KAPASITAS

Dodol Mangga hingga Rengginang, Mahasiswa KKN UNPAD Dorong UMKM Desa Sukaslamet

Avatar photo
1226
×

Dodol Mangga hingga Rengginang, Mahasiswa KKN UNPAD Dorong UMKM Desa Sukaslamet

Sebarkan artikel ini

Kroya-Indramayu # Semangat pemberdayaan masyarakat terasa kuat di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggagas kegiatan pelatihan pembuatan aneka jajanan dan makanan khas Indramayu berbahan baku lokal, sebagai upaya menanggulangi kemiskinan pedesaan sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) desa.

Desa Sukaslamet sendiri memiliki nilai historis penting sebagai lokasi Tugu Titik Nol wilayah Indramayu Barat, sehingga penguatan ekonomi masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam pembangunan kawasan tersebut.

Pelatihan ini melibatkan ibu-ibu PKK dan masyarakat sekitar, dengan fokus pada pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual. Beragam makanan tradisional diajarkan, mulai dari dodol mangga, rengginang, grejeg kacang, tape ketan, hingga keripik pisang.

Kolaborasi Mahasiswa, PKK, dan Warga Desa

Kegiatan pelatihan ini melibatkan ibu-ibu PKK dan masyarakat sekitar, dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN UNPAD. Berbagai produk olahan diperkenalkan, seperti dodol mangga, rengginang, grejeg kacang, tape ketan, dan keripik pisang, yang seluruhnya berasal dari bahan baku lokal yang mudah ditemukan di desa.

Selain proses pembuatan, peserta juga mendapatkan edukasi tentang pengemasan produk yang higienis dan menarik, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan daya jual produk makanan rumahan.

Di balik aroma dodol mangga yang mengepul, tersimpan cerita harapan dari para ibu PKK peserta pelatihan.Salah satu peserta, mengaku baru pertama kali memahami bahwa makanan rumahan bisa memiliki nilai ekonomi lebih tinggi jika diolah dan dikemas dengan baik.

“Biasanya kami bikin ini cuma untuk konsumsi sendiri atau acara hajatan. Sekarang kami jadi tahu cara mengolah yang lebih rapi, bersih, dan dikemas menarik. Rasanya jadi lebih percaya diri kalau mau dijual,” ujarnya sambil tersenyum.

Perwakilan mahasiswa KKN UNPAD, menyampaikan bahwa program ini dirancang berdasarkan hasil observasi langsung terhadap kebutuhan masyarakat desa.

“Kami melihat ibu-ibu PKK memiliki keterampilan dasar yang kuat, hanya perlu sedikit pendampingan agar produk mereka punya nilai jual lebih. Harapannya, apa yang kami lakukan bisa berkelanjutan meski KKN sudah selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan proses belajar sosial yang sangat berharga.

“Kami belajar banyak dari masyarakat, tentang kearifan lokal dan ketangguhan ibu-ibu desa. Ini pengalaman yang tidak kami dapatkan di ruang kelas,” tambahnya.

Apresiasi Kuwu Sukaslamet

Kuwu Desa Sukaslamet, Rajudin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi mahasiswa KKN UNPAD dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UNPAD. Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, karena memberikan keterampilan yang bisa langsung diterapkan untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Rajudin ke iqronews.click.

Ia menilai pemanfaatan bahan baku lokal sebagai langkah tepat dalam membangun kemandirian ekonomi desa.

“Potensi desa sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana cara mengolah dan memasarkannya. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, masyarakat jadi lebih paham cara mengemas produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” tambahnya.

Dorong Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan IPM

Menurut Rajudin, kegiatan pemberdayaan semacam ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami berharap ilmu yang dibagikan mahasiswa tidak berhenti saat KKN selesai, tetapi bisa terus dikembangkan oleh masyarakat. Ini sangat membantu desa dalam meningkatkan IPM dan mendorong ekonomi warga agar lebih mandiri,” tegasnya.

Melalui kegiatan pelatihan ini, mahasiswa KKN UNPAD berharap masyarakat Desa Sukaslamet mampu mengembangkan usaha kecil berbasis pangan lokal secara berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi modal kuat dalam menciptakan desa yang produktif, berdaya, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!