KEBIJAKAN

Di Tengah Kemarau, Doa Menjadi Ikhtiar yang Menyatukan Umat dan Menguatkan Harapan

Avatar photo
20304
×

Di Tengah Kemarau, Doa Menjadi Ikhtiar yang Menyatukan Umat dan Menguatkan Harapan

Sebarkan artikel ini

Salat Istisqa di Anjatan Menjadi Ikhtiar Bersama Menghadapi Musim Kemarau

Indramayu # Hamparan Alun-alun Kecamatan Anjatan dipenuhi ratusan jamaah yang khusyuk menengadahkan tangan kepada Allah SWT pada Jumat (24/7/2026). Di tengah musim kemarau yang mulai berdampak terhadap sektor pertanian, masyarakat bersama pemerintah melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi bumi dan seluruh makhluk.

Pelaksanaan Salat Istisqa dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para camat se-Kabupaten Indramayu, para kuwu se-Kecamatan Anjatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lebih dari 250 jamaah yang didominasi para petani. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol bahwa menghadapi musim kemarau membutuhkan kebersamaan, ikhtiar nyata, dan doa kepada Allah SWT.

Kemarau Menjadi Pengingat Akan Pentingnya Kebersamaan

Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, hujan bukan hanya fenomena alam. Air merupakan sumber kehidupan yang menentukan keberhasilan musim tanam, menjaga produktivitas pertanian, sekaligus menopang ketahanan pangan daerah.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, lantunan doa yang dipanjatkan bersama menjadi gambaran kuat bahwa masyarakat tidak menyerah menghadapi keadaan. Di balik setiap tangan yang terangkat, tersimpan harapan agar Allah SWT menurunkan rahmat-Nya dalam bentuk hujan yang membawa keberkahan bagi seluruh makhluk.

Salat Istisqa, Sunnah Rasulullah SAW Ketika Kemarau Melanda

Salat Istisqa (صلاة الاستسقاء) adalah salat sunnah yang dilaksanakan secara berjamaah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika suatu wilayah mengalami kemarau panjang atau kekeringan. Kata istisqa berasal dari bahasa Arab saqā–yasqī yang berarti “memberi minum”, sehingga secara makna berarti memohon agar Allah SWT menurunkan air hujan sebagai rahmat bagi kehidupan.

Ibadah ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW keluar menuju tempat salat, menghadap kiblat, memanjatkan doa, membalikkan selendangnya, kemudian melaksanakan salat dua rakaat. Hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim tersebut menjadi landasan utama disyariatkannya Salat Istisqa.

Allah SWT juga mengingatkan pentingnya istighfar sebagai jalan datangnya rahmat melalui firman-Nya dalam Surah Nuh ayat 10–12:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.”

Ayat tersebut menunjukkan bahwa taubat, istighfar, dan perbaikan diri merupakan bagian penting dari ikhtiar seorang mukmin dalam mengharap pertolongan Allah SWT.

Dilaksanakan pada Waktu Dhuha di Lapangan Terbuka

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa Salat Istisqa dilaksanakan pada waktu pagi, yakni setelah matahari terbit dan meninggi sekitar 15–20 menit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Waktu tersebut dipilih karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW sebagaimana pelaksanaan Salat Id.

Pelaksanaannya dianjurkan di lapangan terbuka agar dapat diikuti masyarakat secara luas. Sebelum salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, bertaubat, memperbanyak sedekah, memperbaiki hubungan dengan sesama, menghindari kemaksiatan, dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Tata Cara Pelaksanaan Salat Istisqa

Salat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah dan tata caranya hampir sama dengan Salat Id.

Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan setelah doa iftitah, kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surah Al-A’la. Pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir tambahan, dilanjutkan membaca Surah Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surah Al-Ghasyiyah atau surah lainnya.

Setelah salam, imam menyampaikan khutbah yang berisi ajakan untuk memperbanyak taubat, istighfar, meningkatkan ketakwaan, memperbanyak sedekah, serta memanjatkan doa memohon hujan. Salah satu sunnah yang khas dalam Salat Istisqa adalah imam membalikkan selendang atau pakaian bagian luarnya ketika berdoa menghadap kiblat sebagai simbol harapan agar Allah SWT mengubah keadaan sulit menjadi kemudahan dan kemarau menjadi keberkahan.

Bupati Lucky Hakim: Doa Harus Berjalan Bersama Ikhtiar

Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ibadah memohon turunnya hujan, melainkan juga pengingat bahwa setiap ikhtiar harus dibarengi dengan doa dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama di tengah tantangan musim kemarau yang mulai dirasakan para petani. Namun, keberhasilan setiap program akan semakin bermakna apabila seluruh elemen masyarakat turut memperkuat ikhtiar spiritual.

“Hari ini kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya bagi para petani. Namun, doa harus diiringi dengan ikhtiar. Pemerintah akan terus bekerja memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sementara kita semua juga harus menjaga lingkungan agar keseimbangan alam tetap terpelihara,” ujar Lucky Hakim.

Lucky Hakim menambahkan bahwa perubahan cuaca merupakan tantangan bersama yang harus dihadapi melalui sinergi antara pemerintah, ulama, petani, akademisi, dan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan air secara bijaksana, dan memperkuat semangat gotong royong merupakan bagian dari ikhtiar nyata yang harus terus dilakukan demi menjaga ketahanan daerah.

Memberikan Harapan Baru bagi Para Petani

Plt. Camat Anjatan Rory Firmansyah, S.STP., M.Si., melalui Sekmat, Sukanto, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa memberikan harapan baru bagi masyarakat, khususnya para petani yang mulai merasakan dampak kekeringan.

Ia mengapresiasi kehadiran Bupati Indramayu beserta seluruh unsur Forkopimda, Forkopimcam, para camat, tokoh agama, dan masyarakat yang bersama-sama memanjatkan doa. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi musim kemarau.

Momentum Muhasabah dan Kepedulian terhadap Lingkungan

Salat Istisqa mengajarkan bahwa hujan merupakan rahmat Allah SWT yang harus disyukuri. Karena itu, ibadah ini bukan hanya tentang memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbaiki akhlak, memperbanyak amal saleh, menjaga kelestarian lingkungan, dan mempererat persaudaraan.

Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, Salat Istisqa mengingatkan bahwa ikhtiar lahiriah dan ikhtiar batin harus berjalan beriringan. Ketika manusia memperkuat doa, memperbaiki diri, menjaga alam, dan saling membantu, maka harapan akan hadirnya rahmat Allah SWT akan selalu terbuka.

Dari Alun-alun Kecamatan Anjatan, Salat Istisqa tidak hanya menjadi permohonan agar hujan segera turun, tetapi juga menjadi pelajaran tentang pentingnya persatuan, kepedulian sosial, serta keseimbangan antara usaha manusia dan tawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Baca Fakta Edukasi Berita

  • Salat Istisqa digelar di Alun-alun Kecamatan Anjatan.
  • Dihadiri Bupati Lucky Hakim, Forkopimda, Forkopimcam, MUI, Baznas, tokoh agama, dan masyarakat.
  • Lebih dari 250 jamaah mengikuti doa bersama.
  • Pemerintah mengajak masyarakat mengiringi doa dengan ikhtiar menjaga lingkungan.
  • Sekmat Anjatan menyebut kegiatan ini membangkitkan harapan para petani.
  • Salat Istisqa merupakan sunnah Rasulullah SAW ketika terjadi kekeringan.
  • Surah Nuh ayat 10–12 menegaskan pentingnya istighfar sebagai jalan turunnya rahmat Allah.
  • Momentum memperkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan ketahanan menghadapi perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!