KAPASITAS

UMKM & Pelaku EKRAF Indramayu Mulai Pakai AI, Rahasia Jualan Laris Makin Gampang Terbongkar!

Avatar photo
3927
×

UMKM & Pelaku EKRAF Indramayu Mulai Pakai AI, Rahasia Jualan Laris Makin Gampang Terbongkar!

Sebarkan artikel ini

Langkah Berani Menuju Era Digital

Siapa sangka, teknologi canggih bernama Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi milik orang kota besar saja. Di Aula Hotel Wiwi Perkasa 2, Rabu (15/04/2026), lebih dari lima puluh pelaku UMKM dan EKRAF Indramayu berkumpul bukan untuk sekadar “tepuk tangan”, tapi untuk membedah cara agar dagangan mereka bisa “Otomatis Cuan” lewat bantuan kecerdasan buatan.

Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan Legalitas

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Indramayu (Dispara), Dr. Ahmad Syadali, M.Ed, yang kali ini diwakili oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif. Beliau menitipkan pesan kuat bahwa di tengah ketatnya persaingan pasar, kecerdasan buatan atau AI bukan lagi sekadar tren, melainkan “kunci sakti” untuk bekerja lebih cerdas.

“Pemanfaatan AI adalah peluang emas. Ini adalah cara kita meningkatkan efisiensi kerja, memperluas jangkauan pasar secara instan, dan yang paling penting, mempercepat pertumbuhan usaha teman-teman UMKM dan Ekraf di Indramayu,” ungkapnya dalam sambutan dan sekaligus membuka acara pelatihan tersebut, yang disambut hangat oleh para peserta.

Kegiatan ini semakin berbobot dengan paparan dari Dr. H. Imam Mahdi, S.P., MM, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif  yang membedah peta jalan pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Indramayu. Beliau menekankan bahwa di tengah persaingan global, pelaku usaha tidak bisa lagi berjalan sendirian.

“Ada tiga pilar utama yang harus kita pegang: inovasi produk, adaptasi teknologi seperti AI ini, dan yang paling penting adalah sinergi antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah,” ujar Imam Mahdi. Menurutnya, kebijakan pemerintah akan jauh lebih efektif jika para pelaku usaha juga aktif bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Kolaborasi Strategis Demi Legalitas Usaha

Senada dengan hal tersebut, materi penguatan produksi disampaikan oleh Sodikin, S.Ag., M.Si, selaku Kepala Bidang Perdagangan dan Industri (Diskopdagin). Melalui perwakilannya, Nisa (Penyuluh Perdagangan dan Perindustrian), ditegaskan bahwa AI harus berdiri di atas fondasi hukum yang kuat.

Nisa mengingatkan bahwa legalitas seperti sertifikasi halal, PIRT, izin BPOM, hingga pendaftaran merek adalah “paspor” untuk naik kelas. Tanpa itu, secanggih apa pun promosi digitalnya, produk akan tetap sulit menembus pasar modern dan retail besar.

Bikin Konten Iklan Hitungan Detik

Sesi yang paling bikin peserta antusias adalah saat Rudi Permana, Owner Belajar Digital Indonesia, unjuk gigi.

Peserta diajarkan cara bikin caption jualan dan visual promosi estetik dalam hitungan detik menggunakan AI. Tak ada lagi alasan malas promosi karena tidak bisa desain atau bingung merangkai kata-kata manis di media sosial.

Dari Tradisional ke Profesional

UMKM dan pelaku Ekraf  kini punya alat untuk tidak lagi terlihat “amatiran”. Dengan visual yang rapi dan strategi digital yang tepat, produk lokal Indramayu punya peluang sejajar dengan brand nasional. Namun, masyarakat juga perlu ingat, teknologi hanyalah alat bantu. Jika kualitas produk tidak dijaga, kecanggihan AI tidak akan bisa menutupi kekurangan rasa atau layanan.

Kita patut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dispara dan Diskopdagin yang tidak membiarkan pelaku usaha lokal gagap teknologi. Inisiatif seperti ini membangun rasa percaya diri bahwa “Wong Dermayu” bisa bersaing secara global. Inovasi, adaptasi, dan sinergi adalah tiga kunci yang ditekankan untuk memajukan ekonomi kreatif daerah, sesuai dengan Visi Indramayu Reang.

Pelatihan ini adalah langkah awal yang manis. Harapannya, semangat “Otomatis Cuan” ini tidak berhenti di aula hotel saja. Pemerintah perlu terus memantau apakah setelah ini para peserta benar-benar mempraktikkannya. Jangan sampai anggaran habis hanya untuk seremonial tanpa ada pendampingan berkelanjutan hingga UMKM benar-benar mandiri secara digital.

   

    Baca Fakta Edukasi Berita

       Recap

  • AI bisa jadi peluang ekonomi baru.
  • Legalitas membuat usaha lebih aman dan dipercaya.
  • UMKM yang siap digital akan lebih kompetitif.
  • Pemerintah sudah membuka jalan, kini pelaku usaha yang menentukan langkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!