INDRAMAYU # Budaya dan dakwah dapat menjadi dua ruang yang saling menguatkan dalam menjaga nilai-nilai kebaikan di tengah perubahan zaman. Melalui budaya, masyarakat mempertahankan warisan dan identitas yang telah diwariskan antargenerasi, sementara dakwah menjadi jalan untuk meneruskan nilai akhlak dan keteladanan kepada generasi berikutnya.
Pesan tersebut disampaikan Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST., atau Bunda SWH, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, saat menghadiri Gelar Budaya & Dakwah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Halaman Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (27/9/2026) malam.
Menjaga Budaya Sekaligus Menanamkan Nilai Kebaikan
Bunda SWH, budaya tidak cukup hanya dipandang sebagai warisan berupa kesenian maupun tradisi. Di dalamnya terdapat nilai, kebiasaan, serta pesan kehidupan yang berkembang dan hidup di tengah masyarakat.
Karena itu, pelestarian budaya perlu berjalan bersama dengan upaya menanamkan nilai-nilai kebaikan. Dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, pesan moral dan keagamaan diharapkan lebih mudah diterima serta dikenalkan kepada generasi muda.
“Budaya jangan sampai hilang ditelan zaman, tetapi juga harus menjadi jalan untuk menyampaikan kebaikan kepada generasi berikutnya,” ujar Bunda SWH.
Ia menilai kegiatan yang mempertemukan unsur budaya dan dakwah dapat menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Selain menjaga keberadaan tradisi, kegiatan semacam itu juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai positif dengan cara yang lebih akrab dan kontekstual.
Budaya Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Juga Nilai Kehidupan
Bunda SWH, menjaga budaya berarti menjaga nilai-nilai yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat. Tradisi yang diwariskan dari generasi sebelumnya memiliki makna yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan sosial.
Di tengah perkembangan zaman, masyarakat membutuhkan ruang yang mampu mempertemukan nilai-nilai budaya dengan kehidupan generasi saat ini. Ruang tersebut dapat hadir melalui kegiatan masyarakat, pendidikan, keagamaan, maupun berbagai kegiatan kebersamaan.
Dengan demikian, budaya tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi dapat terus berkembang dan memberikan makna bagi kehidupan masyarakat masa kini.
Maulid Nabi Menjadi Momentum Memperkuat Keteladanan
Dalam kesempatan tersebut, Bunda SWH juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah dapat diwujudkan melalui sikap nyata, antara lain dengan menjaga persaudaraan, memperkuat hubungan keluarga, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Nilai keteladanan tersebut menjadi penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda agar peringatan keagamaan tidak hanya berlangsung dalam satu momentum, tetapi memberikan pengaruh positif dalam kehidupan setelah kegiatan berakhir.
Ruang Kebersamaan untuk Generasi Berikutnya
Bunda SWH berharap kegiatan budaya dan dakwah dapat terus berkembang sebagai ruang kebersamaan masyarakat. Menurutnya, pertemuan antara budaya, nilai keagamaan, dan kehidupan sosial dapat membantu memperkuat karakter serta kepedulian masyarakat.
Kegiatan seperti Gelar Budaya & Dakwah juga dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lingkungan sosial dan budayanya sendiri sekaligus memahami nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.
“Kalau budaya dan dakwah bisa berjalan bersama, mudah-mudahan kebaikan yang kita tanam malam ini tidak berhenti di acara ini saja, tetapi bisa diteruskan kepada anak-anak dan generasi berikutnya,” katanya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan nilai antargenerasi. Budaya tetap hidup, sementara nilai-nilai kebaikan dan keteladanan terus diwariskan melalui ruang-ruang kebersamaan masyarakat.
Dengan cara itu, pelestarian budaya tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang mengenal akar budayanya, memiliki kepedulian sosial, serta mampu membawa nilai-nilai kebaikan ke masa depan.















