KAPASITAS

Tak Sekadar dari Buku, Siswa SD Kinderfield Cirebon Belajar Langsung Dunia Pengeboran Migas di IDTC

Avatar photo
16924
×

Tak Sekadar dari Buku, Siswa SD Kinderfield Cirebon Belajar Langsung Dunia Pengeboran Migas di IDTC

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU # Pernahkah anak-anak bertanya, dari mana sebenarnya bensin yang digunakan kendaraan setiap hari berasal?

Pertanyaan sederhana itu menjadi pintu masuk bagi siswa SD Kinderfield Cirebon, Jawa Barat, untuk mengenal lebih dekat perjalanan energi dari dalam bumi hingga dapat dimanfaatkan masyarakat.

Sebanyak siswa SD Kinderfield Cirebon mengunjungi Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Rabu (23/9). Dalam kunjungan tersebut, para siswa mendapatkan kesempatan melihat secara langsung fasilitas pelatihan pengeboran sekaligus mengenal lebih dekat dunia minyak dan gas (migas).

Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan pengetahuan yang selama ini diperoleh melalui buku dengan kondisi nyata di lapangan.

Melihat Langsung Peralatan dan Fasilitas Pengeboran

Di IDTC, para siswa diperkenalkan pada berbagai fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam pelatihan pengeboran migas.

Dengan bahasa yang disesuaikan dengan usia siswa, mereka mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana minyak dan gas yang berada di dalam bumi dicari dan diambil melalui kegiatan pengeboran.

Penjelasan tersebut membantu siswa memahami bahwa bahan bakar yang digunakan kendaraan maupun energi yang dimanfaatkan masyarakat memiliki proses panjang sebelum sampai kepada pengguna.

Pengalaman melihat fasilitas secara langsung juga memberikan gambaran yang berbeda dibandingkan pembelajaran hanya melalui buku pelajaran.

Anak-anak dapat mengamati bentuk peralatan, lingkungan pelatihan, serta memperoleh penjelasan mengenai aktivitas yang berkaitan dengan operasi pengeboran.

Bagi siswa sekolah dasar, pengalaman semacam ini dapat menjadi cara sederhana untuk menghubungkan pelajaran sains dengan kehidupan sehari-hari.

Mengenalkan Perjalanan Energi dengan Bahasa Anak-Anak

Salah satu pesan penting dalam kunjungan tersebut adalah pemahaman bahwa energi tidak hadir begitu saja.

Minyak dan gas merupakan sumber daya yang harus dicari melalui proses yang membutuhkan pengetahuan, teknologi, sumber daya manusia, serta penerapan aspek keselamatan dalam kegiatan operasionalnya.

Karena itu, pengenalan industri migas kepada anak-anak tidak semata-mata bertujuan memperkenalkan dunia pengeboran.

Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya energi dan kebiasaan menggunakannya secara bijak.

Bensin yang digunakan kendaraan sehari-hari, misalnya, merupakan bagian dari rangkaian panjang proses energi sebelum akhirnya dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pemahaman sederhana tersebut dapat menjadi awal bagi anak-anak untuk mengenal konsep sumber daya alam, teknologi, lingkungan, hingga pentingnya efisiensi energi.

Chair Rony: Anak-Anak Perlu Mengetahui Proses di Balik Energi

Manager IDTC Chair Rony mengatakan, pengenalan industri migas sejak usia dini penting untuk membuka wawasan anak-anak mengenai energi.

“Anak-anak perlu mengetahui bahwa bensin dan gas yang kita gunakan sehari-hari tidak begitu saja tersedia. Ada proses panjang untuk mendapatkannya, salah satunya melalui kegiatan pengeboran, karena itu kita harus hemat energi,” ujar Chair Rony.

Menurutnya, pengalaman melihat langsung fasilitas pengeboran dapat membuat materi edukasi mengenai energi lebih mudah dipahami anak-anak.

Pembelajaran tidak berhenti pada pengenalan alat atau kegiatan pengeboran, tetapi juga diarahkan pada kesadaran bahwa energi perlu digunakan secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut menjadi relevan karena kebutuhan energi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Mulai dari transportasi, aktivitas rumah tangga hingga berbagai kegiatan ekonomi, energi memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan.

Karena itu, membangun kesadaran hemat energi sejak usia sekolah dapat menjadi langkah edukatif yang sederhana tetapi memiliki manfaat jangka panjang.

Dari Kunjungan Migas hingga Mengenal Profesi Masa Depan

Selain mengenalkan energi, kunjungan ke IDTC juga membuka wawasan siswa mengenai beragam profesi yang terdapat dalam industri energi.

