INDRAMAYU # Transformasi digital di dunia pendidikan tidak semestinya berhenti pada keberadaan perangkat teknologi di ruang kelas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana teknologi mampu membantu guru menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, inovatif, inklusif, adaptif, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik di tengah perubahan zaman.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Terkait Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu pada 7–10 September 2026 di Hotel Swiss-Belinn Indramayu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan agar tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi siswa.
Digitalisasi Pendidikan Harus Mengubah Cara Belajar, Bukan Sekadar Menambah Perangkat
Kehadiran teknologi dalam pendidikan membawa peluang besar bagi sekolah untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih beragam. Namun, transformasi digital tidak cukup hanya diukur dari seberapa banyak perangkat yang tersedia di sekolah.
Teknologi baru akan memberikan nilai tambah apabila guru mampu mengintegrasikannya dengan tujuan pembelajaran, karakter peserta didik, materi yang disampaikan, serta kondisi lingkungan sekolah.
Perspektif inilah yang menjadi penting dalam pelaksanaan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran di Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tersebut dihadiri dan dikawal langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., dengan didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SD, Hj. Rutesih, M.Pd.
H. Caridin: Digitalisasi Bukan Sekadar Penggunaan Teknologi
Dalam arahannya, Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI atas dukungan dan fasilitasi sehingga kegiatan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran dapat terselenggara.
Caridin menegaskan, digitalisasi pendidikan harus dipahami dalam perspektif yang lebih luas. Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk memperbaiki kualitas proses belajar.
“Kami meyakini bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar penggunaan perangkat dan teknologi, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, inklusif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman,” tegas Caridin.
Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam memastikan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam keberhasilan transformasi digital pendidikan. Teknologi harus menjadi sarana untuk membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik, bukan menggantikan peran guru dalam mendidik dan membangun karakter anak,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak dapat hanya dilihat dari penggunaan perangkat digital. Lebih jauh, ukuran keberhasilannya adalah ketika teknologi mampu membantu guru dan siswa menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna.
Hj. Rutesih: Kompetensi Guru Menjadi Kunci Implementasi di Sekolah
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Indramayu, Hj. Rutesih, M.Pd., menilai penguatan kompetensi digital pendidik menjadi bagian penting dalam memastikan program digitalisasi pembelajaran dapat diterapkan secara optimal di tingkat sekolah dasar.
Menurut Rutesih, peserta Bimtek tidak hanya perlu memahami teknologi dari sisi teknis, tetapi juga harus mampu menentukan pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan karakteristik peserta didik.
Dengan pemahaman tersebut, teknologi diharapkan tidak digunakan sekadar karena mengikuti perkembangan zaman, melainkan benar-benar memiliki fungsi dalam membantu guru menyampaikan materi dan mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Rutesih juga menekankan pentingnya keberlanjutan setelah Bimtek selesai. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan di sekolah masing-masing dan dibagikan kepada pendidik lainnya.
Dengan pola berbagi pengetahuan tersebut, dampak kegiatan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi peningkatan kapasitas guru secara lebih luas di lingkungan sekolah.
Empat Hari Membekali Pendidik Menghadapi Era Digital
Bimtek Digitalisasi Pembelajaran berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 September 2026.
Peserta terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan jenjang SD yang diharapkan memperoleh pengetahuan serta keterampilan digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Kegiatan semacam ini memiliki arti penting karena keberhasilan transformasi digital pendidikan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah dan ketersediaan perangkat.
Sumber daya manusia di sekolah, khususnya guru, menjadi bagian yang sangat menentukan.
Guru yang memiliki kompetensi digital dapat memiliki lebih banyak pilihan dalam menyajikan materi, membangun interaksi pembelajaran, dan mengembangkan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Namun, penggunaan teknologi tetap perlu ditempatkan secara proporsional. Pendidikan tidak boleh kehilangan dimensi manusiawi hanya karena semakin banyak menggunakan perangkat digital.
Teknologi Harus Membuat Pembelajaran Lebih Dekat dengan Anak
Bagi masyarakat, digitalisasi pendidikan seharusnya tidak dipahami semata-mata sebagai istilah teknis.
Maknanya dapat dilihat dari pengalaman anak ketika belajar.
Apakah teknologi membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami? Apakah siswa menjadi lebih aktif? Apakah guru memiliki lebih banyak cara untuk menjelaskan materi? Apakah sumber belajar menjadi lebih beragam?
