HUKUM

Kasatlantas Baru Polres Indramayu Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas, Edukasi Jadi Garda Depan

Avatar photo
11344
×

Kasatlantas Baru Polres Indramayu Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas, Edukasi Jadi Garda Depan

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU  # Keselamatan di jalan raya tidak selalu dimulai dari penindakan. Dalam banyak situasi, perubahan justru lahir ketika masyarakat memahami mengapa sebuah aturan harus dipatuhi.

Pesan itulah yang menjadi salah satu perhatian AKP Putri Risma Permata Sari, S.Tr.K., S.I.K., setelah dipercaya menjabat Kasatlantas Polres Indramayu menggantikan AKP Undang Syarif Hidayat, S.H., M.M.

Pergantian tongkat komando tersebut berlangsung melalui serah terima jabatan pada Sabtu pagi, 12 September 2026. AKP Putri sebelumnya menjabat Kanit Regident Satlantas Polresta Bogor Kota, sedangkan AKP Undang mendapat penugasan baru sebagai Kanit 2 Sigar Subditgakkum Ditlantas Polda.

Bagi Satlantas Polres Indramayu, pergantian pimpinan bukan sekadar perubahan jabatan. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat pendekatan dalam menghadapi persoalan lalu lintas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Dari Pergantian Pimpinan Menuju Tantangan Keselamatan di Jalan

Jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan hampir seluruh lapisan masyarakat. Pengendara sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan angkutan, pejalan kaki hingga berbagai aktivitas ekonomi bertemu di ruang yang sama.

Karena itu, persoalan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan. Di dalamnya terdapat persoalan keselamatan, kedisiplinan, perilaku berkendara, kondisi kendaraan hingga kesadaran masyarakat dalam menggunakan fasilitas jalan.

AKP Putri menempatkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas sebagai salah satu perhatian utama dalam program kerja 100 hari ke depan di bawah kepemimpinan Kapolres Indramayu.

Pendekatan yang ditawarkan tidak hanya mengandalkan penindakan.

Edukasi, pembinaan dan pendekatan humanis akan diperkuat agar masyarakat tidak sekadar mengetahui adanya aturan, tetapi memahami tujuan di balik aturan tersebut.

Dengan cara itu, kepatuhan diharapkan tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata karena rasa takut terhadap sanksi.

Keselamatan Tidak Cukup Dijaga dengan Penindakan

Dalam praktiknya, penegakan hukum tetap memiliki posisi penting. Pelanggaran yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain tentu membutuhkan tindakan sesuai aturan.

Namun, penindakan tidak seharusnya menjadi satu-satunya cara membangun ketertiban.

Pendekatan preventif dan preemtif menjadi penting untuk mencegah pelanggaran sebelum terjadi. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang sederhana, mudah dipahami dan disampaikan secara konsisten.

Karena itu, keberadaan personel Satlantas di lapangan juga diharapkan tidak hanya terlihat ketika melakukan penilangan atau pengaturan lalu lintas.

Kehadiran polisi dapat menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi langsung kepada pengguna jalan.

Ketika petugas mengatur lalu lintas, melakukan sambang maupun bertemu masyarakat dalam kegiatan lainnya, pesan keselamatan dapat disampaikan secara langsung.

Dengan demikian, pendekatan yang dibangun adalah mencegah sebelum terjadi pelanggaran, bukan sekadar bertindak setelah pelanggaran terjadi.

ETLE Tetap Berjalan, Penindakan Didorong Menjadi Bagian dari Edukasi

Di tengah penguatan pendekatan humanis, penerapan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) tetap berjalan sebagai bagian dari kebijakan penegakan hukum lalu lintas.

Teknologi tersebut membantu proses penegakan aturan secara lebih terukur. Namun, keberadaan sistem penindakan elektronik idealnya juga dipahami masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib.

Artinya, ketika seseorang menerima konsekuensi akibat pelanggaran, pesan yang ingin dibangun bukan hanya mengenai sanksi.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi keselamatan bersama.

