujung Ramadhan, perhatikan hal-hal berikut:

  • Segerakan Zakat Fitrah: Jangan menunggu malam takbiran agar penyaluran kepada yang berhak bisa lebih tepat waktu.

  • Hitung Zakat Mal: Jika telah mencapai nisab (batas minimum) dan haul (satu tahun), bersihkan harta simpanan Anda.

  • Sedekah Tersembunyi: Cobalah bersedekah secara sembunyi-sembunyi di malam hari untuk melatih keikhlasan hati.

  • Gunakan Lembaga Resmi: Pastikan zakat Anda dikelola oleh amil yang amanah agar dampaknya benar-benar terasa bagi pengentasan kemiskinan.

Harta yang kita miliki sejatinya adalah titipan. Dengan berzakat di hari ke-25 ini, kita sedang melepaskan hak orang lain yang “menitip” di dompet kita.

Mari jadikan akhir Ramadhan ini sebagai momentum untuk mencuci harta agar sisa tahun kita berjalan dengan penuh keberkahan dan ketenangan jiwa.

Oleh :

Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST. (Bunda SWH)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai NasDem – Dapil Jabar XII

Jangan Lupa Bahagia
Bahagia bersama eSWeHa
Follow : @sriwahyuni.herman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!