Pertanyaan tersebut menjadi penting karena teknologi pendidikan pada dasarnya harus memberikan manfaat langsung terhadap proses belajar.
Digitalisasi juga perlu berjalan beriringan dengan prinsip inklusivitas. Tidak semua sekolah memiliki kondisi sarana, kemampuan sumber daya manusia, maupun akses teknologi yang sama.
Karena itu, transformasi digital perlu dilakukan secara bertahap, realistis, dan memperhatikan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Dari Bimtek ke Sekolah, Pengetahuan Harus Menjadi Praktik
Salah satu tantangan utama setelah kegiatan Bimtek adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh benar-benar diterapkan.
Peserta tidak hanya diharapkan menjadi penerima materi, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan di sekolah masing-masing.
Ketika pengalaman dari Bimtek dibagikan kepada guru lain, maka akan tercipta efek berantai. Satu kegiatan pelatihan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan hanya kepada peserta yang hadir.
Dalam konteks inilah peran sekolah menjadi penting.
Sekolah dapat membangun budaya berbagi praktik baik, sementara guru dapat saling mendukung dalam menemukan cara pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Langkah tersebut dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekosistem pembelajaran digital yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Digitalisasi Harus Berjalan Bersama Pendidikan Karakter
Perkembangan teknologi juga membawa tantangan baru. Peserta didik tidak hanya membutuhkan kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga membutuhkan kemampuan memahami informasi dan menggunakannya secara bertanggung jawab.
Literasi digital karena itu perlu berjalan bersama pendidikan karakter.
Anak perlu dibimbing agar mampu menggunakan teknologi secara produktif, kritis, aman, dan bijak. Kemampuan memilih informasi yang benar, memahami sumber informasi, menjaga etika dalam ruang digital, serta menggunakan teknologi untuk kegiatan positif merupakan bagian dari kecakapan yang semakin penting.
Dengan demikian, digitalisasi pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga generasi yang mampu mempertanggungjawabkan penggunaannya.
Kolaborasi Pusat dan Daerah Menjadi Fondasi Transformasi Pendidikan
Pelaksanaan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Dukungan Kemendikdasmen RI yang kemudian diperkuat melalui pelaksanaan kegiatan di daerah menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas satuan pendidikan.
Disdikbud Kabupaten Indramayu memiliki posisi strategis dalam memastikan program tersebut dapat diterjemahkan sesuai kebutuhan sekolah dan karakteristik pendidikan di daerah.
Pada saat yang sama, sekolah dan guru menjadi pelaksana yang berhadapan langsung dengan proses pembelajaran.
Kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat agar digitalisasi pendidikan tidak berjalan secara parsial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Menyiapkan Generasi Indramayu yang Adaptif dan Berkarakter
Anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar merupakan generasi yang akan menghadapi tantangan masa depan yang terus berubah.
Karena itu, pendidikan perlu membekali mereka bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, berkreasi, dan bekerja sama.
Dalam konteks tersebut, teknologi memiliki ruang strategis.
Jika digunakan secara tepat, teknologi dapat membuka lebih banyak sumber belajar dan membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif.
Namun, kemajuan teknologi harus tetap berpijak pada tujuan utama pendidikan, yakni membangun manusia yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter.
Dari Teknologi Menuju Pembelajaran yang Lebih Bermakna
Disdikbud Kabupaten Indramayu berharap sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat demi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi era digital.
Harapan tersebut juga menjadi tugas bersama bagi para peserta Bimtek untuk membawa pengetahuan yang diperoleh kembali ke sekolah masing-masing.
Transformasi digital bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat menggunakan teknologi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana teknologi digunakan secara tepat untuk membantu anak-anak belajar lebih baik.
Satu guru yang semakin kompeten dapat membantu guru lainnya. Satu sekolah yang berhasil mengembangkan praktik pembelajaran digital dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain.
Dari langkah-langkah kecil tersebut, perubahan besar dalam ekosistem pendidikan dapat dibangun secara bertahap.
Bagi Indramayu, Bimtek Digitalisasi Pembelajaran jenjang SD menjadi bagian dari perjalanan menuju pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan karakter.
Sebab teknologi hanyalah alat. Kualitas manusia yang menggunakannya tetap menjadi tujuan utama pendidikan.












