INDRAMAYU # Sebuah film mungkin selesai ketika layar bioskop kembali gelap. Namun, bagi Garda Wanita (Garnita) NasDem Indramayu, pengalaman menonton bersama seharusnya tidak berhenti pada hiburan.
Pesan, nilai, dan hikmah yang diperoleh dari sebuah tontonan justru diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat itulah yang diusung Garnita NasDem Indramayu bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Sri Wahyuni Utami Herman (SWH), melalui kegiatan nonton bareng (nobar) gratis di salah satu bioskop Mall Indramayu, Senin (5/10/2026).
Nobar Bukan Sekadar Hiburan
Kegiatan yang terbuka bagi kader dan masyarakat umum tersebut mendapat sambutan antusias. Kuota yang dibuka selama tiga hari sebelumnya bahkan disebut sold out hanya dalam waktu dua hari.
Ketua DPD Garnita NasDem Indramayu, Bunda Windu Herman (BWH), mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas agar tidak berhenti sebagai aktivitas hiburan.
Menurutnya, film mempunyai kekuatan untuk menyampaikan pesan kehidupan dengan cara ringan dan mudah diterima masyarakat. Karena itu, kegiatan nobar dapat menjadi salah satu ruang interaksi sekaligus pendekatan edukatif kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya selesai ketika film selesai ditonton. Ada kesan yang mendalam bagi setiap peserta dan ada nilai-nilai kebaikan yang bisa dibawa pulang,” ujar Bunda Windu Herman.
Ia menilai pesan positif dari sebuah film dapat menjadi bahan refleksi, terutama dalam membangun hubungan keluarga dan kehidupan bermasyarakat.
Nilai Film Diharapkan Diterapkan dalam Kehidupan
Bagi Garnita NasDem Indramayu, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang hadir.
Lebih jauh, kegiatan diharapkan mampu meninggalkan pengalaman yang bernilai dan mendorong peserta menerapkan pesan positif yang diperoleh setelah menonton.
“Harapannya, apa yang baik dan menjadi hikmah dari kegiatan ini bisa diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat sehari-hari,” katanya.
Pandangan tersebut menempatkan kegiatan hiburan dalam konteks yang lebih luas. Masyarakat tidak hanya diajak berkumpul dan menikmati tontonan, tetapi juga diberi ruang untuk mengambil pelajaran dari cerita yang disaksikan.
Garnita Ingin Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat
Bunda Windu Herman (BWH) mengatakan kegiatan nobar juga menjadi bagian dari upaya Garnita NasDem membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, organisasi perempuan tidak hanya memiliki ruang dalam kegiatan internal, tetapi juga dapat mengambil peran melalui aktivitas yang memberikan manfaat sosial.
“Garnita ingin hadir bukan hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga di tengah masyarakat. Kami ingin membangun kegiatan yang menyenangkan, tetapi tetap mempunyai nilai dan manfaat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memilih film yang inspiratif, memberikan wawasan serta membawa pesan mengenai kehidupan, keluarga dan kepedulian sosial.
Antusiasme Masyarakat Disebut Sangat Tinggi
Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST. ( Bunda SWH) turut mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, kegiatan nobar dilakukan bersama Garnita NasDem yang secara struktur baru terbentuk. Menurutnya, respons masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan yang dikemas secara positif dan terbuka dapat memperoleh sambutan luas.
“Alhamdulillah hari ini saya bersama teman-teman dari Garnita, Garda Wanita NasDem. Kebetulan mereka baru terbentuk secara struktur dan mengadakan kegiatan nobar. Kita buka selama tiga hari kemarin dan alhamdulillah sudah sold out dalam hitungan dua hari saja. Ternyata antusiasmenya sangat luar biasa,” ujar Bunda SWH.
Menurutnya, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kader NasDem, tetapi juga masyarakat umum.
“Alhamdulillah yang hadir tidak hanya dari kader NasDem, tetapi juga masyarakat umum. Antusiasmenya sangat luar biasa. Masih banyak yang ingin hadir, tetapi memang kapasitasnya hanya sekian,” jelasnya.
Pilihan Film Diarahkan pada Edukasi dan Inspirasi
Bunda SWH berharap kegiatan berikutnya dapat menghadirkan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi inspirasi, edukasi dan wawasan.
“Kita nobarnya bukan dengan film-film yang tidak memberikan edukasi. Insya Allah film-film yang akan kita adakan berikutnya adalah film yang dapat menginspirasi, memberikan edukasi dan wawasan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan nilai restorasi yang menjadi bagian dari perjuangan NasDem, yakni mendorong perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
“Yang sudah baik kita jadikan lebih baik, kita sempurnakan dan kita lestarikan,” tuturnya.
Dari Layar Bioskop ke Kehidupan Sehari-hari
Kegiatan nobar tersebut menunjukkan bahwa ruang publik dapat dikemas dengan pendekatan yang ringan sekaligus membawa pesan sosial.
Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bertemu, berinteraksi dan menikmati hiburan bersama. Sementara bagi organisasi, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga.
Namun, nilai yang paling penting justru berada setelah acara selesai. Sebuah kegiatan akan memiliki makna lebih panjang ketika pesan positif yang diperoleh peserta diterapkan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
Karena itu, harapan Garnita NasDem Indramayu sederhana: film tidak hanya meninggalkan kesan saat ditonton, tetapi juga meninggalkan kebaikan yang terus hidup setelah layar bioskop padam.
Bagi Bunda Windu Herman (BWH), ukuran keberhasilan sebuah kegiatan bukan sekadar berapa banyak orang yang datang, melainkan apa yang mereka bawa pulang setelah kegiatan selesai—pengalaman, pesan kebaikan dan dorongan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.