Cara pandang seperti ini penting karena tujuan akhir penegakan hukum lalu lintas bukan sekadar menghasilkan banyak pelanggar yang ditindak.

Tujuan yang jauh lebih besar adalah semakin sedikit masyarakat yang melakukan pelanggaran dan semakin banyak pengguna jalan yang mampu menjaga keselamatannya sendiri maupun orang lain.

Helm, Spion dan Lampu Bukan Sekadar Kelengkapan

Edukasi keselamatan juga menyentuh hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele.

Pengendara sepeda motor diingatkan untuk menggunakan helm, memastikan kendaraan dilengkapi spion serta memastikan lampu utama dan lampu rem berfungsi dengan baik.

Surat-surat kendaraan juga harus dibawa dan dipastikan lengkap.

Hal-hal tersebut terlihat sederhana, tetapi memiliki kaitan langsung dengan keselamatan.

Helm, misalnya, bukan sekadar kewajiban ketika berkendara. Helm merupakan perlengkapan perlindungan yang dapat mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan.

Begitu pula spion dan lampu kendaraan. Keduanya membantu pengendara berkomunikasi dengan pengguna jalan lain dan melihat kondisi di sekitar kendaraan.

Karena itu, membangun budaya tertib lalu lintas sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil sebelum kendaraan bergerak.

Unit Kamsel Didorong Lebih Aktif Menyentuh Masyarakat

Untuk memperkuat edukasi, Unit Kamsel bersama seluruh personel Satlantas akan terus dilibatkan dalam kegiatan pembinaan dan sosialisasi.

Edukasi tidak hanya dilakukan dalam forum formal.

Pesan keselamatan dapat disampaikan ketika petugas melakukan pengaturan lalu lintas, sambang masyarakat maupun berbagai kegiatan kepolisian lainnya.

Pola seperti ini membuat edukasi lalu lintas lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Masyarakat tidak harus menunggu datang ke kantor polisi untuk mendapatkan informasi mengenai keselamatan berkendara.

Pesan tersebut dapat hadir di ruang publik, jalan raya, lingkungan masyarakat hingga berbagai kegiatan yang melibatkan pengguna jalan.

Harapannya, pengetahuan tentang lalu lintas perlahan berubah menjadi kebiasaan.

Kasatlantas Baru Tekankan Pentingnya Sinergi dengan Masyarakat dan Media

Dalam jumpa pers di Mapolres Indramayu, AKP Putri menyampaikan apresiasi atas sambutan keluarga besar Polres Indramayu.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk insan media.

Kolaborasi dengan media menjadi penting karena informasi mengenai keselamatan lalu lintas perlu disampaikan secara luas dan berkelanjutan.

Media bukan hanya berfungsi memberitakan ketika terjadi kecelakaan atau pelanggaran.

Media juga dapat menjadi ruang edukasi yang mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan, disiplin dan etika berkendara.

Dengan komunikasi yang baik, kepolisian dan media dapat membantu membangun kesadaran publik tanpa harus menggunakan pendekatan yang menakut-nakuti.

“Kami Tidak Bisa Bekerja Sendiri”

AKP Putri menyadari bahwa menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas bukan pekerjaan yang dapat dilakukan kepolisian seorang diri.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan masyarakat dan seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama.

Polisi memiliki kewenangan untuk mengatur dan menegakkan hukum. Namun, pengguna jalan memiliki peran yang sama penting melalui kepatuhan terhadap aturan dan perilaku berkendara yang bertanggung jawab.

Dengan kata lain, keselamatan di jalan bukan hanya urusan petugas lalu lintas.

Setiap orang yang keluar rumah dan menggunakan jalan memiliki kontribusi terhadap aman atau tidaknya ruang publik tersebut.

Ukuran Keberhasilan Bukan Hanya Banyaknya Penindakan

Ada ukuran keberhasilan yang lebih penting daripada sekadar berapa banyak pelanggaran yang ditindak.

