INFO MITRA

Jetty Propylene Balongan Dioptimalkan, Sinergi Pertamina Perkuat Rantai Energi

Avatar photo
17868
×

Jetty Propylene Balongan Dioptimalkan, Sinergi Pertamina Perkuat Rantai Energi

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU # Sebuah dermaga bukan sekadar tempat kapal bersandar. Di tengah kebutuhan menjaga kelancaran pasokan energi, infrastruktur pelabuhan dapat memainkan peran lebih luas ketika dikelola secara optimal, aman, dan terintegrasi.

Semangat tersebut menjadi salah satu landasan kerja sama antara PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Utilisasi Jetty Propylene.

Penandatanganan berlangsung di Strategic Command Center, Gedung Amanah, Kilang Balongan, Kamis (30/7/2026). Kerja sama tersebut berlaku selama tiga tahun, mulai 1 Agustus 2026 hingga 31 Juli 2029.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pelabuhan sekaligus memperkuat rantai pasok energi dan logistik migas nasional.

Dari Infrastruktur Kilang Menjadi Aset Multi-User

Melalui kerja sama tersebut, Jetty Propylene RU Balongan tidak hanya digunakan untuk mendukung distribusi produk utama kilang, seperti Propylene, Avtur, dan LPG.

Fasilitas tersebut juga dioptimalkan sebagai infrastruktur multi-user yang dapat mendukung aktivitas logistik PTK dalam melayani kebutuhan operasional PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Pola pemanfaatan bersama ini memperlihatkan bagaimana sebuah aset strategis dapat memberikan fungsi yang lebih luas ketika dikelola melalui sinergi antarentitas.

Dalam skema tersebut, RU Balongan berperan sebagai pemilik aset infrastruktur jetty. PTK menjalankan fungsi sebagai operator jasa kepelabuhanan, sementara PHE ONWJ memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menunjang kegiatan operasi lepas pantai.

Kolaborasi ini juga memiliki keterkaitan dengan keberlanjutan rantai energi. Kelancaran kegiatan hulu PHE ONWJ, termasuk proyek offshore yang sedang dikembangkan, diharapkan dapat mendukung peningkatan pasokan gas yang pada tahap berikutnya turut menunjang kebutuhan operasional RU Balongan.

Ketahanan Energi Dimulai dari Rantai Pasok yang Andal

Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan sumber energi. Infrastruktur untuk mengolah, menyimpan, mengangkut, dan mendistribusikan energi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan.

Karena itu, optimalisasi Jetty Propylene memiliki nilai strategis dalam perspektif yang lebih luas.

Dengan pemanfaatan fasilitas secara terpadu, infrastruktur yang telah tersedia dapat memberikan manfaat lebih besar tanpa mengabaikan fungsi utamanya bagi operasional kilang.

Langkah ini sekaligus menunjukkan pentingnya efisiensi aset di lingkungan perusahaan energi. Infrastruktur yang dikelola secara optimal dapat menciptakan nilai tambah, memperkuat konektivitas logistik, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas operasional antarentitas.

Semangat One Pertamina dalam Kolaborasi

Group Head of Manufacturing (GHOM) RU Balongan selaku Pjs. Executive General Manager RU Balongan mengatakan, kerja sama tersebut merupakan implementasi nyata semangat One Pertamina dalam mendukung target peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional.

“Kolaborasi ini memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi keberlanjutan Pertamina secara keseluruhan. Untuk itu kami siap mendukung penuh kerja sama ini, salah satunya untuk meningkatkan lifting migas nasional, yang pada akhirnya pasokan gas tersebut juga akan kembali mendukung operasional Kilang RU Balongan,” ungkap Pjs. EGM.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama antarentitas tidak berdiri sendiri. Setiap mata rantai dalam ekosistem energi memiliki keterkaitan, mulai dari kegiatan hulu, transportasi dan logistik, hingga pengolahan serta distribusi produk energi.

Keandalan Aset dan Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas

Di balik optimalisasi aset, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan fasilitas tetap andal dan aman.

Pjs. EGM RU Balongan memberikan penekanan khusus terhadap dua aspek selama masa kerja sama, yakni keandalan dan integritas aset.

