EKOSOSIAL

Dinsos Indramayu Tegaskan Fakta, Nizam Sudah Didampingi Sejak 2023

Avatar photo
456
×

Dinsos Indramayu Tegaskan Fakta, Nizam Sudah Didampingi Sejak 2023

Sebarkan artikel ini

Klarifikasi yang Menenangkan dan Meluruskan Persepsi Publik

Isu di media tentang kondisi Nizam Guntur Asmadi sempat menimbulkan rasa prihatin sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat.

Dinas Sosial Kabupaten Indramayu bergerak cepat memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tetap berimbang dan berbasis data. Untuk memastikan informasi tetap akurat dan berimbang, Dinas Sosial Kabupaten Indramayu bersama unsur kesejahteraan sosial (Kesos) Kecamatan Kandanghaur mengunjungi langsung kediaman Nizam pada Kamis, 16 April 2026.

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Ini bentuk klarifikasi sekaligus penguatan pendampingan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Ade Suhayati, SH., M.Si., melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Hani, menegaskan bahwa Nizam bukan anak terlantar.

“Nizam masih memiliki orang tua yang bertanggung jawab dan aktif mendampingi. Ia masuk kategori PPKS karena kondisi disabilitas fisik cerebral palsy, bukan karena terlantar,” jelas Hani.

Penegasan ini penting. Karena dalam isu sosial, satu kata bisa membentuk persepsi yang berbeda jauh dari fakta.

       Baca Juga :

Pendampingan Sejak 2023, Bukan Kasus yang Baru Ditangani

Dalam kunjungan ke rumah Nizam di Desa Kertawinangun RT 02 RW 01, Kecamatan Kandanghaur, tim Dinsos dan Kesos Kecamatan melihat langsung kondisi terbaru.

Mereka memastikan bantuan yang telah diberikan tetap termonitor dan dimanfaatkan optimal.

Sebagaimana diketahui, Nizam merupakan Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan disabilitas fisik cerebral palsy.

Pendampingan telah dilakukan sejak 26 Mei 2023 bersama Sentra Phalamarta Kementerian Sosial RI, termasuk saat Nizam dirawat di RSUD Indramayu karena kekurangan gizi dan kesulitan mengonsumsi makanan bertekstur keras.

Artinya, kasus ini bukan baru diketahui. Sudah masuk sistem.

Beberapa bantuan yang telah diberikan antara lain:

Pendampingan & Dukungan Sosial

  • Penguatan motivasi keluarga
  • Akses layanan kesehatan dan perawatan RSUD
  • Kursi roda adaptif

 

Bantuan Kebutuhan Dasar

  • Nutrisi tambahan
  • Sandang dan perlengkapan tidur

Pemberdayaan Ekonomi

  • Bantuan warung kopi + booth container

  • 50 ekor ayam petelur untuk usaha produktif

 

Keluarga juga terdata dalam Desil I (kategori prioritas penerima bantuan sosial).

Pendampingan melibatkan Kepala Desa Kertawinangun, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Kandanghaur. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Transparansi yang Memberi Rasa Lega di Tengah Isu Sosial

Langkah klarifikasi ini patut diapresiasi.

Di tengah derasnya arus informasi, transparansi seperti ini memberi rasa lega sekaligus pembelajaran bagi publik: tidak semua kondisi rentan berarti terlantar.

Masyarakat Desa Kertawinangun pun mengaku merasa lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan langsung.

Beberapa warga berharap bantuan ekonomi yang diberikan benar-benar terus dipantau agar manfaatnya terasa jangka panjang.

Karena program sosial tidak cukup hanya disalurkan. Ia harus dijaga keberlanjutannya.

Edukasi Penting: P3KE, Desil, dan Proses Bertahap

Kasus ini juga membuka ruang edukasi publik tentang bagaimana sistem bantuan sosial bekerja.

Intervensi bantuan berbasis data seperti P3KE dan Desil menentukan prioritas penanganan.

Pendampingan sosial memang sering berjalan bertahap. Tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi prosesnya ada.

Namun, pengawasan dan evaluasi tetap penting. Jika pemberdayaan ekonomi tidak berjalan optimal, maka perlu perbaikan strategi agar bantuan tidak berhenti sebagai simbol.

Komitmen yang Perlu Dijaga Bersama

Dinas Sosial Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Nizam dan keluarga.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat desa, aparat kewilayahan hingga Kemensos menjadi modal kuat untuk memastikan hak penyandang disabilitas tetap terpenuhi.

Klarifikasi ini bukan untuk menutup empati publik. Justru sebaliknya agar empati berjalan berdampingan dengan fakta.

Karena pada akhirnya, tujuan semua pihak sama: memastikan setiap warga, terutama yang rentan, mendapat perlindungan dan kesempatan hidup lebih baik.

   Baca Fakta, Edukasi Berita

    Recap:

  • Nizam bukan anak terlantar, masih dalam pengasuhan orang tua.
  • Pendampingan sudah berjalan sejak 2023.
  • Bantuan mencakup kesehatan, kebutuhan dasar, dan pemberdayaan ekonomi.
  • Keluarga masuk Desil I (prioritas bansos).
  • Transparansi Dinsos menjadi contoh penting akurasi informasi publik.

     Empati itu penting. Tapi akurasi lebih penting lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!