Kartini Masa Kini Belajar Finansial dan Naik Kelas
Indramayu, Semangat emansipasi terasa berbeda di Gedung PGRI Indramayu. Lebih dari 250 nasabah PNM Cabang Indramayu berkumpul dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar, Jumat (24/4/2026), mengusung tema “Menjadi Kartini Cerdas Finansial, Berkilau Luar Dalam.”
Kegiatan ini menjadi ruang belajar dan bertumbuh bagi perempuan pelaku UMKM untuk memperkuat usaha sekaligus meningkatkan literasi keuangan.
Data Kuat, Kolaborasi Nyata untuk UMKM
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Indramayu yang diwakili oleh Plt. Kepala Diskopdagin Indramayu H. Mardono, SE., M.Si., Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Pemimpin Cabang Pegadaian Indramayu Trianto Nugroho, SE., MM, serta perwakilan Pegadaian Syariah Fajar Edi Ristanto.
Hadir pula Pemimpin Cabang BRI Indramayu Charisma Bayu, Kapolsek Sindang AKP Karnala, Ketua DPRD Indramayu Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., Anggota DPRD Jawa Barat Hilal Hilmawan, Kepala Cabang BRINS Cirebon Willy Adi Saputra, serta perwakilan BRI Life Censa Amelia, dan unsur TNI melalui Kapten Inf Arifin.
Kepala Cabang PNM Indramayu, Melky Bobby Veronica, dalam paparannya menyampaikan capaian kinerja PNM yang menunjukkan tren pertumbuhan positif dan berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.
“Hingga tahun 2026, secara nasional PNM telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp389,42 triliun kepada sekitar 16,2 juta nasabah. Sementara di Kabupaten Indramayu, tercatat sebanyak 278.887 nasabah dengan total pembiayaan mencapai Rp824,4 miliar,” paparnya.
Ia menambahkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 139.657 perempuan telah mendapatkan pemberdayaan dengan nilai pembiayaan sekitar Rp397,6 miliar.
“Tidak hanya fokus pada pembiayaan, sepanjang tahun 2026 PNM juga telah melaksanakan 282 kegiatan pelatihan, serta memfasilitasi penerbitan 19.106 Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM,” jelasnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen PNM dalam mendorong pelaku usaha ultra mikro agar bisa naik kelas melalui pendekatan pembiayaan yang terintegrasi dengan pendampingan.
Pameran Produk dan Kelas Binaan Jadi Daya Tarik
Dalam kegiatan ini juga dihadirkan stand pameran produk unggulan dari nasabah PNM. Beragam produk lokal dipamerkan, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya.
Peserta juga dapat mengikuti berbagai kelas binaan seperti: Kelas kerajinan, Kelas kecantikan, Kelas memasak, Kelas photography dan Mini ruang pintar sebagai sarana edukasi
Kegiatan ini memberi pengalaman langsung bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas usaha.
Literasi dan Kepastian Layanan Resmi
Tema “Kartini Cerdas Finansial” terlihat nyata dalam kegiatan ini. Pelaku UMKM tidak hanya didorong berkembang, tetapi juga memahami pengelolaan keuangan yang sehat dan aman.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa PNM dan program Mekaar merupakan lembaga resmi milik pemerintah yang berada dalam ekosistem BUMN, sehingga berbeda dengan praktik rentenir.
“PNM Mekar adalah lembaga resmi milik pemerintah dan masuk dalam holding BUMN Danantara. Ini bukan bank emok, melainkan program pembiayaan yang diawasi dan bertujuan memberdayakan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak memilih layanan keuangan dan menghindari praktik pinjaman ilegal yang merugikan.
“OJK hadir untuk memastikan akses keuangan yang aman dan terpercaya. Kami juga mengajak masyarakat untuk memerangi praktik rentenir atau bank emok yang dapat merugikan.”
Namun demikian, keberlanjutan program menjadi hal penting. Tanpa pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas ini berpotensi tidak maksimal.
Sinergi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas
PLT Kepala Diskopdagin Indramayu, H. Mardono, SE., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah, PNM, dan sektor keuangan harus terus diperkuat agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan harus mencakup pembiayaan, pelatihan, dan legalitas usaha secara berkelanjutan.
Refleksi Kartini: Berdaya dari Dalam dan Luar
Mengusung semangat Kartini, kegiatan ini menjadi gambaran perempuan masa kini yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan.
Dari Gedung PGRI Indramayu, harapan itu terlihat lahirnya pelaku UMKM yang lebih percaya diri, terampil, dan siap bersaing.
Namun, konsistensi tetap menjadi kunci. Jika program terus berjalan berkelanjutan, kegiatan ini berpotensi melahirkan kekuatan ekonomi baru dari masyarakat, khususnya perempuan.