Ukuran tersebut adalah perubahan perilaku masyarakat.

Jika semakin banyak pengendara menggunakan helm tanpa harus ditegur, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, mematuhi rambu dan marka, serta mengurangi perilaku berkendara berisiko, maka edukasi telah menghasilkan dampak nyata.

Begitu pula ketika masyarakat mulai memahami bahwa tertib lalu lintas bukan karena takut kepada polisi, melainkan karena menyadari pentingnya keselamatan.

Di sinilah pendekatan humanis yang dibawa Kasatlantas baru akan menghadapi tantangan sebenarnya.

Program dapat berjalan, sosialisasi dapat dilakukan, dan penindakan dapat diterapkan. Namun hasil akhirnya tetap sangat bergantung pada kemauan masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya sehari-hari.

100 Hari ke Depan Menjadi Momentum Membangun Kebiasaan Baru

Program 100 hari ke depan dapat menjadi momentum bagi Satlantas Polres Indramayu untuk memperkuat komunikasi keselamatan lalu lintas secara konsisten.

Tidak hanya melalui operasi dan penindakan, tetapi juga melalui edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Tantangannya tentu tidak sederhana.

Karakter pengguna jalan berbeda-beda. Tingkat pemahaman terhadap aturan juga tidak sama. Karena itu, pendekatan edukasi membutuhkan kesabaran, konsistensi dan komunikasi yang mudah diterima masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu membuka ruang untuk berubah.

Keselamatan bukan sesuatu yang bisa ditunda.

Satu keputusan sederhana seperti menggunakan helm, tidak menerobos lampu merah, tidak berkendara dalam kondisi tidak layak, menjaga kecepatan dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik dapat menentukan keselamatan seseorang.

Pada Akhirnya, Jalan Raya Adalah Tanggung Jawab Bersama

Pergantian Kasatlantas Polres Indramayu membuka babak baru dalam menghadapi dinamika lalu lintas di wilayah tersebut.

AKP Putri Risma Permata Sari membawa penekanan pada kombinasi edukasi, pencegahan, pendekatan humanis dan penegakan hukum.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena ketertiban lalu lintas tidak dapat dibangun hanya dengan sanksi.

Dibutuhkan kesadaran.

Dibutuhkan keteladanan.

Dan yang tidak kalah penting, dibutuhkan kerja bersama antara kepolisian, masyarakat, media dan seluruh pengguna jalan.

Sebab keberhasilan menjaga keselamatan lalu lintas pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak pelanggar yang berhasil ditindak.

Ukuran terbesarnya adalah berapa banyak masyarakat yang mampu memahami aturan, mengubah kebiasaan dan akhirnya pulang ke rumah dengan selamat.

Baca Fakta Edukasi Berita

  • AKP Putri Risma Permata Sari dipercaya menjadi Kasatlantas Polres Indramayu.
  • Ia menggantikan AKP Undang Syarif Hidayat yang mendapat penugasan baru di Ditlantas Polda.
  • AKP Putri sebelumnya menjabat Kanit Regident Satlantas Polresta Bogor Kota.
  • Keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas menjadi perhatian dalam program 100 hari ke depan.
  • Pendekatan edukasi, preventif, preemtif dan humanis akan diperkuat.
  • Penegakan hukum tetap dilakukan secara proporsional.
  • ETLE tetap menjadi bagian dari penegakan hukum lalu lintas.
  • Unit Kamsel bersama personel Satlantas akan memperluas edukasi kepada masyarakat.
  • Pengendara diingatkan mengenai pentingnya helm, spion, lampu kendaraan dan kelengkapan surat.
  • Satlantas menilai sinergi dengan masyarakat dan media penting untuk memperluas edukasi.
  • Keberhasilan lalu lintas tidak hanya diukur dari jumlah penindakan, tetapi dari meningkatnya kesadaran masyarakat.
  • Tujuan akhirnya adalah membangun budaya tertib berlalu lintas dan menekan risiko kecelakaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!