Indramayu # Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, sekitar 1.000 muslimah dari berbagai penjuru Kabupaten Indramayu memadati Masjid Agung Indramayu, Sabtu (4/7/2026), untuk mengikuti kajian akbar bertajuk “Pulih dan Bangkit dari Luka”.
Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) PD Kabupaten Indramayu ini menjadi bukti bahwa dakwah dan edukasi tentang kesehatan mental berbasis nilai-nilai Islam semakin dibutuhkan masyarakat. Kajian tersebut merupakan wujud komitmen Ketua IPEMI PD Kabupaten Indramayu, Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST., yang akrab disapa Bunda SWH, sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi NasDem dalam menghadirkan ruang pemulihan, penguatan karakter, dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Indramayu.
Membangun Perempuan Tidak Cukup Hanya dari Sisi Ekonomi
Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk keluarga yang sehat dan masyarakat yang kuat. Namun di balik berbagai peran tersebut, tidak sedikit perempuan yang menyimpan beban psikologis akibat tekanan ekonomi, persoalan rumah tangga, kehilangan orang tercinta, hingga berbagai dinamika kehidupan yang kerap tidak terlihat oleh lingkungan sekitarnya.
Melihat kondisi tersebut, Ketua IPEMI PD Kabupaten Indramayu, Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST., memandang bahwa pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada aspek ekonomi semata. Menurutnya, penguatan mental, spiritual, dan karakter merupakan pondasi penting agar perempuan mampu menjalankan perannya secara utuh di tengah keluarga maupun masyarakat.
Atas dasar itulah, melalui IPEMI Kabupaten Indramayu, Bunda SWH menggagas kajian yang mengangkat tema pemulihan mental dan spiritual sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.
Ribuan Muslimah Antusias Mengikuti Kajian Inspiratif
Sejak pukul 07.00 WIB, peserta mulai memadati Masjid Agung Indramayu. Mereka datang dari berbagai kecamatan dengan harapan memperoleh ketenangan hati, memperkuat keimanan, serta menemukan semangat baru dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda SWH didampingi Bunda Windu Herman selaku Wakil Ketua IPEMI Kabupaten Indramayu sekaligus Ketua Panitia Pelaksana. Keduanya menyambut langsung para peserta dengan penuh kehangatan.
Kajian menghadirkan motivator nasional Ilmia Amalia, S.Pd., M.Pd., CH., CHt., CPHt., CNLP., CMNLP., yang dikenal luas melalui gerakan Umma Sejuta Pelukan. Dengan pengalaman panjang mendampingi perempuan Indonesia dalam proses pemulihan mental dan spiritual, Ilmia menyampaikan materi secara komunikatif, menyentuh hati, dan mudah dipahami seluruh peserta.
Bunda SWH: Perempuan yang Pulih Akan Menjadi Kekuatan bagi Keluarga
Dalam sambutannya, Ketua IPEMI Kabupaten Indramayu, Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST., sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi NasDem menegaskan bahwa perempuan merupakan pilar utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan masyarakat yang maju.
“Melalui kajian ini kami ingin menghadirkan ruang bagi para muslimah untuk saling menguatkan, menyembuhkan luka batin, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalani kehidupan. Ketika seorang perempuan mampu pulih, maka ia akan menjadi sumber kekuatan bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Bunda SWH.
Ia menambahkan, IPEMI akan terus menghadirkan berbagai program yang tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas ekonomi perempuan, tetapi juga memperkuat karakter, akhlak, kesehatan mental, dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas mental dan ketahanan spiritual masyarakatnya.
Belajar Berdamai dengan Luka Kehidupan
Dalam sesi utama, Ilmia Amalia mengajak seluruh peserta memahami bahwa setiap manusia pernah mengalami luka kehidupan, baik karena kehilangan orang yang dicintai, kegagalan, konflik keluarga, maupun tekanan hidup.
Namun, menurutnya, luka tidak harus menjadi akhir perjalanan seseorang.
Melalui pendekatan yang memadukan psikologi, hypnotherapy, dan nilai-nilai Islam, Ilmia mengajak para peserta memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memaafkan diri sendiri, menerima masa lalu, serta membangun pola pikir positif agar mampu bangkit menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Pulih bukan berarti melupakan masa lalu, tetapi berdamai dengannya agar kita memiliki kekuatan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” ungkap Ilmia.
Penyampaian materi yang hangat membuat suasana kajian berlangsung penuh kekhusyukan. Tidak sedikit peserta yang larut dalam refleksi diri, sementara lainnya mengaku memperoleh semangat baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Pembangunan Mental Menjadi Investasi Jangka Panjang
Kajian ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal maupun peningkatan ekonomi, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual.
Perempuan yang memiliki ketahanan mental akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan, mampu mendidik anak dengan penuh kasih sayang, menjaga keharmonisan keluarga, serta menjadi motor penggerak pembangunan sosial di lingkungan sekitarnya.
Sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi NasDem, Bunda SWH menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan komunitas perempuan perlu terus diperkuat agar program-program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan penguatan mental menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Kolaborasi yang Menghadirkan Harapan Baru
Antusiasme sekitar 1.000 muslimah yang memenuhi Masjid Agung Indramayu menjadi bukti besarnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang pembelajaran yang mampu menjawab tantangan kehidupan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Melalui kegiatan ini, IPEMI Kabupaten Indramayu semakin menegaskan perannya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya bergerak di bidang kewirausahaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, penguatan mental, peningkatan kualitas spiritual, dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
Dari Perempuan yang Kuat Lahir Masyarakat yang Hebat
Kajian “Pulih dan Bangkit dari Luka” menjadi pesan bahwa setiap ujian kehidupan dapat menjadi titik balik menuju pribadi yang lebih baik apabila dihadapi dengan keimanan, ilmu, dan lingkungan yang saling menguatkan.
Melalui kepemimpinan Hj. Sri Wahyuni Utami Herman, ST. (Bunda SWH) sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi NasDem, IPEMI PD Kabupaten Indramayu diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan yang lebih luas dalam membangun perempuan yang sehat secara mental, kuat secara spiritual, mandiri secara ekonomi, dan mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa Indonesia.















