EKONOMI & UMKM

Tak Hanya Beri Modal, PNM Latih Emak-emak Indramayu, Mangga Gedong Gincu Kini Jadi Pie dan Bakpia Bernilai Tinggi

Avatar photo
12747
×

Tak Hanya Beri Modal, PNM Latih Emak-emak Indramayu, Mangga Gedong Gincu Kini Jadi Pie dan Bakpia Bernilai Tinggi

Sebarkan artikel ini

Dari Mangga Khas Indramayu Menuju Produk UMKM Bernilai Tambah

Di balik manisnya mangga Gedong Gincu yang telah lama menjadi ikon Kabupaten Indramayu, kini tumbuh harapan baru bagi para pelaku usaha mikro. Buah yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar mulai diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti pie dan bakpia, membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Harapan tersebut diwujudkan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha yang diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program ini tidak sekadar memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi para nasabah untuk meningkatkan kualitas usaha, memperkuat identitas produk, hingga memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran.

Pelatihan yang berlangsung di Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, pada Kamis, 18 Juni 2026, menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari potensi lokal yang selama ini telah dikenal luas.

Potensi Mangga Gedong Gincu Perlu Diiringi Inovasi Produk

Mangga Gedong Gincu merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Indramayu yang memiliki cita rasa khas, aroma harum, dan telah dikenal hingga pasar nasional. Namun demikian, pemasaran buah segar masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada musim panen, fluktuasi harga, hingga keterbatasan daya simpan.

Melihat kondisi tersebut, pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan menjadi langkah strategis agar nilai ekonomi buah meningkat. Selain memperpanjang umur simpan produk, diversifikasi olahan juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan pelaku UMKM.

Melalui pendekatan tersebut, PNM menghadirkan pelatihan yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga membangun kapasitas usaha secara menyeluruh.

Tiga Tahapan Pelatihan untuk Menciptakan UMKM yang Siap Bersaing

Program Pengembangan Kapasitas Usaha dilaksanakan dalam tiga tahapan pelatihan yang saling melengkapi.

Pelatihan pertama difokuskan pada pembuatan pie dan bakpia berbahan dasar mangga Gedong Gincu. Para peserta diajarkan teknik produksi yang baik agar mampu menghasilkan produk dengan cita rasa yang menarik sekaligus memiliki nilai jual tinggi.

Pelatihan kedua membahas pembangunan identitas usaha melalui pembuatan logo dan pemilihan merek produk. Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikasi halal sebagai syarat memperluas pemasaran.

Tahap ketiga berfokus pada pemasaran digital. Para peserta dibimbing membuka toko daring di marketplace Tokopedia sebagai langkah awal memperluas pasar tanpa terbatas wilayah.

Dengan materi yang berjenjang tersebut, peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana membangun usaha yang profesional dan berkelanjutan.

Kolaborasi PNM, Pemerintah Desa dan Rumah Edukasi Bangun Semangat Wirausaha

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemimpin Cabang PNM Indramayu Melki Bobby Veronica, Kepala Desa Malang Semirang Uripah, pengajar dari Rumah Edukasi Kenanga Ibu Winah, serta para ibu-ibu nasabah PNM Mekaar wilayah Jatibarang yang berdomisili di Desa Malang Semirang.

Kolaborasi berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan masyarakat. Kehadiran pemerintah desa, lembaga pendidikan masyarakat, dan lembaga pembiayaan menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas UMKM memerlukan sinergi yang berkelanjutan.

Selain pelatihan, peserta juga memperoleh bantuan berupa seperangkat peralatan produksi pie dan bakpia serta sebanyak 1.000 lembar kemasan (packaging) yang nantinya digunakan sebagai kemasan penjualan produk hasil usaha mereka.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan daya tarik produk saat dipasarkan kepada konsumen.

Modal Saja Tidak Cukup, Pendampingan Menjadi Kunci Kemajuan UMKM

Pemimpin Cabang PNM Indramayu, Melki Bobby Veronica, menegaskan bahwa komitmen PNM tidak berhenti pada pemberian pembiayaan.

“PNM selain memberikan modal juga memberikan pelatihan kepada mitra binaannya sehingga diharapkan usaha mitranya menjadi lebih maju dan berkembang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa akses permodalan akan lebih efektif apabila dibarengi dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha. Pengetahuan mengenai produksi, pemasaran, pengemasan, hingga legalitas menjadi modal penting agar UMKM mampu bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Antusiasme Warga Menjadi Modal Sosial untuk Kemajuan Desa

Kepala Desa Malang Semirang, Uripah, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya desanya sebagai lokasi pelatihan.

“Tentu kami merasa senang karena tempat kami dipilih oleh PNM untuk dijadikan tempat pelatihan. Ilmunya benar-benar daging semua, dan kami berharap warga Malang Semirang yang hadir bisa mengaplikasikan ilmunya sehingga warga Malang Semirang semakin maju lagi,” katanya.

Ungkapan tersebut mencerminkan optimisme masyarakat bahwa peningkatan pengetahuan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga apabila diterapkan secara konsisten.

UMKM Perlu Naik Kelas Melalui Inovasi, Legalitas dan Digitalisasi

Pelatihan ini memberikan pesan penting bahwa membangun usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan memproduksi barang.

Pelaku UMKM juga harus memahami pentingnya identitas merek, kemasan yang menarik, legalitas usaha, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi digital. Kehadiran marketplace membuka peluang bagi produk desa untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah bahkan berpotensi memasuki pasar nasional.

Program seperti ini sekaligus menjadi contoh bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan keterampilan, penyediaan sarana produksi, hingga pembukaan akses pemasaran.

Bagi masyarakat luas, pelatihan ini menjadi inspirasi bahwa potensi lokal akan memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih besar apabila diolah melalui inovasi dan didukung dengan pendampingan yang tepat.

Dari Desa Malang Semirang Tumbuh Harapan Baru Bagi UMKM Indramayu

Program Pengembangan Kapasitas Usaha yang dilaksanakan PNM menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat bukan hanya berbicara mengenai bantuan modal, melainkan juga membangun kepercayaan diri, keterampilan, dan kemampuan bersaing para pelaku usaha.

Melalui inovasi olahan mangga Gedong Gincu menjadi pie dan bakpia, disertai pembekalan legalitas, branding, serta pemasaran digital, para pelaku UMKM kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk mengembangkan usahanya.

Harapannya, langkah kecil yang dimulai dari Desa Malang Semirang ini mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu dalam mengembangkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan. Ketika masyarakat memperoleh ilmu, pendampingan, dan kesempatan, maka kesejahteraan bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!