Anjatan-Indramayu # Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan lagi sekadar agenda tahunan untuk mengenalkan ruang kelas, guru, maupun tata tertib sekolah. Di SMK Al Huda Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, MPLS menjadi momentum strategis untuk menanamkan karakter, membangun kedisiplinan, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.
Sebanyak 250 siswa baru mengikuti rangkaian MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan konsep Ramah, Edukatif, dan Bebas Perundungan.
MPLS Sebagai Langkah Awal Membangun Budaya Sekolah yang Positif
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari perundungan, penyalahgunaan media sosial, kenakalan remaja hingga menurunnya nilai kedisiplinan, sekolah memiliki peran penting sebagai ruang pembentukan karakter.
Kesadaran itulah yang menjadi dasar SMK Al Huda merancang MPLS yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun budaya belajar yang sehat, aman, dan penuh nilai-nilai moral.
Kepala SMK Al Huda, Dr. Syaiful Mujab, S.Sy., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari kualitas karakter peserta didik.
“MPLS bukan sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi pondasi awal dalam membentuk karakter peserta didik. Kami ingin seluruh siswa baru memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, melainkan juga oleh kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, akhlak yang baik, serta kemampuan menghargai sesama,” ujarnya.
Selama pelaksanaan MPLS, para siswa diperkenalkan pada budaya sekolah, tata tertib, program keahlian, visi dan misi sekolah, sekaligus berbagai aktivitas yang menumbuhkan kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Sinergi Sekolah, TNI, dan Polri Perkuat Pendidikan Karakter
Sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, SMK Al Huda menggandeng Koramil 1614/Anjatan Kodim 0616/Indramayu dan Polsek Anjatan untuk memberikan pembekalan kepada peserta didik baru.
Pada Selasa (14/7/2026), Babinsa Desa Kedungwungu Sertu Dedi Abdullah memberikan materi mengenai wawasan kebangsaan, kedisiplinan, moral, pencegahan bullying, etika bermedia sosial, hingga pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan karakter, disiplin, serta semangat cinta tanah air kepada para siswa sebagai bekal menghadapi masa depan,” kata Sertu Dedi Abdullah.
Sementara itu, Kapolsek Anjatan AKP H. Rasita melalui AIPTU H.Toni memberikan edukasi mengenai kesadaran hukum, bahaya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, disiplin berlalu lintas, serta penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.
“Kami mengajak para pelajar untuk menjadi generasi yang disiplin, taat hukum, menjauhi tawuran, bullying, narkoba, serta mampu menggunakan media sosial secara bijak. Jadilah pelajar yang membawa nama baik keluarga, sekolah, dan lingkungan,” ujar AIPTU H. Toni.
Pendidikan Karakter Menjadi Investasi Jangka Panjang
Kolaborasi antara sekolah, TNI, dan Polri menjadi gambaran bahwa membentuk generasi berkualitas merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut Dr. Syaiful Mujab, S.Sy., M.M., pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Kami percaya bahwa pendidikan karakter adalah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, kami menghadirkan berbagai pihak yang kompeten agar siswa memperoleh pemahaman yang utuh tentang kedisiplinan, nasionalisme, etika, dan kesadaran hukum. Harapan kami, 250 siswa baru ini kelak menjadi lulusan yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, serta mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai moral,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Koramil 1614/Anjatan dan Polsek Anjatan atas dukungan dan sinergi dalam menyukseskan MPLS.
Pendidikan Karakter Dimulai Sejak Hari Pertama Sekolah
Pelaksanaan MPLS di SMK Al Huda menunjukkan bahwa orientasi peserta didik baru dapat menjadi media pendidikan yang bermakna apabila dirancang secara edukatif, ramah, dan bebas kekerasan.
Melalui pembekalan mengenai nasionalisme, kedisiplinan, etika digital, kesadaran hukum, hingga pencegahan bullying, peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memperoleh bekal untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Model kolaborasi antara sekolah, keluarga, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi contoh bahwa pendidikan karakter tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Semakin kuat sinergi yang terjalin, semakin besar pula peluang lahirnya generasi muda yang berintegritas, adaptif, serta siap menghadapi perubahan zaman.
Komitmen Membangun Generasi Unggul Berkarakter
Dengan mengusung konsep MPLS Ramah, Edukatif, dan Bebas Perundungan, SMK Al Huda Kedungwungu berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Karakter yang ditanamkan sejak hari pertama sekolah diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun berkontribusi bagi pembangunan bangsa.















