Example floating
INVESTIGASI & PERISTIWA

Banjir Cimanuk Jadi Alarm, Kepala BPBD Indramayu Drs. Dadang Oce Iskandar, Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

Avatar photo
1068
×

Banjir Cimanuk Jadi Alarm, Kepala BPBD Indramayu Drs. Dadang Oce Iskandar, Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini

Indramayu # Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu akibat meningkatnya debit Sungai Cimanuk dan hujan berintensitas tinggi sejak Jumat hingga Sabtu dini hari (23–24 Januari 2026) kembali menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana harus berjalan seiring dengan penanganan darurat.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Indramayu hingga Sabtu malam pukul 23.00 WIB, tercatat 2.411 jiwa terdampak, dengan 604 unit rumah serta tujuh fasilitas umum terendam di lima desa yang tersebar di tiga kecamatan.

BPBD Lakukan Pemantauan Intensif di Lokasi Banjir

Tim BPBD Kabupaten Indramayu bersama Emergency Response Team (ERT) terus melakukan pemantauan langsung di lapangan, khususnya di wilayah Kecamatan Kertasemaya, menyusul naiknya elevasi air Sungai Cimanuk yang memasuki area permukiman warga.

Dalam kondisi ketinggian air yang sempat mencapai pinggang orang dewasa, petugas menyusuri gang-gang sempit permukiman untuk memastikan kondisi warga tetap aman.

Langkah-langkah yang dilakukan di lapangan meliputi:

  • Memastikan keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak

  • Memberikan imbauan terkait bahaya arus listrik di area terdampak banjir

  • Memantau tren penurunan debit air Sungai Cimanuk secara berkala

BPBD juga mengimbau warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai untuk tetap siaga, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik dan air berangsur surut.

Kepala BPBD: Mitigasi Tidak Boleh Menunggu Banjir Datang

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Drs. Dadang Oce Iskandar, menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga bagian dari mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko lanjutan.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama, terutama bagi lansia dan anak-anak. Namun yang tidak kalah penting adalah mitigasi, mulai dari pemantauan debit air, kondisi tanggul, hingga kesadaran warga terhadap potensi bahaya,” ujar Dadang Oce Iskandar, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, kejadian jebolnya tanggul dan rusaknya saluran pembuang menjadi catatan penting perlunya penanganan struktural dan non-struktural secara berkelanjutan.

Wilayah Terdampak dan Risiko Berulang

Banjir tercatat melanda:

  • Kecamatan Kertasemaya: Desa Tulungagung, Desa Kertasemaya, dan Desa Kliwed

  • Kecamatan Jatibarang: Desa Sukalila

  • Kecamatan Lohbener: Desa Rambatan Kulon

Desa Kliwed menjadi wilayah terdampak paling besar, dengan 1.180 jiwa terdampak dan 295 rumah terendam, serta Ketinggian Muka Air (TMA) berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.

Upaya Darurat dan Langkah Mitigasi Ke Depan

Selain mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum mini, BPBD bersama Dinas PUPR dan BBWS telah mengerahkan empat unit excavator untuk melakukan perbaikan darurat tanggul Sungai Cimanuk yang jebol.

Ke depan, BPBD mendorong:

  • Penguatan dan evaluasi tanggul sungai

  • Perbaikan sistem drainase lingkungan

  • Edukasi kesiapsiagaan warga di wilayah rawan banjir

Mitigasi Bencana Butuh Peran Semua Pihak

BPBD Indramayu menilai mitigasi bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Perlu sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Kesadaran warga terhadap risiko banjir, menjaga saluran air, serta kesiapsiagaan sejak dini adalah bagian dari mitigasi yang sangat penting,” pungkas Dadang Oce ke iqronews.click.

Hingga kini, kondisi banjir dilaporkan mulai surut di sejumlah titik. Namun BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan segera menghubungi call center BPBD Indramayu di 0819-1101-9911 jika membutuhkan bantuan darurat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!