Kandanghaur-Indramayu # Suasana halaman Aray Motor di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Sabtu (28/2/2026) tampak berbeda dari biasanya. Sejak menjelang siang, ratusan warga mulai berdatangan. Ada yang menggandeng orang tuanya, ada pula yang datang sendiri dengan wajah penuh harap.
Deteksi Dini Selamatkan Warga, Santunan Yatim Warnai Ramadan dengan Kepedulian
Aray Medika menggelar bakti sosial Pengobatan Gratis dan Santunan Anak Yatim Piatu serta Dhuafa, yang dihadiri lebih dari 500 orang dan ditutup dengan buka puasa bersama.
Sebanyak 7 dokter dan 12 tenaga kesehatan (perawat dan apoteker) diterjunkan dalam kegiatan ini. Mereka bekerja dalam sistem pelayanan terpadu, mulai dari meja pendaftaran, skrining awal, pemeriksaan laboratorium sederhana, konsultasi dokter, hingga pemberian obat.
Tujuh dokter yang terlibat berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama:
-
dr. Al Ayubi Ancasmana Febtino – Universitas Jenderal Soedirman
-
dr. Ika Monita – Universitas Islam Bandung
-
dr. Alifia Salsabila – Universitas Gunung Jati Cirebon
-
dr. Maulana Achsan Keliobas – Universitas Jenderal Soedirman
-
dr. Farida A. Nurjanah – Universitas Padjadjaran
-
dr. Aulia Rahma – Universitas Islam Bandung
- dr. dr. Rahmi Syahputri – Universitas Tarumanegara
-
serta Zr. Hj. Risyanti, Zr. Tarkinih, Zr. Indah Syaidina, Zr. Rohyanti, Zr. Muzay Sugianto, Zr. Saril, dan Zr. Dede Komariyah. yang tergabung dalam tim Aray Medika.
Mereka bertugas melakukan pemeriksaan awal, pengukuran tekanan darah, tes gula darah sewaktu (GDS), pengecekan kolesterol dan asam urat, serta memastikan obat diberikan sesuai resep dan edukasi penggunaan yang benar.
“Saya Tidak Menyangka Tekanan Darah Saya Setinggi Itu”
Salah satu warga, sebut saja Ibu S (52), awalnya hanya ingin memastikan kondisi kesehatannya. Ia merasa tubuhnya baik-baik saja, hanya sesekali pusing ringan.
Namun setelah diperiksa, tekanan darahnya menunjukkan angka cukup tinggi.
“Saya kaget, ternyata darah tinggi. Selama ini saya pikir cuma capek biasa,” ujarnya pelan.
Ia mengaku jarang memeriksakan kesehatan karena kesibukan dan keterbatasan biaya. Dari kegiatan ini, ia mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah sewaktu (GDS), cek kolesterol dan asam urat, serta konsultasi langsung dengan dokter.
Kisah seperti Ibu S bukan satu-satunya. Beberapa warga juga baru mengetahui kadar gula darahnya meningkat setelah dilakukan pemeriksaan.
Edukasi: Penyakit Datang Tanpa Gejala
dr. Ika Monika menegaskan bahwa fenomena tersebut umum terjadi di masyarakat.
“Banyak warga merasa sehat, padahal tekanan darah atau gula darahnya sudah tinggi. Penyakit seperti hipertensi dan diabetes sering tidak bergejala di awal. Inilah pentingnya deteksi dini,” jelasnya.
Ia menyebut, pemeriksaan sederhana seperti ini bisa mencegah komplikasi berat seperti stroke, gagal ginjal, hingga penyakit jantung.
Sementara itu, dr. Al Ayubi A.F. menambahkan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki pola hidup.
“Saat berbuka, jangan balas dendam dengan makanan manis berlebihan. Gula dan lemak tinggi bisa memicu lonjakan kadar gula darah. Perbanyak sayur, buah, air putih, dan tetap aktif bergerak ringan,” pesannya.
Menurutnya, edukasi langsung di tengah masyarakat lebih efektif karena warga bisa bertanya dan memahami kondisi kesehatannya secara personal.
Santunan yang Menguatkan Hati
Tak hanya layanan medis, kegiatan ini juga menghadirkan santunan untuk anak yatim piatu dan dhuafa. Beberapa anak tampak tersenyum menerima bantuan, didampingi keluarga mereka.
Bagi sebagian keluarga, santunan tersebut bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bahwa mereka tidak sendiri.
Menjelang magrib, suasana semakin hangat saat ratusan warga duduk bersama untuk berbuka puasa. Tidak ada sekat sosial. Semua duduk sejajar, berbagi hidangan dan kebersamaan.
Wabup: Sejalan dengan Indramayu Reang
Turut hadir Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, SH., MH. yang hadir mewakili Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan arah pembangunan daerah.
“Kami hadir mewakili Bupati Lucky Hakim. Kegiatan ini sangat sejalan dengan program Indramayu Reang, yang menekankan kebersamaan, kepedulian sosial, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya tentang jalan dan gedung, tetapi juga tentang manusia yang sehat dan berdaya.
“Kesehatan adalah fondasi. Jika masyarakat sehat, maka produktivitas meningkat dan kesejahteraan ikut terangkat,” tambahnya.
Dimeriahkan Pramuswara BRUNOTAZMAR
Menariknya, kegiatan sosial ini juga dimeriahkan oleh pramuswara BRUNOTAZMAR yang menghibur warga dengan penampilan energik meski dalam kondisi berpuasa.
Beberapa lagu yang dibawakan di antaranya lagu dari negeri tirai bambu berjudul Wo Ai Ni, serta lagu legendaris Bunga Mawar dari album The Mercy’s.
Dengan gaya khasnya, BRUNOTAZMAR tampil prima dan mampu menghidupkan suasana. Warga yang awalnya fokus antre pemeriksaan tampak menikmati hiburan tersebut dengan senyum dan tepuk tangan meriah.
Alunan musik menjadi pelengkap suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, menjadikan kegiatan ini bukan hanya agenda pengobatan gratis, tetapi juga ruang silaturahmi dan kegembiraan bersama.
Lebih dari Sekadar Bakti Sosial
Kegiatan ini menjadi contoh nyata pelayanan kesehatan jemput bola, terutama bagi masyarakat pesisir yang tidak selalu memiliki akses rutin ke fasilitas medis lengkap.
Dari satu pemeriksaan tekanan darah, mungkin ada satu risiko stroke yang bisa dicegah. Dari satu cek gula darah, mungkin ada satu komplikasi diabetes yang bisa dihindari.
Dan dari satu santunan, mungkin ada satu hati yang kembali dikuatkan.
Aray Medika berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun masyarakat Indramayu yang lebih sehat, peduli, dan berdaya.