Chair Rony berharap pengalaman tersebut dapat mendorong anak-anak semakin tertarik mempelajari sains dan teknologi.

“Harapannya mereka semakin tertarik belajar sains dan teknologi. Mungkin dari sini ada yang nantinya menjadi engineer, ahli geologi atau profesional di bidang energi,” katanya.

Pengenalan profesi sejak usia sekolah dapat membantu anak-anak melihat hubungan antara pelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia kerja.

Matematika, sains, teknologi, kemampuan memecahkan masalah hingga kerja sama tim, misalnya, memiliki keterkaitan dengan berbagai bidang pekerjaan di industri energi.

Dengan demikian, kunjungan industri tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi edukatif, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses memperkenalkan pilihan masa depan kepada generasi muda.

IDTC Menjadi Ruang Belajar di Luar Kelas

Indonesia Drilling Training Center merupakan pusat pelatihan pengeboran milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling).

Fasilitas tersebut digunakan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang operasi pengeboran minyak dan gas.

Keberadaan fasilitas pelatihan seperti IDTC juga menunjukkan bahwa industri migas tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi energi.

Di dalamnya terdapat aspek pendidikan dan peningkatan kompetensi manusia yang menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan operasional.

Ketika fasilitas tersebut juga menjadi ruang kunjungan edukatif bagi siswa, anak-anak memperoleh kesempatan untuk melihat sisi lain dari dunia industri yang mungkin sebelumnya belum mereka kenal.

Bagi dunia pendidikan, pengalaman seperti ini dapat menjadi pelengkap pembelajaran di sekolah.

Materi tentang energi, sumber daya alam, sains dan teknologi yang dipelajari di kelas dapat diperkuat melalui pengalaman langsung.

Belajar Energi Sekaligus Menumbuhkan Kesadaran Hemat

Kunjungan siswa SD Kinderfield Cirebon ke IDTC juga dapat dilihat sebagai momentum untuk memperkenalkan kebiasaan hemat energi sejak dini.

Anak-anak dapat diajak memahami bahwa penggunaan energi memiliki konsekuensi dan membutuhkan proses panjang untuk dapat tersedia.

Pesan hemat energi tidak harus disampaikan melalui istilah yang rumit.

Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak dapat belajar mematikan lampu ketika tidak digunakan, menggunakan air secara bijak, tidak membiarkan perangkat elektronik menyala tanpa kebutuhan, serta memahami pentingnya menggunakan kendaraan dan energi secara efisien.

Pendidikan semacam itu menjadi semakin penting karena kesadaran lingkungan dan penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab perlu dibangun sejak usia sekolah.

Dengan cara tersebut, kunjungan industri dapat memberikan manfaat yang lebih luas: bukan hanya mengenalkan profesi, tetapi juga membentuk cara pandang anak terhadap energi dan lingkungan.

Dari Pengalaman Hari Ini Menuju Generasi Energi Masa Depan

Kunjungan ke IDTC memperlihatkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung di mana saja.

Buku dan ruang kelas tetap menjadi bagian penting dari pendidikan, tetapi pengalaman langsung dapat memberikan dimensi berbeda dalam memahami sebuah pengetahuan.

Ketika seorang anak melihat langsung peralatan pengeboran dan mendengar bagaimana energi diperoleh dari dalam bumi, pertanyaan sederhana seperti “dari mana bensin berasal?” dapat berkembang menjadi rasa ingin tahu yang lebih luas.

Dari rasa ingin tahu itulah ilmu pengetahuan dapat tumbuh.

Bisa jadi, pengalaman sederhana di IDTC tersebut kelak menjadi salah satu kenangan yang mendorong seorang anak untuk menekuni sains, teknologi, geologi, teknik, energi atau bidang lainnya.

Pada akhirnya, edukasi energi bukan hanya berbicara tentang bagaimana mendapatkan minyak dan gas. Lebih penting dari itu adalah bagaimana generasi muda memahami nilai sumber daya, menghargai ilmu pengetahuan, menggunakan energi secara bijak dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan energi di masa depan.

Melalui ruang belajar seperti IDTC, dunia industri dan pendidikan dapat bertemu untuk memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak.

Dari sebuah pertanyaan sederhana tentang bensin, tumbuh sebuah pelajaran besar: energi membutuhkan proses, ilmu pengetahuan membutuhkan rasa ingin tahu, dan masa depan membutuhkan generasi yang mau terus belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!