TEKNOVASI

Empat Penghargaan EPSA 2026 untuk RU Balongan, Inovasi Hijau Dorong Kilang Makin Efisien

Avatar photo
17670
×

Empat Penghargaan EPSA 2026 untuk RU Balongan, Inovasi Hijau Dorong Kilang Makin Efisien

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU # Bagi industri energi, menjaga keberlanjutan bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana proses produksi dilakukan secara efisien, aman, dan semakin ramah lingkungan.

Semangat tersebut terlihat dari capaian PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan yang meraih empat penghargaan dalam ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2026.

Penghargaan yang digelar Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro tersebut berlangsung Kamis, 27 Agustus 2026, di The Suri Ballroom, Semarang, Jawa Tengah.

Empat Inovasi, Empat Jalan Menuju Kilang Berkelanjutan

Dalam ajang tersebut, RU Balongan memperoleh penghargaan pada empat kategori inovasi keberlanjutan.

Penghargaan diterima langsung Section Head Environment RU Balongan, Muhammad Nur Hidayat.

Dua inovasi meraih predikat Gold. Pertama, Program Peningkatan Efisiensi Energi melalui Vapor Phase Cleaning pre-Heat Crude Charge Heater Unit CDU pada kategori Green Power Innovation.

Kedua, Program Optimasi Pola Operasi Polisher dengan Penggantian Jenis Resin untuk Mengurangi Siklus Regenerasi pada kategori Hydro Smart Innovation.

Sementara itu, dua inovasi lainnya meraih predikat Silver, yakni Modifikasi Line Transfer dan Penambahan Box Heater di Tangki pada kategori Eco-Hazard Innovation, serta inovasi Reducing Flare KLBB dengan Pemanfaatan Excess Gas Menjadi Bahan Bakar Produksi pada kategori Low Carbon Innovation.

Rangkaian penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi di lingkungan kilang tidak selalu harus berbentuk teknologi yang rumit. Perubahan pada pola operasi, penggunaan material, hingga optimalisasi pemanfaatan gas dapat memberikan dampak terhadap efisiensi dan lingkungan.

Menghemat Air dan Chemical Melalui Optimasi Polisher

Salah satu inovasi yang mendapatkan predikat Gold adalah optimasi pola operasi polisher melalui penggantian jenis resin.

Secara sederhana, polisher merupakan bagian dari proses pengolahan air yang membutuhkan regenerasi resin secara berkala. Semakin sering regenerasi dilakukan, semakin besar pula kebutuhan air dan bahan kimia yang digunakan dalam proses tersebut.

Melalui inovasi yang diterapkan RU Balongan, waktu operasi polisher dapat diperpanjang sehingga siklus regenerasi menjadi 12 hari sekali.

Perubahan tersebut memberikan manfaat berupa pengurangan penggunaan air bersih dan bahan kimia.

Bagi industri, efisiensi semacam ini memiliki arti penting karena penghematan sumber daya tidak hanya berkaitan dengan biaya operasional, tetapi juga dengan upaya mengurangi penggunaan sumber daya lingkungan.

Teknologi untuk Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi

Inovasi lainnya diarahkan pada peningkatan efisiensi energi di unit CDU serta pemanfaatan excess gas untuk mengurangi flare.

Pemanfaatan gas yang sebelumnya berpotensi dibakar melalui sistem flare menjadi bahan bakar produksi merupakan salah satu pendekatan untuk meningkatkan pemanfaatan energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi.

Dengan demikian, inovasi teknologi di kilang tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana energi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan industri energi untuk terus mencari cara mengurangi jejak karbon tanpa mengabaikan keandalan operasional.

Inovasi Lingkungan Dimulai dari Perbaikan di Dalam Operasi

Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, mengatakan penghargaan EPSA 2026 menjadi wujud komitmen Perwira Pertamina RU Balongan dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Kami akan terus mendorong terobosan yang mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjaga ekosistem bumi,” ujarnya.

Menurut Yulianto, capaian tersebut juga menjadi pemicu semangat bagi seluruh Perwira Pertamina untuk menghadirkan berbagai terobosan teknologi yang mampu menyeimbangkan target produksi dengan kelestarian lingkungan.

Ia menyebut keberhasilan tersebut menunjukkan RU Balongan terus mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

Dari Penghargaan Menjadi Manfaat Nyata

Nilai penting dari empat penghargaan tersebut bukan semata-mata pada pengakuan yang diterima perusahaan.

Lebih jauh, inovasi yang diterapkan menunjukkan bagaimana efisiensi operasional dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

Optimalisasi siklus regenerasi dapat mengurangi penggunaan air dan bahan kimia. Peningkatan efisiensi energi dapat membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Sementara pemanfaatan excess gas untuk mengurangi flare diarahkan untuk menekan emisi dari kegiatan operasional.

Di sisi lain, modifikasi infrastruktur dan peralatan juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan, termasuk mengurangi potensi tumpahan atau insiden yang dapat berdampak terhadap lingkungan sekitar.

Menjaga Energi Sekaligus Merawat Lingkungan

Capaian RU Balongan dalam EPSA 2026 memberikan satu pelajaran penting bagi dunia industri: keberlanjutan tidak selalu dimulai dari perubahan besar.

Ia dapat tumbuh dari perbaikan proses yang dilakukan secara konsisten—menghemat air, menggunakan energi lebih efisien, memanfaatkan gas secara optimal, serta memperkuat pengendalian risiko lingkungan.

Bagi masyarakat, inovasi semacam ini penting untuk terus dikawal dan dikembangkan karena ketahanan energi dan kelestarian lingkungan merupakan dua kebutuhan yang sama-sama penting.

Ke depan, tantangannya bukan hanya mempertahankan inovasi yang telah berhasil, tetapi memastikan setiap terobosan memberikan manfaat yang semakin luas bagi efisiensi industri, lingkungan, dan keberlanjutan energi nasional.

Baca Fakta Edukasi Berita

  • RU Balongan meraih empat penghargaan EPSA 2026.
  • Ajang diselenggarakan Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro.
  • Dua inovasi meraih Gold.
  • Dua inovasi lainnya meraih Silver.
  • Inovasi polisher memperpanjang waktu operasi hingga 12 hari sekali untuk regenerasi.
  • Optimalisasi tersebut mengurangi penggunaan air bersih dan bahan kimia.
  • Pemanfaatan excess gas membantu mengurangi aktivitas flare.
  • Inovasi juga diarahkan pada efisiensi energi dan mitigasi risiko lingkungan.
  • Penghargaan menjadi bagian dari komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!