Indramayu # Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Barat (MW KAHMI Jabar) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III bertajuk “KAHMI Jabar Istimewa Road to Indonesia Emas” di Kabupaten Indramayu. 14 Februari 2026. Forum ini menjadi momentum konsolidasi alumni HMI se-Jawa Barat dalam merumuskan langkah strategis menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) yang direncanakan berlangsung pada Mei atau Juni mendatang.
Rakorwil diikuti delegasi dari 24 kabupaten/kota di Jawa Barat, masing-masing mengirimkan empat perwakilan, dengan total peserta sekitar 100 orang.
Diawali Silaturahmi dan Dialog Pembangunan
Sebelum Rakorwil, kegiatan diawali dengan silaturahmi dan sharing session di Pendopo Indramayu bersama Bupati Lucky Hakim. Hadir unsur Forkopimda, beberapa tokoh alumni HMI diantaranya Dr. Fuad Bawazier (Mantan Menteri Keuangan RI/Komisaris MIND.ID), Prof. Yuddy Chisnandi (Mantan Men PAN/RB), Dr. Abdullah Puteh (Kord. Presidium Nasional KAHMI), George Edwin Sugiharto (Anggota DPRD Jawa Barat/F-Gerindra), Heri Susanto (Ketua OMBUDSMAN RI), Hasbullah Fudhail (Kakanwil Kementrian HAM Jabar), H. Asep Sopari (Wakil Bupati Tasikmalaya).
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan jejaring alumni HMI dalam mempercepat pembangunan berbasis kolaborasi.
Dorongan Penguatan Ekosistem Digital
Dalam sambutan Bupati Indramayu yang dibacakan Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Indramayu, Ahmad Syadali, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengajak KAHMI Jabar berkolaborasi memperkuat ekosistem digital daerah.
Menurut Syadali, transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern. Digitalisasi pelayanan publik, transparansi sistem pemerintahan, serta penguatan manajemen berbasis teknologi dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas.
Selain itu, pemberdayaan UMKM berbasis teknologi juga menjadi prioritas agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi digital.
“Kami berharap forum ini menjadi momentum konsolidasi gagasan dan inovasi, sehingga KAHMI Jawa Barat dapat menjadi pelaku, bahkan pengarah perubahan dalam pembangunan daerah,” ujar Syadali.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan terobosan konkret, mulai dari pengembangan kewirausahaan digital hingga peningkatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi revolusi industri dan disrupsi global menuju Indonesia Emas 2045.
Yoga: Rakorwil Harus Lahirkan Aksi Nyata
Sekretaris MW KAHMI Jabar, Yoga Rahardiansyah, SH., menegaskan bahwa Rakorwil III bukan sekadar agenda rutin organisasi.
“Rakorwil ini adalah forum konsolidasi untuk menyamakan arah gerak alumni HMI di Jawa Barat. Kami ingin rekomendasi yang lahir tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi menjadi pijakan aksi nyata,” ujarnya.
Dalam sidang pleno, masing-masing kabupaten/kota menyampaikan laporan persoalan strategis daerahnya, mulai dari isu pembangunan, pengelolaan sampah, hingga potensi ketahanan pangan.
Salah satu hasil Rakorwil adalah rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KAHMI dan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengawalan pembangunan daerah. Indramayu akan dijadikan proyek percontohan sebelum model tersebut direplikasi di daerah lain.
“KAHMI memiliki jaringan dan sumber daya intelektual yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah daerah. Indramayu akan menjadi prototipe kerja sama tersebut,” tambah Yoga.
Rekomendasi Strategis Rakorwil III
Rakorwil III juga menghasilkan sejumlah rekomendasi eksternal, antara lain:
-
Mengkaji dan mengawal peta jalan Indonesia Emas 2045.
-
Mengawal kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
-
Mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur dan pendidikan berstandar unggul.
-
Mendorong percepatan pembangunan kawasan metropolitan Rebana melalui kolaborasi multihelix.
-
Mendorong inovasi pengelolaan sampah di kabupaten/kota.
-
Mendukung inovasi pertanian di Indramayu melalui pengembangan benih padi unggul tahan perubahan iklim dan air laut serta sistem tanam tiga kali setahun.
-
Mengusulkan kepada Majelis Nasional KAHMI agar Presiden Prabowo Subianto menjadi anggota kehormatan KAHMI.
Menuju Jawa Barat ISTIMEWA
Sebagai provinsi dengan posisi geografis strategis, konektivitas tinggi, serta potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, Jawa Barat memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Dengan visi “Jawa Barat ISTIMEWA”, KAHMI memandang perlu berperan aktif sebagai entitas sosial dalam mendukung pembangunan yang termaju, berdaya saing global, dan berkelanjutan.
Rakorwil III MW KAHMI Jawa Barat diharapkan tidak hanya melahirkan rekomendasi strategis, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan terhadap pembangunan daerah, khususnya di Indramayu sebagai percontohan, menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.














