RAMADAN MUBARAK

Malam Terakhir Ramadhan: Saatnya ‘Deep Cleaning’ Hati Sebelum Maaf-maafan Besok Pagi.

Avatar photo
1037
×

Malam Terakhir Ramadhan: Saatnya ‘Deep Cleaning’ Hati Sebelum Maaf-maafan Besok Pagi.

Sebarkan artikel ini

Hari ke-29 Ramadhan: Mempercantik Jiwa Menuju Idulfitri, Saat Hati Lebih Utama dari Pakaian

Di ambang pintu kemenangan, hiruk-pikuk persiapan Idulfitri mencapai puncaknya. Aroma masakan khas Lebaran mulai tercium, dan pusat perbelanjaan dipadati warga yang mencari busana terbaik. Namun, di tengah gemerlap persiapan fisik, hari ke-29 Ramadhan membawa pesan sunyi yang mendalam: Sudahkah hati kita siap menyambut fitrah?

Esensi ‘Kembali ke Fitrah’

Secara edukatif, Idulfitri berasal dari kata id (kembali) dan fithr (suci/makan). Maknanya bukan sekadar kembali makan di siang hari, melainkan kembalinya manusia kepada kesucian asalnya setelah sebulan penuh digembleng di madrasah Ramadhan.

Para ulama mengingatkan bahwa sangat disayangkan jika seseorang sibuk menyetrika pakaian barunya, namun membiarkan hatinya masih kusut oleh dendam, sombong, dan penyakit hati lainnya. Kemenangan sejati adalah ketika lisan kita mengucapkan maaf dan hati kita benar-benar telah bersih dari kebencian.

Landasan Al-Qur’an: Keberuntungan Bagi Pemilik Hati yang Bersih

Al-Qur’an menegaskan bahwa pada akhirnya, bukan rupa atau harta yang menjadi tolok ukur di hadapan Allah, melainkan kesucian hati. Dalam Surah Asy-Syu’ara (26: 88-89), Allah berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ

“(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Selain itu, perintah untuk mengagungkan Allah setelah menyempurnakan bilangan puasa terdapat dalam Surah Al-Baqarah (2: 185):

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Checklist Persiapan Hati di Hari ke-29

Agar Idulfitri esok hari menjadi momen transformasi yang nyata, berikut beberapa hal yang perlu kita siapkan:

  • Memaafkan Tanpa Diminta: Jangan menunggu hari esok. Bersihkan hati malam ini dengan memaafkan siapa pun yang pernah menyakiti kita.

  • Refleksi Diri (Muhasabah): Renungkan apakah puasa kita telah mengubah karakter kita menjadi lebih sabar dan peduli.

  • Zikir Takbir yang Meresap: Saat takbir berkumandang nanti malam, pastikan maknanya meresap hingga ke sanubari, bukan sekadar teriakan lisan.

  • Menjaga Kesederhanaan: Ingatlah bahwa inti Lebaran adalah syukur, bukan ajang pamer kemewahan yang justru bisa melukai hati mereka yang kekurangan.

Pakaian baru mungkin akan usang dalam hitungan bulan, namun hati yang baru yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih bersih akan menjadi bekal abadi sepanjang tahun.

Mari jadikan hari ke-29 ini sebagai momen transisi dari hamba yang berjuang menjadi hamba yang menang secara hakiki. Selamat menjemput fitrah!

Oleh :

Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST. (Bunda SWH)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai NasDem – Dapil Jabar XII

Jangan Lupa Bahagia
Bahagia bersama eSWeHa
Follow : @sriwahyuni.herman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!