“Mengingat Jetty Propylene ini merupakan aset strategis yang digunakan secara bersama atau sharing asset, keandalan fasilitas harus terus dijaga melalui pemeliharaan yang baik, pengawasan yang ketat, serta penerapan standar HSSE secara disiplin. Keselamatan seluruh pekerja menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya intensitas pergerakan personel di kawasan dermaga juga harus diikuti dengan kedisiplinan terhadap prosedur keselamatan.

Kepatuhan terhadap aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas. Pekerja dituntut memahami prosedur, belajar dari berbagai insiden keselamatan, serta menghindari tindakan tidak aman atau unsafe acts.

“Kami selaku pemilik aset memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan keselamatan pekerja di area tersebut,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa efisiensi dan optimalisasi aset tidak boleh berjalan dengan mengurangi standar keselamatan. Justru semakin tinggi intensitas pemanfaatan fasilitas, semakin penting pula pengawasan dan disiplin HSSE.

PTK Perkuat Peran sebagai Operator Kepelabuhanan

Sementara itu, General Manager Marine & Agency Operation Regional II PT Pertamina Trans Kontinental, Eka Candra Dinata, mengatakan kerja sama tersebut menunjukkan kapabilitas Pertamina Group dalam mengelola rantai logistik maritim secara terintegrasi.

“PTK siap berkomitmen penuh menjalankan peran sebagai operator dermaga dengan memprioritaskan prinsip Operational Excellence dan standar tinggi HSSE. Sinergi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi yang saling menguntungkan, di mana pemanfaatan dermaga ini memberikan nilai tambah operasional bagi PHE ONWJ dan RU Balongan, sekaligus menegaskan peran PTK dalam mengelola keagenan dan pelabuhan secara andal,” ujar Eka.

Bagi masyarakat, kerja sama semacam ini penting dipahami bukan sekadar sebagai aktivitas bisnis antarperusahaan. Infrastruktur logistik merupakan salah satu bagian yang ikut menentukan seberapa lancar produk energi dapat bergerak dari satu titik ke titik lainnya.

Optimalisasi Aset untuk Nilai Tambah yang Lebih Luas

Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan, Nurhidayanto, menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan aset strategis untuk menciptakan nilai tambah bagi Pertamina Group dan masyarakat.

“Kolaborasi antara Refinery Unit Balongan, PT Pertamina Trans Kontinental, dan PHE ONWJ merupakan implementasi nyata semangat One Pertamina. Melalui optimalisasi pemanfaatan aset, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat keandalan rantai pasok energi nasional,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi dalam menjaga keberlangsungan distribusi energi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Pada akhirnya, optimalisasi Jetty Propylene RU Balongan memperlihatkan bahwa ketahanan energi dibangun melalui banyak mata rantai. Mulai dari produksi migas, pengolahan, transportasi, kepelabuhanan hingga distribusi, semuanya membutuhkan infrastruktur yang andal dan kerja sama yang terintegrasi.

Kerja sama RU Balongan dan PTK menjadi salah satu contoh bagaimana aset yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dengan tetap menempatkan keselamatan dan keandalan sebagai prinsip utama.

Ke depan, sinergi lintas entitas diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lainnya sehingga infrastruktur strategis Pertamina semakin produktif, efisien, aman, dan mampu memberikan kontribusi bagi keberlanjutan ketahanan energi nasional.

Baca Fakta Edukasi Berita

  • RU Balongan dan PT Pertamina Trans Kontinental menandatangani PKS Utilisasi Jetty Propylene.

  • Kerja sama berlangsung selama tiga tahun, 1 Agustus 2026–31 Juli 2029.

  • Jetty Propylene dioptimalkan sebagai fasilitas multi-user.

  • Fasilitas tetap mendukung distribusi Propylene, Avtur, dan LPG.

  • PTK memanfaatkan jetty untuk mendukung aktivitas logistik PHE ONWJ.

  • Kolaborasi menjadi bagian dari implementasi semangat One Pertamina.

  • Keandalan aset dan penerapan HSSE menjadi perhatian utama.

  • Pemanfaatan infrastruktur diharapkan menciptakan efisiensi dan memperkuat rantai pasok energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!